Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Iman yang Supernatural Sesi 2 dari 5


Topik Sesi 2: Graphe, Logos, dan Rhema


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Yohanes 1 : 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”


Yohanes 1 : 14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


Efesus 6 : 17-18 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,”


Bagian 2: Topik Kuliah

Pendahuluan

Pada sesi sebelumnya kita belajar dari Efesus 6 : 17-18 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Satu-satunya cara kita bisa berdoa tanpa putus-putusnya adalah apabila kita berdoa dalam Roh.


1. Pedang Roh

Pedang Roh adalah satu-satunya jenis senjata rohani menyerang yang kita gunakan dalam peperangan rohani. Dengan menggunakan pedang Roh ini kita bisa menang terhadap segala tipu daya dan serangan dari si iblis. Iblis adalah sumber dari dosa, sakit penyakit, dan kematian. Saat iblis menyerang kita dengan sakit penyakit, iblis akan datang dan mengintimidasi kita dengan mengatakan, ”Aku melihat engkau sakit. Apabila Tuhan sungguh mengasihimu, kau pasti tidak akan sakit.” Di sinilah saatnya kita menggunakan senjata rohani untuk menahan serangan, yaitu perisai iman kita. Kita membalikkan serangan iblis dengan berkata, ”Aku percaya Tuhan mengasihiku. Meskipun aku sedang sakit, tetapi aku tetap percaya bahwa Tuhan mengasihiku. Enyahlah engkau iblis daripadaku!” Si iblis akan pergi, tetapi ia akan terus datang kembali dan mengintimidasi, “Kau masih sakit? Mengapa engkau masih sakit?” Tetapi kita terus berkata, “Aku sudah sembuh di dalam nama Tuhan Yesus.” Tetapi apabila kita belum sembuh juga selama beberapa hari, iblis akan terus mengintimidasi kita sehingga bisa membuat kita menjadi bimbang. Pada saat-saat seperti ini kita membutuhkan pedang Roh yang mengusir iblis secara permanen. Kita akan belajar apa yang dimaksud dengan pedang Roh, yang sesungguhnya adalah firman Allah (Efesus 6 : 17).


2. Tiga Kata yang Menerangkan Firman Allah

Ada tiga kata berbeda yang dipakai untuk menerangkan firman Allah dalam Alkitab yaitu:


2.A. Graphe. Graphe artinya adalah tulisan. Dalam konteks Alkitab, maka graphe adalah semua tulisan-tulisan yang terdapat di dalam Alkitab. 2 Timotius 3 : 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Kata “tulisan” di sini diterjemahkan dari kata “graphe” tersebut. Graphe ini memiliki arti yang berbeda dengan istilah “firman Allah” yang tertulis pada Efesus 6 : 17 “Ambillah ketopong keselamatan serta pedang Roh, yaitu firman Allah.”

2.B. Logos. Logos adalah Firman Allah atau Yesus Kristus. Kita bisa baca dalam Yohanes 1 : 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Semua yang Allah sudah lakukan, perkatakan, pikirkan, rencanakan, adalah logos. Dan di dalam Yohanes 1 : 14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Istilah “firman” dalam ayat ini diterjemahkan dari kata “logos.” Logos bukanlah Alkitab, karena Alkitab tidak menjadi daging dalam Yesus Kristus. Logos juga melebihi dari semua yang tertulis di Alkitab, karena Alkitab tidak mungkin mencakup semua gambaran tentang Yesus seperti dikatakan dalam Yohanes 21 : 25 “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Tetapi Alkitab sendiri sudah berisikan gambaran tentang Yesus yang cukup bagi kita. Tuhan sudah menyeleksi atau menyortir semua hal yang perlu kita percayai, seperti tertulis dalam Yohanes 20 : 30-31 “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”

2.C. Rhema. Rhema adalah pencerahan dari Roh Kudus kepada seseorang atau kepada sekelompok orang secara spesifik tentang suatu pernyataan firman Allah. Kita bisa baca dalam Lukas 2 : 25-29 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu.” Kata “firman” di sini diterjemahkan dari bahasa Yunani “rhema.” Dalam ayat ini dikatakan bahwa Roh Kudus berbicara atau menyatakan kepada Simeon. Dan saat Simeon berkata “sesuai dengan firman-Mu” di ayat 29 ia sedang berbicara tentang rhema atau pencerahan yang secara pribadi dinyatakan Roh Kudus kepada Simeon. Kata rhema ini jugalah yang digunakan di Efesus 6 : 17 untuk menjelaskan tentang “pedang Roh.”


4. Rhema menimbulkan iman

Roma 10 : 17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Kata firman Kristus di ayat ini juga diterjemahkan dari kata “rhema.” Dengan demikian, iman itu secara supernatural timbul saat Allah memberikan rhema kepada kita. Matius 17 : 20 “Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Iman sebesar biji sesawi itu tidak bisa timbul dengan doa, puasa, atau membaca Alkitab semata. Roma 10 : 17 menegaskan bahwa hanya rhema saja yang bisa menimbulkan iman.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Apakah kita bisa mendapatkan rhema tanpa mengetahui graphe dan logos? Jelaskan.