Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Survey Perjanjian Baru Sesi 5 dari 10


Topik Sesi 5: Kitab Roma, Surat Paulus Tentang Injil Anugerah.

Bagian 1 : Daftar Ayat Renungan

Roma 1 : 16-19 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.”


Roma 3 : 23-24 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”


Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”



Bagian 2: Topik Kuliah.


Pendahuluan

Dalam sesi ini kita akan membahas kitab-kitab yang juga disebut sebagai surat-surat dalam Perjanjian Baru. Ada 21 surat-surat dalam Perjanjian Baru yang umumnya memuat pengajaran-pengajaran. Dari 21 surat-surat dalam Perjanjian Baru, 13 diantaranya ditulis oleh Paulus. Dan dari 13 surat-surat yang ditulis Paulus 9 ditujukan kepada jemaat dan 4 kepada gembala atau pemimpin jemaat. Surat Roma adalah surat yang ditulis oleh Paulus untuk jemaat di Roma. Pada waktu Paulus menulis surat Roma ini ia sendiri belum pernah mengunjungi Roma. Paulus menulis surat ini dalam perjalanan menuju Spanyol, karena ia mengenal banyak orang percaya yang tinggal di Roma (Roma 1 : 8).

Paulus adalah orang Farisi yang sangat memelihara hukum Taurat. Ia adalah orang yang sebelumnya suka menganiaya para pengikut Kristus. Ia menganggap pengikut Kristus adalah orang orang yang mengkhianati iman Yahudi. Saat perjalannya menuju Damaskus, Paulus yang saat itu disebut Saulus mengalami perjumpaan khusus dengan Yesus. Saulus dibutakan oleh cahaya yang begitu terang, dan ketika ia rebah ke tanah ia mendengar suara yang berkata "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kau aniaya itu (Kisah Para Rasul 9:4-5). Setelah peristiwa itu Paulus menjadi orang percaya dan mulai memproklamirkan Kristus. Misi penginjilan Paulus terutama ditujukan kepada bangsa non-Yahudi (Roma 1 : 5 dan Roma 1 : 16-17) dan Tuhan memanggil Paulus untuk menginjil ke bagian barat. Dalam penginjilannya Paulus memuridkan dan menanam jemaat Tuhan (Roma 15 : 19-20). Di kitab Roma Ia menguraikan secara lengkap tentang aktifitas pengabaran injilnya selama 20 tahun (Roma 15 : 17-19). Strategi penginjilan Paulus umumnya dilakukan dengan mengabarkan Injil ke kota-kota besar, yaitu kota-kota yang dilewati jalur perdagangan pada zaman itu. Dengan strategi ini Paulus menyebarkan Injil sampai ke ujung dunia.


1. Isi Kitab Roma. Kitab Roma dikenal sebagai Injil Anugerah. Roma 1 : 16-17 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Injil itu menyatakan kebenaran tentang Yesus yang datang dari Allah bagi mereka yang menerimanya dengan iman


1.A. Untuk mengerti kebenaran Allah kita harus mengakui ketidak-benaran manusia. Di Kitab Roma ada dua golongan orang yang dijelaskan oleh Rasul Paulus, yakni orang Yahudi dan orang non-Yahudi.

1.A.1. Orang non-Yahudi adalah orang berdosa karena mereka tidak mengenal Allah dan oleh sebab itu mereka tidak hidup dalam kebenaran. Paulus menjelaskan bahwa mereka dengan sengaja menghilangkan pengetahuan tentang Allah. Roma 1 : 18-19 “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.”

1.A.2. Orang Yahudi dua kali lebih bersalah dari orang non-Yahudi karena mereka sudah tahu tetang kebenaran Allah. Mereka bukan hanya memiliki kesaksian tentang Allah, tetapi mereka memiliki pewahyuan Allah secara khusus. Namun demikian meskipun mereka memiliki pengetahuan tentang Allah tetapi mereka tetapi tidak mematuhi Allah. Roma 2 : 23-24 “Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."

1.A.3. Dengan demikian, baik bangsa Yahudi dan bangsa non-Yahudi semuanya telah berdosa. Roma 3 : 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Tidak ada manusia yang bisa mencapai standar kebenaran Allah. Mereka adalah orang-orang berdosa, padahal upah dosa ialah maut. Dengan demikian semua manusia sudah berada dalam penghukuman Allah yaitu kematian. Keselamatan dari kematian akibat dosa ini tidak dapat diperoleh melalui usaha manusia atau melakukan hukum Taurat. Roma 3 : 20 “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”


1.B. Paulus berbicara tentang anugerah Allah melalui iman kepada Kristus. Keberdosaan kita menyakiti hati Allah. Roh Kudus-lah yang dapat membuka mata rohani untuk memahami betapa kita telah jatuh dari standar kebenarannya Allah. Melalui karya Roh Kudus kita memiliki kesedihan Ilahi yang membawa kita kepada pertobatan. Tetapi bagaimana caranya kita menerima kebenaran yang tidak kita miliki ? Roma 3 : 21-24 “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”

1.B.1. Kebenaran hanya dapat diperoleh melalui iman pada anugerah Allah yang ada di dalam Tuhan Yesus. Apa yang tidak bisa kita capai karena perbuatan kita sendiri diberikan Allah sebagai anugerah. Pemulihan hubungan dengan Allah merupakan suatu anugerah. Kebenaran Injil ini tersedia sebagai anugerah cuma-cuma bagi semua orang yang mau percaya atas apa yang Yesus sudah lakukan di kayu salib. Roma 3 : 25-26 “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.”

1.B.2. Kita bertanggung jawab untuk menerima kebenaran ini untuk diri kita sendiri. Kita harus memiliki iman kepada Yesus. Injil adalah keselamatan bagi semua orang yang percaya. Kita harus menerima kebenaran ini dan percaya bahwa Tuhan sudah mengampuni kita dengan cara membayar lunas harganya. Anugerah Allah ialah hidup yang kekal melalui Yesus Kristus dan anugerah ini harus kita terima dengan iman. Roma 3 : 27-28 “Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.”

1.C. Kebenaran Allah hanya ada didalam Yesus Kristus. Semua orang telah berdosa. Semua ada di bawah hukuman maut. Dunia dipenuhi dengan berbagai agama dan kepercayaan yang membuat manusia menemukan banyak cara untuk pembenaran diri. Tetapi pesan dari Injil anugerah adalah agar kita menerima kebenaran Allah dengan iman kepada Yesus Kristus. Hanya dengan cara ini kita bisa menerima apa yang tidak bisa kita terima dengan jalan lainnya.

1.C.1. Saat dibaptis, seseorang dikubur bersama dengan Kristus dalam kematianNya dan dibangkitkan bersama sama dengan Yesus dalam kehidupan baru. Roma 6 : 3-4 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”

1.C.2. Roh Kudus berperan dalam membenarkan dan menguduskan semua orang percaya yang dipimpin oleh-Nya Roma 8 : 9-11 “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.”

1.C.3. Orang percaya bukan saja bebas dari hukuman dosa, tetapi juga dari kuasa dosanya. Di Kitab Roma pasal 6, 7, dan 8 Paulus bukan hanya berbicara tentang keselamatan, tetapi juga tentang pembebasan kita dari kuasa dosa. Inilah Injil anugerah yang sepenuhnya. Roma 8 : 1-4 “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.” Sebagai contoh, hukum taurat berkata siapa yang berzinah harus dirajam sampai mati. Tetapi Yesus berkata kepada wanita yang berzinah “Aku tidak menghukum engkau, engkau diampuni engkau terbebas dari hukuman dosamu. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi.” Berarti si wanita ini bukan hanya diampuni tetapi dibebaskan dari hidup yang lamanya. Saat kita menerima Yesus, kita bukan hanya menerima pengampunannya, tetapi kita menerima suatu kebebasan. Firman mengajar bila kita mengenal kebenaran maka kebenaran itu akan memerdekakan kita. Yesus sedang membicarakan kebebasan dari kuasa dosa. Memang kita masih mungkin jatuh kedalam dosa lagi, tapi hidup kita tidak lagi ditaklukkan dosa. Demikianlah kita yang sudah menerima Injil anugerah telah dibebaskan dari upah dosa dan juga kuasa dosanya. Kita menjadi ciptaan baru di dalam Yesus.


2. Tanggapan Tentang Injil Anugerah

Injil anugerah mewartakan kuasa Allah yang menyelamatkan, yang membebaskan dari upah dosa, dan yang juga membebaskan dari kuasa dosa. Saat kita menerima Injil anugerah ini kita patut meresponinya dengan tepat, yakni dengan memberikan hidup kita sebagai persembahan yang sempurna. Roma 12 : 1-2 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”


2.A. Banyak orang menolak Injil anugerah. Ketika orang Yahudi menolak Injil anugerah, maka Injil anugerah ini diberitakan kepada orang orang non-Yahudi (Roma 11 : 11-14).

2.B. Tetapi kasih Allah pada bangsa Yahudi tidak berubah. Roma 11 : 29 “Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.” Tuhan akan tetap menunjukkan kasih-Nya yang mengubahkan hidup manusia ini kepada bangsa Yahudi. Suatu hari nanti orang-orang Yahudi juga akan percaya, seperti yang Paulus katakan di Roma 11 : 26 “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.”

2.C. Bagi mereka yang telah menerima Injil anugerah harus membuktikan hidupnya yang baru, yang berbeda dengan dunia. Contoh hidup yang baru adalah:

2.C.1. Hidup hanya untuk mempermuliakan Tuhan. Hidup seperti ini bukan lagi hidup demi diri sendiri atau untuk melayani diri sendiri. Roma 16 : 27 “bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”

2.C.2. Perlakukan sesama sebagaimana Tuhan perlakukan mereka, yaitu dengan kasih. Roma 13 : 8 “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.”

2.C.3. Tunduk kepada pemerintah, karena pemerintah menjaga keamanan, kedamaian dan keadilan. Roma 13 : 1-2 “ Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.”

2.C.4. Balas kejahatan dengan kebaikan. Roma 12 : 17 “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”


Demikianlah, Injil anugerah ini mengajar agar kita menggunakan kebebasan kita yang baru di dalam Kristus untuk melayani, dan bukan lagi untuk memuaskan atau melayani diri sendiri kagu. Inilah injil anugerah yang dibutuhkan dunia ini. Injil ini mengubahkan orang-orang dari dalam ke luar. Ini adalah Perjanjian Baru yang ditulis dengan kasih Allah di dalam hati kita, sehingga sekarang kita melakukan kebenaran kita mau, bukan karena kita harus. Kita juga mau mematuhi-Nya karena Dia-lah yang lebih dulu mengasihi kita.



Bagian 3: Diskusi Kelompok.

1. Jelaskan ulang dengan kata-kata anda secara rinci tentang Injil anugerah yang diberitakan Paulus dalam Kitab Roma.


2. Roma 12 : 17 berkata “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!” Jelaskan mengapa setiap orang percaya harus mematuhi perintah ini.