Program Harvest International Curriculum


Trimester 5


Hubungan Kristus Sesi 5 dari 7


Topik Sesi 5: Kredibilitas Orang Percaya



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

1 Korintus 15 : 1-2 “Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.”

Kisah Para Rasul 2 : 22-24 “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”


Bagian 2: Topik Kuliah


1. Kesaksian tentang Kristus Dimulai dari Pemahaman dan Pengalaman Pribadi

Kisah Para Rasul 1 : 3 “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” Kebangkitan Yesus adalah kisah nyata. Yesus sendiri memberikan berbagai tanda yang membuktikan kebangkitanNya. Bahkan selama 40 hari Ia terus menerus menampakkan diriNya dan berbicara kepada banyak orang. Mereka yang telah menyaksikan kebangkitan Yesus adalah orang-orang yang kredibel, atau bisa dipercaya. Tetapi kita tidak perlu hadir dan menyaksikan kebangkitan Yesus secara fisik untuk bisa menjadi pewarta Injil yang kredibel. Salah satu contohnya adalah Rasul Paulus. Meskipun ia bukan salah satu murid Yesus langsung, tetapi bagi Paulus kisah kebangkitan Kristus sungguh dialaminya secara pribadi sebelum ia mewartakan Injil.


1.A. Paulus menyadari pentingnya Injil keselamatan ini diberitakan. 1 Korintus 15 : 1-2 “Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.” Secara pribadi Paulus sangat menyadari kepercayaan yang telah dianugerahkan kepadanya untuk pemberitaan Injil, karena ia sendiri dahulu membutuhkan dan akhirnya menerima keselamatan ini. Ia menyadari bahwa ia sekarang perlu memberitakan Injil keselamatan ini bagi orang lain dengan tekun.

1.B. Paulus secara pribadi telah menerima dan menguji Injil yang diwartakannya. 1 Korintus 15 : 3a “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri.” Paulus sebelumnya telah menerima sendiri Injil ini secara pribadi. Sebagai salah satu orang yang sangat terkemuka dalam pengetahuan firman, tentunya Paulus juga telah menguji kesemuanya dan pada akhirnya mempercayai kebangkitan dari Yesus sebelum ia sendiri mewartakannya.

1.C. Injil yang disampaikan Rasul Paulus adalah tentang kematian dan kebangkitan Kristus. Rasul Paulus menjabarkan secara detil bahwa yang ia kabarkan di 1 Korintus 15 : 3b-5 “ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.” Satu hal yang selalu diwartakan Paulus saat menginjil adalah tentang kematian dan kebangkitan Kristus, yang diteguhkannya dengan segala bukti-bukti kebangkitanNya yang dapat dipercaya.

2. Kesaksian Kebangkitan Kristus Mendatangkan Transformasi Hidup yang Ajaib

Kekristenan itu selalu dipenuhi keajaiban Allah. Tanpa keajaiban Allah maka Kekristenan tidak lebih dari sebuah agama yang mati saja, sehingga pada akhirnya Kekristenan hanya terdiri dari berbagai upacara, ritual, pengajaran dogma, dan rutinitas keagamaan belaka.


2.A. Kekristenan itu bukanlah suatu agama. Agama berisikan berbagai ritual, tetapi Kekristenan adalah suatu kehidupan yang terhubung dan diubahkan oleh Kristus. Kehidupan Kekristenan tidak membutuhkan berbagai ritual formal.

2.B. Kekristenan berbeda dengan agama Yahudi. Pada saat Yesus hadir, seluruh bangsa Yahudi beribadah mengikuti agama Yahudi mereka. Mereka mengikuti berbagai upacara dan formalitas agama yang mereka laksanakan secara rutin. Tetapi dengan kehadiran Yesus maka banyak upacara keagamaan mereka seharusnya sudah berakhir. Mereka tidak perlu lagi mempersembahkan berbagai korban bakaran di altar.

2.C. Yesus datang sehingga kita tidak butuh perantara lainnya. Oleh kedatangan Yesus maka imam-imam yang selama ini menjadi perantara bangsa Yahudi dengan Allah tidak lagi dibutuhkan, termasuk ritual-ritual agamawi mereka. Karena Yesus, maka setiap orang percaya bisa memiliki hubungan langsung dengan Allah tanpa adanya perantara lagi.

2.D. Yesus datang supaya dunia memiliki pengharapan. Kuasa kebangkitan Yesus mendatangkan pengharapan yang baru yang harus diproklamirkan hingga ke ujung dunia. Begitu banya orang-orang yang putus asa, sakit, menderita, terikat, kesepian, yang tidak punya pengharapan lagi, yang semuanya membutuhkan Kristus sang penebus. Kepada orang-orang inilah kita wartakan bagaimana Kristus telah datang, mati, bangkit dan terus hidup bagi mereka semuanya agar mereka pun juga menjadi hidup. Kesaksian ini pastinya membawa suatu kuasa yang mendatangkan transformasi kehidupan bagi mereka yang memutuskan untuk percaya kepada kuasa kebangkitan Kristus.

3. Tantangan dalam Pewartaan Injil.

Banyak tempat seperti di negara Cina dan negara-negara Islam sebenarnya lebih mempercayai Injil daripada kita sendiri. Mengapa dikatakan demikian? Alasannya adalah karena mereka melarang penginjilan di tempat mereka karena takut akan kuasa Injil yang besar.


3.A. Negara China melarang penginjilan. Penguasa komunis Cina memahami bahwa bila mereka mengijinkan penginjilan di negara mereka, maka orang-orang akan percaya kepada Yesus, dan paham komunisme akan runtuh. Oleh sebab itulah para penguasa Cina harus membuat peraturan baku yang secara spesifik melarang adanya kegiatan penginjilan di Cina, di mana ada penginjilan dianggap sebagai tindakan kriminal yang berkonsekuensi hukuman penjara.

3.B. Negara-negara Arab melarang penginjilan. Negara-negara ini juga mendeklarasikan bahwa penginjilan adalah kegiatan melawan hukum, karena bila diijinkan maka akan ada begitu banyak orang setempat yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat.


3.C. Kesaksian Doktor Osborn. Suatu saat Doktor Osborn sedang melayani di Kenya. Lalu ada 4 orang Islam datang membawa seorang wanita buta. Mereka membawa cambuk, dan mengancam akan menganiaya dan mengusir Doktor Osborn bila ia gagal menyembuhkan si wanita buta. Mereka juga menempatkan beberapa orang di sekeliling Doktor Osborn untuk menyelidiki bilamana ia mempraktekkan ilmu gaib. Tetapi yang terjadi selanjutnya adalah si wanita buta ini berteriak bahwa ia bisa melihat. Setelah kejadian itu orang-orang ini lari dan bersembunyi, sampai suatu hari mereka ditemukan oleh seorang misionaris. Mereka lalu bertanya kepada si misionaris dari mana keajaiban kesembuhan itu berasal? Mereka curiga keajaiban itu berasal dari buku Alkitab yang dibawa oleh Doktor Osborn. Lalu si misionaris menginjili mereka, dan mereka bukan saja terima Yesus tetapi menjadi pengkhobah-pengkhotbah Yesus.

3.D. Kesaksian dari Mahatma Gandhi. Mahatma Gandhi adalah seorang pemimpin India modern. Ia terkenal sebagai seorang pemikir besar yang dihormati. Ia pernah berkata bahwa bila orang Kristen sungguh-sungguh hidup sebagai orang Kristen sejati maka negara India tidak akan memiliki orang pemeluk agama Hindu lagi.

4. Yang Membuat Kesaksian Kita Bisa Dipercaya adalah Kuasa Kebangkitan Kristus

Pada hari Pentakosta, Petrus berkhotbah kepada orang banyak di Kisah Para Rasul 2 : 22-24 “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” Petrus menyatakan kepada orang-orang tentang Yesus dari Nazaret yang memiliki kekuatan dan mujizat Allah. Yesus adalah sumber kesaksian dari Petrus.


4.A. Kesaksian kita menjadi penuh kuasa saat kita wartakan Yesus yang bangkit. Petrus meneruskan khotbahnya di Kisah Para Rasul 2 : 32 “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” Saat Petrus mengkhotbahkan tentang Yesus yang bangkit, maka kredibilitas Petrus bisa dipercayai oleh orang-orang yang mendengarnya karena kuasa kebangkitan Yesus menyertai Petrus saat ia berbicara. Hal yang sama juga akan terjadi saat kita mewartakan kebangkitan Kritus, sebabi kuasa kebangkitan Yesus-lah yang akan bekerja di dalam kita dan melalui kita.


4.B. Kesaksian Doktor Osborn di Jakarta. Pada tahun 1956 Doktor Osborn menyelenggarakan KKR di Jakarta dan dihadiri 200 ribu lebih pengunjung. Ada seorang penderita lepra datang ke KKR itu dengan muka dan telinga yang membengkak, luka-luka yang terbuka dan ruas-ruas jari yang sudah terlepas. Awalnya ia tidak mau terima Yesus, tetapi pada saat ia memutuskan untuk terima dan percaya Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhannya, ia begitu bersukacita. Ia begitu bersukacita sehingga ia tidak menyadari pada saat itu Doktor Osborn sedang berdoa untuk kesembuhan. Tiba-tiba orang tersebut mulai merasakan sensasi di wajah, telinga, hingga jari-jarinya, sebab kulitnya sudah lama terasa kebal karena lepranya. Ia mengalami kesembuhan ajaib di KKR itu. Semua luka-lukanya kering, rasa kebalnya hilang, dan muka dan telinganya tidak membengkak lagi. Kejadian seperti ini membuat Doktor Osborn kredibel atau bisa dipercaya saat ia mewartakan kebangkitan Kristus.

4.C. Kesaksian di Nigeria. Pada suatu KKR di Nigeria, ada istri seorang pengemis yang ikut dalam KKR kesembuhan oleh Doktor Osborn. Si pengemis selama 30 tahun lebih tidak bisa bediri. Ia berjalan dengan merangkak menggunakan karet yang dipotong dari ban bekas. Selepas ibadah KKR si istri segera memberitahukan suaminya untuk bangkit berdiri karena ada kuasa kesembuhan Kristus. Tapi si suami malah menjadi marah karena ia adalah pemeluk agama Islam. Keesokan harinya si pengemis datang ke KKR dan menonton dari kejauhan. Di tengah KKR doa kesembuhan, si pengemis turut memejamkan matanya dan merasakan ada dua orang yang mengangkatnya untuk berdiri. Saat ia membuka matanya, ia tidak melihat siapa-siapa yang membantunya berdiri, karena rupanya ia secara ajaib telah disembuhkan. Ia lalu berlari ke platform KKR, bersaksi, dan menangis bersama istrinya yang juga hadir di situ. Kesembuhan ini juga membuat Doktor Osborn menjadi pewarta kebangkitan Kristus yang kredibel.



3: Diskusi Kelompok

1. Anda tidak menyaksikan kebangkitan Yesus secara fisik, tetapi bagaimana anda begitu yakin bahwa Yesus telah bangkit?

2. Jelaskan dengan kata-kata anda sendiri, mengapa kuasa kebangkitan Yesus mendatangkan berbagai mujizat kesembuhan saat Injil diwartakan?