Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Iman yang Supernatural Sesi 3 dari 5


Topik Sesi 3: Iman dari Rhema


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Matius 17 : 20 “Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”


Matius 9 : 20 “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.”


Lukas 8 : 45 “Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Kita telah mempelajari bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Kita juga telah memahami bahwa pedang Roh-lah yang mengalahkan pekerjaan iblis.


1. Hubungan Rhema dengan Firman

Kita tahu bahwa “graphe“ adalah tulisan ayat-ayat di Alkitab. Sedangkan rhema adalah firman Allah yang dinyatakan kepada kita secara khusus.

1.A. Rhema untuk pernyataan situasi khusus. Ada situasi di mana Allah tidak mungkin berbicara kepada kita melalui tulisan di Alkitab saja. Misalnya kita sedang perlu suatu pekerjaan, tulisan di Alkitab tidak bisa mengarahkan kita menjadi seorang petugas pemadam kebakaran atau seorang programer komputer. Tetapi Allah bisa memberikan suatu rhema kepada kita tentang pekerjaan yang tepat. Tetapi kita harus waspadai bahwa rhema seperti ini pastinya tidak akan bertentangan dengan firman yang tertulis.

1.B. Rhema melalui tulisan firman. Sebaliknya, Allah tentunya juga dapat berbicara melalui Alkitab yang tertulis, yang Ia juga nyatakan melalui Roh Kudus. Kadang kala Roh Kudus membuat beberapa ayat firman mencuat ke dalam pikiran kita yang menjadi suatu rhema khusus bagi kita. Inilah cara Tuhan mengubahkan firman menjadi rhema. Untuk menerima rhema seperti ini kita tidak harus menjadi siswa sekolah Alkitab terlebih dahulu. Kita juga tidak perlu harus bisa menghafal ribuan ayat firman Tuhan sebelumnya. Kita mendapati bahwa gereja mula-mula sanggup menjangkau dunia bagi Yesus selama 200 tahun dengan iman yang kuat, meskipun pada saat itu Alkitab yang tertulis sangat jarang tersedia. Bahkan tempat-tempat sinagog Yahudi biasanya tidak mempunyai Alkitab yang lengkap. Mereka umumnya hanya memiliki Kitab Taurat, Mazmur, dan beberapa kitab para nabi.

1.C. Rhema diterima melalui firman. Semua firman yang tertulis menuntun kita, tetapi bukan berarti kita bisa memaksa Tuhan untuk melakukan sesuatu bagi kita hanya karena itu tertulis di Alkitab. Kita bisa saja lafalkan dan ucapkan suatu ayat firman berkali-kali dan mencoba mengakuinya di hadapan Allah, tetapi tidak terjadi apa-apa. Sesungguhnya yang menjadikan firman itu penuh kuasa adalah pada saat Allah menyampaikan dan menyingkapkan ayat tersebut secara khusus kepada kita.


2. Memiliki Iman yang Lebih

Kita sudah mempelajari bahwa iman itu datang dari pendengaran akan rhema.


2.A. Definisi iman. Iman itu bukan hanya tentang mempercayai suatu konsep atau seseorang. Definisi dari iman kita bisa temui di Ibrani 11 : 1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

2.B. Iman adalah suatu substansi ilahi. Dalam tulisan bahasa Yunani aslinya, Ibrani 11 : 1 ditulis bahwa iman adalah suatu “substansi”dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Substansi bisa digambarkan sebagai tembok-tembok suatu gedung yang berdiri untuk menahan atap gedung. Bila substansi tembok ini kita bongkar dan diganti suatu pikiran yang percaya bahwa tembok itu masih ada, maka atap gedung tentunya tetap akan roboh. Demikianlah, kita mendapati bahwa iman itu bukanlah hanya sekedar pikiran mental saja yang mempercayai sesuatu, tetapi suatu substansi yang nyata.

2.C. Cara iman bekerja. Pada kisah wanita pendarahan yang menjamah jubah Yesus, sebelumnya ia sudah menderita pendarahan ini selama 12 tahun. Matius 9 : 20-21 “Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."” Dari mana si wanita ini memiliki keyakinan bahwa bila ia menjamah jubah Yesus maka ia akan sembuh? Untuk mendapatkan jawaban ini, kita harus membaca kisah ini melalui tulisan Lukas di Lukas 8 : 45-46 “Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau." 46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."

2.C.1. Pada saat itu banyak orang yang berkontak fisik dengan Yesus. Yesus ada di tengah kerumunan orang banyak. Meskipun para murid tentunya mencoba melindungi Yesus dari himpitan orang banyak ini, tentunya banyak dari orang-orang ini telah menjamah Yesus. Orang-orang yang banyak menyentuh Yesus tidak ditulis menerima kesembuhan.

2.C.2. Hanya si wanita pendarahan yang dicatat menerima kesembuhan. Si wanita ini berbeda dengan orang-orang banyak lainnya karena ia memiliki rhema. Ia berkata "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."” Dan karena begitu banyaknya orang, maka wanita ini mendorong dirinya untuk maju mendekat, dan mungkin juga terjatuh di kaki Yesus sembari menyentuh punca jubah Yesus. Pada saat inilah kuasa keluar dari Yesus. Lalu Yesus berkata kepada wanita itu di Lukas 8 : 48 “Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

2.C.3. Si wanita pendarahan menindak-lanjuti rhema yang ia telah terima. Dengan mempraktekkan rhema yang diterimanya, si wanita itu disembuhkan secara ajaib.


3. Kesaksian Doktor Mitch Medina

Doktor Medina bersaksi, suatu waktu ia diminta untuk membuat KKR di negara Nikaragua. Ia tidak nyaman untuk melakukan pelayanan KKR karena ia merasa panggilannya hanyalah sebagai pengajar, dan bukan penginjil atau penyembuh. Ia lalu mencari teman-teman sepelayanan yang memiliki karunia kesembuhan untuk menggantikannya, tetapi tidak ada yang bisa. Kemudian salah satu temannya bertanya balik, mengapa bukan Doktor Medina sendiri yang pergi melayani? Saat ia berdoa, lalu Tuhan segera memberikan suatu rhema, bahwa ia juga adalah seorang penginjil yang memiliki karunia kesembuhan. Maka dengan gentar ia melayani di KKR tersebut. Begitu takutnya ia, sampai ia harus menuliskan setiap kata-kata dan membacanya satu per satu saat berkhotbah. Saat altar call, ada 2000 orang yang mengangkat tangannya untuk menerima Yesus. Lalu pada saat berdoa untuk kesembuhan, Doktor Medina berdoa dengan mata terpejam karena ia tidak berani melihat bilamana ada orang yang disembuhkan. Tetapi rupanya setelah ia membuka matanya ia mendapati ada lebih dari 200 orang yang secara ajaib menerima kesembuhan di KKR itu. Semua ini terjadi bukan karena hebatnya Doktor Medina percaya kepada firman, sebab saat ia melakukannya ia sedang sangat gentar. Tetapi iman beliau datang dari rhema Tuhan, yakni saat Tuhan berkata bahwa ia adalah seorang penginjil yang memiliki karunia kesembuhan.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Ceritakan pengalaman anda saat menerima rhema Tuhan. Bagaimana rhema itu masih bekerja pada anda hingga sekarang?


2. Masih banyak orang Kristen yang tidak pernah mendengar “suara” Tuhan. Apa nasihat anda bagi mereka?