Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Kuliah Kehidupan Supernatural Sesi 5 dari 10


Topik Umum: Kehidupan Dalam Roh dan Kesembuhan Melalui Karunia-Karunia Roh Kudus


Topik Sesi 5: Karunia-Karunia Kuasa



Bagian 1: Daftar ayat renungan:

1 Samuel 17 : 45-47 “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Yohanes 2 : 3-8 “Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.”

Yohanes 11: 14-18 “Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Karunia-karunia kuasa adalah manifestasi kuasa Allah yang bekerja melalui hidup kita. Yang termasuk dalam karunia kuasa adalah karunia iman, karunia mujizat, dan karunia penyembuhan. Karunia-karunia ini bekerja secara erat dan bersama-sama dengan karunia-karunia pewahyuan yang sudah kita pelajari sebelumnya. Di pengajaran ini kita akan membahas 2 dari 3 karunia pewahyuan, yaitu karunia iman dan karunia mujizat. Sedangkan karunia kesembuhan akan dibahas pada sesi ke 6.


1. Karunia Iman

Karunia iman yang dimaksud di sini bukanlah iman yang setiap orang percaya miliki dalam menerima keselamatannya. Karunia iman yang dimaksud di sini adalah suatu bentuk iman yang supernatural yang dilaksanakan untuk suatu tujuan dalam waktu yang spesifik. Karunia iman menganugerahkan kuasa yang memampukan seseorang untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu dari Tuhan tidak peduli waktu dan situasinya.

1.A. Menerima karunia iman. Karunia iman ini biasanya diberikan kepada orang percaya setelah ia telah menerima karunia perkataan hikmat. Karunia perkataan hikmat terlebih dahulu meletakkan dasar keyakinan di dalam hati kita, sehingga kita sudah mengetahui terlebih dahulu apa yang akan akan kita lakukan. Karunia ini lalu melepaskan kuasa Tuhan dalam situasi itu, memerdekakan kita untuk mulai bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan tersebut.

1.B. Manifestasi karunia iman. Karunia iman dapat dipraktekkan melalui perintah yang penuh kuasa atas kehendak Tuhan. Contohnya, Yesus memerintahkan badai untuk diam dan tenang. Yesus juga berbicara dengan lantang kepada Lazarus agar Lazarus bangkit. Ketika seseorang menerima suatu pewahyuan, maka karunia iman pun juga akan tiba kepada orang itu guna menuntaskan kehendak rancangan Tuhan. Penting sekali lagi untuk dimengerti di sini bahwa karunia iman ini bermanifestasi pada saat karunia perkataan hikmat telah menyatakan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Oleh sebab itu pada saat karunia iman datang, maka seseorang tidak lagi mendapati hambatan untuk mempercayai apa yang akan dilakukannya.

1.C. Karunia iman menumbuhkan keberanian. Karunia iman meyakinkan kita untuk mengambil keputusan dan menindak lanjutinya dengan berani. Salah satu contohnya bisa dipelajari pada saat Yesus berkata-kata dengan iman.

1.C.1. Tuhan Yesus berkata kepada pohon ara di Matius 21 : 19 “…Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.”

1.C.2. Petrus berkata kepada Safira di Kisah 5 : 9-10 “Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.”

1.C.3. Paulus berkata kepada Elimas si tukang sihir itu di Kisah 13 : 10-11 “…Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia.”

1.C.4. Saat Daud yang masih muda mengalahkan Goliat dengan karunia iman. Daud memulainya dengan berkata kepada Raja Saul di 1 Samuel 17 : 32 "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." Setelah itu Daud berhadapan dengan Goliat dan berkata di 1 Samuel 17 : 45-46a “…Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu…”

1.C.5. Sadrakh, Mesakh dan Abednego berkata-kata dengan iman saat diancam dimasukkan ke dalam perapian di Daniel 3 : 16-18 "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

2. Karunia Mujizat

Karunia mujizat adalah intervensi supernatural yang terjadi di alam yang nyata, di mana intervensi ini tidak takluk pada hukum-hukum alam. Karunia ini menyatakan kedaulatan Tuhan yang secara supernatural dalam mengatur dan mengendalikan alam ciptaanNya.

2.A. Cara kerja karunia mujizat. Karunia mujizat dimulai dari menerima karunia perkataan pengetahuan dan karunia perkataan hikmat. Setelah kita menerima karunia iman, maka karunia mujizat pun juga mengalir di mana dunia alami tidak lagi bisa menahan kehendak Tuhan.

2.B. Karunia mujizat tidak sulit dilakukan. Karunia mujizat mudah dilakukan Yesus karena Dia hanya sudah melihat dan Dia mengerjakan apa yang Bapa lakukan. Yesus berkata di Yohanes 5 : 19 "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Ini berarti Yesus sudah terlebih dahulu melihat Bapa melakukannya sebelum Yesus berjalan dengan karunia mujizat. Demikian juga kita, saat kita sudah menerima karunia perkataan pengetahuan dan hikmat, sesungguhnya kita sudah melihat pewahyuan dari Tuhan akan apa yang kita akan lakukan sebelum sesuatu terjadi. Sekarang kita hanya perlu melepaskan keberanian, yaitu berani melangkah untuk menindak-lanjuti karunia iman yang kita sudah terima.

2.C. Contoh Musa. Tuhan sudah terlebih dahulu nyatakan mujizat melalui perkataan hikmat kepada Musa. Di Keluaran 7 : 8-9 “TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: Apabila Firaun berkata kepada kamu: Tunjukkanlah suatu mujizat, maka haruslah kaukatakan kepada Harun: Ambillah tongkatmu dan lemparkanlah itu di depan Firaun. Maka tongkat itu akan menjadi ular." Di sini Tuhan sudah terlebih dahulu perlengkapi Musa dengan perkataan hikmat bagaimana cara melakukan mujizat di hadapan Firaun. Saat Musa bertemu Firaun, mujizat tongkat berubah menjadi ular mudah dilakukan oleh Musa. Setelah itu, saat bangsa Israel dikejar prajurit Mesir dan mereka tiba di tepi Laut Merah, Musa tidak bimbang untuk mengulurkan tongkatnya untuk membelah Laut Merah. Musa melepaskan karunia iman, dan mujizat terjadi.

2.D. Contoh Nabi Elia dan Nabi Elisa. Nabi Elia sebelumnya melakukan mujizat dengan membelah sungai Yordan di 2 Raja-Raja 2 : 8 “Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.” Dan setelah Nabi Elia diangkat oleh Tuhan, Nabi Elisa berjalan untuk menyeberang kembali sungai Yordan dengan melakukan hal yang sama, dan ini mudah dilakukannya karena Nabi Elisa sudah melihat ini terlebih dahulu dilakukan oleh Nabi Elia. 2 Raja-Raja 2 : 14 “Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.”

2.E. Contoh mujizat Yesus mengubah air menjadi anggur. Dari kisah Yesus mengubah air menjadi anggur, kita bisa belajar bahwa cara mempraktekkan karunia mujizat yang terutama adalah dengan melakukan apa saja yang Yesus katakan. Maria memberi instruksi kepada para pelayan di Yohanes 2 : 5 “…Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!". Ini berarti mujizat adalah hasil dari ketaatan dari apa yang kita telah dengar dari Tuhan.

2.F. Contoh mujizat Yesus membangkitkan Lazarus. Dari kisah Lazarus kita bisa mengerti rentetan urutan karunia-karunia yang Yesus demonstrasikan sebelum karunia mujizat terjadi. Pertama-tama Yesus menerima karunia perkataan pengetahuan yang menyatakan bahwa Lazarus telah mati. Kedua, Yesus menerima karunia perkataan hikmat tentang kapan dan bagaimana cara membangkitkan Lazarus dari kematian. Karunia perkataan hikmat membuka jalan bagi karunia iman untuk Yesus bertindak dengan berani. Yesus kemudian berdiri di depan kubur dan meminta orang-orang di situ untuk menggulingkan batu, dan Yesus berseru dengan keras “Lazarus, marilah keluar!” Lalu terjadilah karunia mujizat. Jadi bagaimana Yesus dengan mudah melakukan mujizat ini? Karena Yesus terlebih dahulu sudah melihatnya melalui karunia perkataan dengan hikmat. Berdasarkan contoh Lazarus di atas, maka kita harus selalu merindukan karunia-karunia itu. Jangan puas memiliki hanya satu atau beberapa karunia saja.


3. Orang Percaya Bekerja Dalam Karunia Mujizat

3.A. Kita harus mengatasi rasa takut. Pada saat Yesus berjalan di atas air, murid-murid-Nya sangat ketakutan. Tetapi Yesus berkata: ”Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus menjawab “Tuhan jika benar itu Engkau, ijinkanlah aku untuk datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Dan Yesus-pun menjawab Petrus di Matius 14 : 27-29 "Datanglah!" Ingatlah bahwa apapun yang Yesus katakan, maka kita harus laksanakan. Petrus melakukan apa yang Yesus katakan, yaitu agar Petrus keluar dari perahu dan mulai berjalan. Petrus tidak berpikir tentang apa yang akan terjadi, atau air danau yang dalam. Petrus dengan sederhana hanya meresponi perkataan Yesus. Selama Petrus terus mengarahkan pandangannya pada Yesus maka tidak ada masalah yang terjadi. Masalah terjadi saat Petrus mulai melihat badainya, tetapi Yesus ada di situ untuk segera menangkap Petrus. Mungkin murid lainnya mentertawakan Petrus, tetapi faktanya Petrus itu adalah satu-satunya yang berani melangkah dengan iman dan berjalan di atas air. Demikian juga kita jangan terpengaruh atas cemooh atau perlakuan orang-orang lain saat kita melangkah dengan iman untuk suatu mujizat. Untuk suatu karunia mujizat terjadi kita harus keluar dari zona nyaman kita. Janganlah kita takut akan kegagalan.

3.B. Kita melakukannya semata-mata karena Tuhan yang menyuruh. Sebagai seorang nelayan Petrus memiliki banyak keahlian cara menangkap ikan. Tetapi suatu hari saat Petrus gagal menangkap ikan dan Yesus memerintahkan Petrus untuk menebar jala kembali. Tetapi Petrus tidak menolak atau mempertanyakannya. Petrus berkata ia akan melakukannya semata-mata karena Yesus yang menyuruhnya. Lukas 5 : 4-6 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.”

3.C. Karunia mujizat masih tersedia bagi orang percaya pada jaman ini. Yohanes 14 : 12 berkata “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan - pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.” Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita untuk beragam karunia-karunia sehingga tanda-tanda dan mujizat-mujizat terus terjadi.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Menurut anda, apa saja yang bisa menyebabkan karunia iman tidak mengalir?


2. Diskusikan kembali apa hubungannya karunia perkataan pengetahuan, karunia perkataan hikmat, karunia iman, dan karunia mujizat.