Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Pelayanan Kaum Muda Sesi 1 dari 3



Topik Sesi 1: Mengajarkan Firman Tuhan kepada Kaum Muda


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan


Lukas 6 : 46-49 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."


Yeremia 20 : 9 “Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.”

Bagian 2: Topik Kuliah


1. Firman Tuhan adalah Dasar yang Kokoh

Lukas 6 : 46-49 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya." Dalam ayat-ayat ini, Yesus memberikan perumpamaan tentang 2 rumah. Yang satu dibangun di atas batu, di mana rumah itu kuat dan tidak tergoyahkan. Sedangkan rumah yang satunya lagi dibangun di atas pasir sehingga mudah rubuh. Kaum muda perlu belajar dan melakukan firman dalam kehidupannya, supaya mereka memiliki dasar yang kokoh dari firman Tuhan. Badai hidup akan menimpa kehidupan kita semua tanpa terkecuali. Oleh karena itu kita harus mengajarkan kaum muda akan kebenaran firman Tuhan.


2. Cara Mengajarkan Firman Tuhan kepada Kaum Muda

Ada 3 cara mengajarkan firman Tuhan yang efektif kepada kaum muda:


2.A. Pathos adalah sikap yang antusias saat mengajarkan firman Tuhan kepada kaum muda. Yeremia 20 : 9 Tetapi apabila aku berpikir: ‘Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya’, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.” Kita harus menyala-nyala dalam mengajarkan firman Tuhan karena kita percaya bahwa kita sedang membawa kabar baik tentang Yesus Kristus yang akan membawa orang-orang kepada pertobatan. Apabila kita tidak menyampaikan kabar baik tersebut dengan antusias atau menyala-nyala, seringkali kaum muda tidak mau mendengarkannya. Mewartakan firman kepada kaum muda menuntut sikap hati yang menyala-nyala di dalam Tuhan.

2.B. Logos adalah isi dari pengajaran. Isi dari pengajaran kita kepada kaum muda haruslah relevan dengan kehidupan mereka. Mereka tertarik kepada pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Kita perlu yakini bahwa Firman Tuhan yang kita ajarkan itu selalu bersifat relevan, baik sejak 2000 tahun yang lalu maupun untuk masa kini. Lukas 4 : 18-19 Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Firman yang kita ajarkan itu memiliki tujuan yang sama, meskipun berbeda waktu dan generasi. Firman ini adalah kabar baik kepada semua generasi dari waktu ke waktu. Ada suatu kisah mengenai seorang pria yang membeli satu bidang dinding di jalanan dengan tujuan untuk pasang iklan pada dinding tersebut. Kemudian ia mengecat dinding tersebut dengan tulisan “Yesus adalah jawaban”. Tetapi ada seorang lain yang tidak suka dengan tulisan tersebut sehingga dengan usil menambahkan kata-kata “apakah pertanyaannya?” Tanpa disadari, maka ungkapan tulisan ini menjadi lengkap, yaitu untuk semua pertanyaan maka Yesus adalah jawabannya. Apabila kita sakit, Yesuslah jawabannya; apabila kita kehilangan arah, Yesuslah jawabannya; dan Yesus selalu menjadi jawaban untuk masalah apapun juga. Arti dari pemahaman ini adalah pesan dari firman Tuhan tidak pernah berubah, yang perlu kita ubah adalah cara penyampaiannya saja agar mudah dimengerti oleh kaum muda. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menyampaikan firman Tuhan kepada kaum muda:

2.B.1. Jangan menggunakan kata-kata yang sudah ketinggalan jaman. Kita harus menghindari penggunaan kata-kata yang mungkin dulu kita gunakan saat kita masih remaja. Selain itu, kita harus juga menghindari kata-kata yang sulit dimengerti atau terlalu akademis.

2.B.2. Pengajaran firman harus tentang seputar kehidupan kaum muda. Ada beberapa contoh pokok bahasan yang populer di antara kaum muda, misalnya topik tentang hubungan dan pacaran, bagaimana mengatasi godaan, bagaimana mengatasi tekanan, bagaimana mencari teman, bagaimana mengenal suara Tuhan, bagaimana menjadi saksi bagi Tuhan Yesus, bagaimana memiliki hubungan yang baik dengan orang tua, bagaimana mengalahkan tipu muslihat iblis, bagaimana mempunyai hubungan dengan Tuhan dan otoritas, atau bagaimana mengampuni orang lain.

2.B.3. Penyampaian harus menggunakan metode yang kreatif dan jangan terlalu lama. Biasanya penyampaian firman kepada kaum muda selama 20 – 30 menit sudah cukup baik. Tetapi teknik penyampaian harus diupayakan agar kreatif.

2.B.4. Berikan ilustrasi dan cerita yang menarik. Yesus selalu bicara dengan menggunakan perumpamaan yang relevan dengan situasi pendengar saat itu. Yesus berbicara tentang benih, laut, ikan, pelita, dan banyak lagi. Kita bisa juga menggunakan humor tapi pastikan humor tersebut kita tempatkan dengan cara yang benar, dan jangan memberikan kesan kita ingin menjadi pelawak.

2.B.5. Kesaksian. Doktor Rob, pengajar sesi ini, memiliki program untuk kaum muda dengan mengundang bintang tamu dan mewawancara bintang tamu tersebut. Kemudian para kaum muda bisa mengajukan pertanyaan kepada bintang tamu tersebut. Bintang tamu yang diundang bisa seorang atlit Kristen, aktris atau aktor Kristen. Hal lain yang dilakukan oleh Doktor Rob adalah membuat grup diskusi untuk membahas satu studi kasus. Contoh salah satu studi kasus adalah ada seorang anak laki-laki yang bernama John. John bukanlah sorang anak yang ganteng, dan ia memiliki telinga yang agak besar sehingga ia dipanggil dengan sebutan Dumbo. Dalam studi kasus tersebut, beberapa pertanyaan akan timbul yaitu: a) Mengapa teman-temannya memanggilnya Dumbo? b) Bagaimana perasaan John saat teman-temannya memanggilnya Dumbo? c) Apa yang harus dilakukan John? Studi kasus ini bisa membuat kaum muda menjadi terbuka tentang kehidupan mereka.


2.C. Ethos adalah kredibilitas dari si pengajar. Karena firman Tuhan yang diajarkan harus dapat dipertanggung jawabkan, maka sebagai pengajar bagi kaum muda kita harus menjadi teladan. Artinya setiap pengajar harus merefleksikan firman Tuhan yang diajarkannya. Setiap pengajar mutlak perlu melakukan apa yang diajarkan. Kaum muda bukan hanya perlu mendengar firman Tuhan, tetapi mereka juga perlu memiliki panutan.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Berikan satu contoh ide kreatif anda dalam melayani kaum muda. Jelaskan.