Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Kehidupan yang Memberi Sesi 5 dari 5



Topik Sesi 5: Allah Sanggup Melakukannya


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Yeremia 32 : 27 ”Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?”


Mazmur 37 : 25 ”Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”


Ayub 42 : 2 ”Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”


Mazmur 147 : 4 ”Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.”


2 Korintus 5 : 17 dikatakan “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”



Bagian 2: Topik Kuliah

Pada sesi yang lalu kita telah mempelajari kesetiaan Allah dalam konteks kehidupan yang memberi. Kita juga telah mempelajari tentang memberi melampaui kemampuan kita, dan membiarkan iman kita menuntun apa yang kita lakukan bagi Allah dan kemuliaanNya. Kita juga sudah belajar tentang suka cita dalam memberi dan bagaimana kita bisa memiliki gaya hidup memberi. Pada sesi ini kita akan belajar untuk percaya bahwa Allah kita sanggup untuk memenuhi semua kebutuhan kita.



1. Penyediaan Allah bagi Bangsa Israel

Mazmur 78 : 9-20 ”Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran;

10 mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. 11 Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka. 12 Di hadapan nenek moyang mereka dilakukan-Nya keajaiban-keajaiban, di tanah Mesir, di padang Zoan; 13 dibelah-Nya laut, diseberangkan-Nya mereka; didirikan-Nya air sebagai bendungan, 14 dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api; 15 dibelah-Nya gunung batu di padang gurun, diberi-Nya mereka minum banyak air seperti dari samudera raya; 16 dibuat-Nya aliran air keluar dari bukit batu, dan dibuat-Nya air turun seperti sungai. 17 Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering. 18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka. 19 Mereka berkata terhadap Allah:”Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? 20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?"


1.A. Bangsa Israel kerap meragukan Allah. Allah telah membuktikan kuasanya saat membelah Laut Merah, menuntun bangsa Israel dalam tiang api dan tiang awan, dan membuat air mengalir dari bebatuan kering. Walaupun Allah sudah melakukan begitu banyak perkara besar, tetapi orang Israel masih meragukanNya dengan berkata “Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? Sanggupkah Allah memberi roti dan menyediakan daging bagi umatNya?” Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan ketidak-percayaan seperti yang bangsa Israel. Perilaku kita seolah-olah meragukan kemampuan Allah. Saat kita melihat seorang pemabuk di jalan, kita kerap berpikir dapatkah Allah melakukan sesuatu atas mereka? Saat kita melihat wanita tuna susila, kita juga berpikir dapatkah Allah merubah hidupnya? Atau saat dokter berkata suatu kita mengidap penyakit yang akan membunuh kita, kita bertanya “Dapatkah Allah mengubah diagnosa dari dokter ini?” Manusia cenderung meragukan Allah karena manusia berpikir dirinya pintar. Tetapi saat manusia akhirnya harus menghadapi situasi yang mustahil diatasi, maka pada saat itulah mereka baru menyadari bahwa kemampuan mereka terbatas.

1.B. Ilustrasi. Ada satu cerita mengenai seorang anak yang masuk ke hutan dengan keledainya untuk mencari kayu bagi ibunya. Waktu hendak masuk, ia bertemu dengan seorang yang bijak. Si orang bijak memanggil anak kecil ini dan bertanya, “Apa yang kau ketahui tentang galaksi di angkasa?“ Anak kecil itu menjawab, ”Maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaanmu karena saya tidak sekolah. Ibu saya seorang janda dan saya tidak pernah belajar tentang galaksi.” Orang bijak itu berpikir dalam hatinya betapa si anak itu memilih untuk menjalani hidup yang sia-sia. Mereka kemudian masing-masing masuk ke dalam hutan, dan setelah beberapa jam mereka bertemu lagi di dalam hutan. Kali ini si orang bijak bertanya kepada anak itu, “Apakah kamu dapat menolong aku?” Si anak kecil lalu menjawab, ”Mengapa saya perlu menolong kamu? Bukankah kamu sudah memiliki semua pengetahuan?” Tetapi orang bijak itu berkata, ”Sesungguhnya saya sedang tersesat. Saya tidak dapat keluar dari hutan ini.” Anak kecil itu lalu berkata, “Anda bisa mengikuti keledai saya, dan keledai ini akan membawa anda keluar dari hutan.” Dan orang bijak ini mengikuti kedelai itu dari belakang. Ini adalah gambaran orang yang sombong, di mana ia merasa mengetahui segala sesuatu tetapi tidak menyadari bahwa sebenarnya kemampuannya dan pengetahuannya itu sangat terbatas.

1.B. Pembuktian kekayaan Allah. Allah telah membuktikan kepada Bangsa Israel bahwa Ia mampu memberi mereka makan di padang gurun selama 40 tahun. Bila diperhitungkan secara matematika, Allah memberikan 4.500 ton roti manna setiap harinya selama 40 tahun. Ini berarti total anugerah roti manna yang diberikan Allah kepada bangsa Israel selama 40 tahun adalah sekitar 65.700.000 ton. Disamping itu, Allah juga memberikan burung puyuh selama 30 hari. Kalau 1 orang makan sebanyak 2 ekor, dan populasi orang Israel saat itu ada sekitar 3 juta orang, maka setiap hari Allah memberikan 6 juta ekor burung puyuh. Apabila 1 ekor burung puyuh bisa dibeli seharga 20 ribu rupiah, berarti dibutuhkan dana 120 milyar setiap harinya untuk mengadakan burung puyuh bagi semua umat Israel. Bila kita kalikan itu dengan 30 hari, maka total dana yang dibutuhkan untuk burung puyuh saja totalnya kira-kira senilai 3,6 trilyun rupiah. Nilai ini lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Allah lebih dari sekedar sanggup untuk memberkati.


2. Firman Tuhan tentang Kebesaran Allah

Dari ayat-ayat firman berikut ini, kita diingatkan kembali bahwa Allah lebih besar dari setiap masalah, beban, atau setiap penyakit kita:

2.A. Yesaya 12 : 6 ”Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

2.B. Daniel 4 : 3 ”Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun!” Ini adalah kesaksian dari Raja Nebukadnezar saat ia melihat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego bebas dari perapian yang menyala-nyala.

2.C. Ayub 42 : 2 ”Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

2.D. Yeremia 32 : 17 ”Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!” Ini adalah kesaksian Yeremia.

2.E. Lukas 1 : 37 ”Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Ini adalah perkataan malaikat yang menampakkan diri kepada Maria.

2.F. Yeremia 32 : 27 ”Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?” Dalam ayat ini, Allah memastikan kembali kebesaran-Nya.


3. Bukti Lebih Lanjut tentang Kebesaran Allah

3.A. Allah itu besar dalam penciptaan. Dalam Kejadian 1 : 1 ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Dan dalam Mazmur 147 : 4 ”Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.” Jumlah bintang di langit menurut ilmu pengetahuan adalah 10 sextilion, ini adalah angka 10 ditambah dengan 21 angka nol di belakangnya. Tuhan tahu jumlah bintang-bintang di langit dan nama-namanya. Allah juga tahu nama setiap kita, alamat kita, di mana kita tinggal, di mana kita bekerja, dan bahkan apa yang kita pikirkan.

3.B. Allah itu besar dalam penebusan. 2 Korintus 5 : 17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Allah mampu mengubahkan kehidupan seseorang yang ada dalam kegelapan dan menebusnya dan mengubahnya menjadi ciptaan yang baru. Saat Paulus ada dalam kehidupan berdosa dan kemudian dia bertemu dengan Yesus, dalam penebusan Kristus maka Paulus diubahkan menjadi ciptaan yang baru.

3.C. Allah itu besar dalam doa. Ada jutaan permintaan doa kepada Allah dari seluruh dunia, tetapi Allah tidak pernah bingung. Allah tidak pernah memberikan jawaban yang salah alamat pada setiap doa yang dipanjatkan ini.

3.D. Allah itu besar dalam perlindungan. Dalam Mazmur 91 : 11 “Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” Pastor Wayne Myers bersaksi, ada suatu waktu saat Perang Dunia ke 2 beliau sedang ada di Samudra Pasifik di atas kapal induk yang membawa pesawat-pesawat tempur. Saat itu ia sedang melakukan pembelajaran Alkitab. Tiba-tiba pesawat musuh menjatuhkan bom ke atas kapal mereka, tetapi bom tersebut tidak meledak. Perlindungan Tuhan begitu besar dan nyata kepada pastor Wayne Myers dan orang-orand di atas kapal itu.


3.E. Allah itu besar dalam penyediaan. Dalam Filipi 4 : 19 dikatakan ”Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Juga dalam Matius 6 : 33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kemudian dalam Mazmur 37 : 25 “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.” Ayat-ayat ini membuktikan bahwa Allah begitu besar dalam penyediaan. Ada kesaksian dari seorang pimpinan misi di suku Indian Totonac di Meksiko. Suatu hari ia kedatangan 8 hamba Tuhan yang telah berjalan empat jam lamanya hanya untuk menemuinya. Ia harus menyediakan sarapan pagi bagi mereka, padahal uangnya hanya cukup untuk membeli 16 butir telur. Jadi istri si pimpinan misi ini menyediakan semua telurnya untuk para tamu, di mana setiap tamu dihidangkan 2 butir telur. Tetapi saat telur-telur ini dipecahkan, mereka mendapati setiap telur itu berisikan 2 kuning telur. Dengan demikian telur-telur ini cukup untuk para tamu dan semua orang di rumahnya juga. Ini adalah cara Tuhan yang menyediakan secara ajaib.

4. Allah Lebih dari Sanggup untuk Menyediakan

Bila kita sekarang sedang memiliki suatu kebutuhan, kita harus percaya bahwa Allah sanggup menyediakan dan mencukupkan segala kebutuhan kita tersebut. Allah sanggup menyediakan, selama kita sungguh percaya kepadaNya.

4.A. Kita harus mengambil langkah iman. Bila kita hanya percaya saja, maka ini tidak cukup. Kita harus percaya dan kemudian melangkah dengan apa yang kita percayai itu sesuai arahan firman Tuhan. Ibrani 11 : 6b Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Tetapi iman ini barulah menjadi iman yang hidup saat kita bertindak.

4.B. Tindakan iman kita dalam memiliki gaya hidup memberi. Allah sedang menunggu kita untuk bergerak. Salah satu tindakan iman kita sesuai dengan pengajaran ini adalah dengan kita mulai memiliki gaya hidup memberi. Kita percaya bahwa dalam memberi inilah maka Allah akan terus menjadi penyedia kita dalam segala kebutuhan kita, agar kita lebih lagi menjadi berkati. Saat kita mulai bergerak dan memiliki gaya hidup memberi, maka Allah pun juga pasti bergerak dan memberkati.


4.C. Iman tanpa perbuatan itu mati. Iman kepada Tuhan adalah satu-satunya harapan di dunia ini. Sudah banyak sekali hamba-hamba Tuhan pergi menginjil ke seluruh pelosok dunia. Dan setiap saat Tuhan selalu mencari hamba-hambaNya yang bersedia untuk dikirimNya hingga menjangkau suku yang terakhir yang belum terjangkaukan. Dengan memiliki gaya hidup memberi, kita juga menjadi orang-orang yang mendukung penginjilan ini. Dengan menjadi seorang pemberi, kita juga membuktikan kasih kita kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita.



5. Ekspresi dari Iman yang Teguh


5.A. Ekspresi iman yang hanya sementara. Pastor Wayne memberikan kesaksiannya dalam salah satu ibadah KKR. Ada seorang lumpuh yang berjalan menggunakan tongkat yang disembuhkan oleh Tuhan secara ajaib dalam KKR itu. Setelah disembuhkan orang tersebut berlari-lari mengelilingi tempat ibadah KKR. Tetapi setelah disembuhkan orang itu datang kembali untuk meminta kembali tongkatnya, karena ia masih ragu akan kesembuhannya tersebut. Dan saat KKR itu berakhir, ia kembali berjalan menggunakan tongkatnya karena keragu-raguannya. Ketidak-percayaan orang itu membatalkan imannya dan kuasa kesembuhan Tuhan, dan mengembalikannya kepada keadaan semula.

5.B. Ekspresi iman yang teguh. Dalam kesaksian lainnya, suatu waktu pastor Wayne sedang berkhotbah di sebuah gereja. Saat itu ada seorang pria tua berusia 70 tahun yang juga berjalan dengan tongkat yang datang paling awal. Ia berjalan sangat perlahan dan tidak dapat mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Di tengah kebaktian Tuhan menyembuhkan si orang tua ini. Ia lalu berlari dan melompat-lompat di gereja. Ia memiliki keyakinan penuh akan kesembuhannya. Karena ia datang paling awal, maka jemaat gereja banyak yang tidak mengerti mengapa ia berlari dan melompat-lompat. Lalu pastor Wayne memanggil orang itu dan memintanya untuk memegang tongkatnya dan menunjukkan kepada para jemaat bagaimana caranya ia berjalan sebelum disembuhkan. Tetapi orang ini menolak menyentuh tongkatnya itu lagi, ia sungguh-sungguh mengekspresikan imannya dengan teguh. Orang itu pulang ke rumah tetap dalam kesembuhan sempurna.




Penutup

Kita adalah orang-orang yang lebih kaya daripada apa yang kita pikir, karena kita terhubung dengan Allah pencipta dari semesta alam. Dan bila Allah itu lebih besar dan lebih kaya dari apa yang kita bisa bayantkan, maka ini berarti kita bisa melakukan jauh lebih banyak dari yang kita pikirkan. Kita harus percayakan seluruh kebutuhan kita kepada Tuhan yang sanggup memberi. Kita tidak perlu mencari orang-orang kaya di sekitar kita untuk berharap kepada mereka, kita hanya perlu mencari Allah pemilik segala sesuatu. Dan di hadapan salib, semua orang itu sama di hadapat Tuhan. Berarti semua dari kita memiliki akses yang sama kepada Penebus kita dan Tuhan yang sanggup memberkati.


Janganlah kita seperti orang Israel yang meskipun sudah melihat begitu banyak mujizat, tetapi masih tetap tidak percaya dan bertanya “Apakah Allah sanggup?” Kita sudah memahami sekarang bahwa Allah kita sanggup, dan Allah telah dan akan terus membuktikannya. Tetapi kita perlu kembali kepada apa yang firman katakan tentang tujuan Allah memberkati kita. Kita tidak dapat menuai bila kita tidak mau menabur. Oleh sebab itu sekaranglah kita mulai menjadi penabur, memiliki suatu gaya hidup yang memberi seperti yang Tuhan inginkan. Allah dapat memenuhi setiap kebutuhan kita. Ia juga Allah yang menggenapi firmanNya dengan sukacita. Allah sanggup melakukan perkara jauh lebih dasyat dan lebih besar lagi dari pada yang kita pikirkan, menurut kuasa-Nya yang ada di dalam kita.




Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Apakah anda pernah bimbang akan kesanggupan Allah dalam menyediakan kebutuhan anda? Ayat apa yang menguatkan anda di saat-saat seperti itu? Mengapa?


2. Berikan kesaksian anda tentang ekspresi iman yang sementara saja, dan bagaimana anda mulai belajar mengekspresikan iman yang teguh.