Program Harvest International Curriculum


Trimester 1


Dasar-Dasar Iman Sesi 2 dari 6


Topik Sesi 2: KeTuhanan Yesus dan Misi Yesus



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Amsal 30 : 4 “Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!”


Mikha 5 : 1 “ Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.”


Matius 1 : 18-25 “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus , karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel " --yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.”


Bagian 2: Topik Kuliah

1. Ketuhanan Yesus.


1.A. Alkitab menyatakan bahwa Yesus dinyatakan sebagai Allah Anak jauh sebelum Ia dilahirkan oleh Maria. Amsal 30 : 4 “Siapakah yang naik ke sorga lalu turun? Siapakah yang telah mengumpulkan angin dalam genggamnya? Siapakah yang telah membungkus air dengan kain? Siapakah yang telah menetapkan segala ujung bumi? Siapa namanya dan siapa nama anaknya? Engkau tentu tahu!” Dari pertanyaan-pertanyaan diatas kita tahu jawabannya tentu saja adalah Allah. Tetapi ada pertanyaan yang menarik di atas, yakni pertanyaan siapakah namanya dan siapa nama anaknya? Apakah Allah mempunyai anak? Mari kita buka didalam kitab Mikha 5 : 2 “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Ayat di kitab Mikha ini dikutip kembali di Perjanjian Baru tentang kelahiran Yesus Kristus, yaitu di Matius 2 : 6 “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

1.B. Yesus adalah anak Allah yang dilahirkan oleh perawan Maria. Mari kita lihat beberapa ayat yang membahas kelahiran Yesus Kristus : Matius 1 : 18 – 25 “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus , karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel " --yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.” Ayat tersebut diatas menceritakan kepada kita tentang kelahiran Yesus Kristus dari perawan Maria. Penting sekali bagi kita orang percaya memahami bahwa Yesus lahir dari perawan Maria. Maria itu adalah Ibu Yesus, tetapi Yesus dikenal bukan sebagai putra dari Yusuf, melainkan putra Allah. Malaikat Tuhan berbicara dengan Maria, di Lukas 1 : 31-35 “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. " Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”

1.B.1. Yesus lebih dari sekedar orang yang baik, seorang nabi, atau seorang pemimpin yang berkarisma. Yesus mati dalam satu kematian martir bagi seluruh umat manusia. Ia berasal dari Allah dan sampai selama-lamanya Ia adalah Anak Allah yang kekal.

1.B.2. Yesus adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia. Allah mengenakan satu tubuh manusia pada diriNya dan Dia diam bersama dengan manusia. Yohanes 1 : 1-2 “Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah .” Yohanes 1 : 14 berkata: “Firman itu telah menjadi manusia , dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”


1.C. Yesus telah ada sebelum semuanya diciptakan. Yohanes 8 : 57-58 “Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Pernyataan yang disampaikan Yesus ketika Ia berkata “Aku telah ada”, ialah pernyataan yang sama di Perjanjian Lama ketika Allah menampakan diri-Nya pada Musa. Musa bertanya tentang siapakah Allah yang mengutusnya? Dan jawaban yang disampaikan Allah ialah jawaban yang sama seperti yang Yesus katakan. Allah berkata di Keluaran 3 : 14 “Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Kita harus memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar dan teguh bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah. Ini adalah pusat kebenaran dalam kehidupan Kekristenan. Yesus berkata bahwa jika seseorang tidak percaya bahwa Ia lebih dari sekedar manusia, orang tersebut masih berada di dalam dosa-dosanya. Yohanes 8 : 23-24 : Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Seseorang bisa saja telah melakukan perbuatan yang baik seumur hidupnya. Ia bisa saja rajin mempelajari Firman Allah, mengikuti pengajaran Yesus, dan bahkan rajin berdoa serta beribadah. Tetapi semuanya itu tidak cukup untuk menyelamatkannya sebelum ia yakin dan percaya dengan teguh bahwa Yesus Kristus ialah Anak Allah yang turun jadi manusia, dan mati menebus dosa-dosa seluruh dunia. Demikianlah maka Kekristenan seringkali dimengerti sebagai Allah yang menjangkau manusia.

2. Misi Yesus.

2.A. Pada awalnya Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya sendiri. Kejadian 1 : 26–27 “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Ayat-ayat tersebut diatas adalah cerita tentang ciptaan Allah dan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Ini berarti manusia itu adalah ciptaanNya yang kudus dan harus hidup benar, karena Allah itu kudus.

2.B. Dosa memisahkan manusia dari Tuhan. Kejadian 2 : 16-17 “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia : "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Manusia diciptakan memiliki kehendak bebas. Allah memberikan manusia seluruh kuasa untuk memerintah bumi. Hanya saja ada satu larangan yang Allah berikan yakni jangan makan buah pohon pengetahuan, sebab apabila manusia memakannya pastilah ia mati. Kejadian 3 : 1-6 “Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. " Tetapi ular itu berkata kepada perempuan i itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati , tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah , tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.” Mengapa mereka memakan buah itu? Karena Adam dan Hawa ingin menjadi seperti Allah. Mereka tidak mau berada di bawah otoritas Allah. Mereka ingin menentukan sendiri apa yang benar menurut keinginan mereka sendiri. Mereka ingin memutuskan jalan hidup mereka sendiri. Itulah yang membuat mereka ingin memakan buah pohon pengetahuan. Tetapi Allah berkata bahwa ketika mereka memakan buah tersebut pastilah mereka mati. Namun jika kita membaca kisah selanjutnya, Adam dan Hawa tidak mati setelah mereka memakan buah pengetahuan. Jadi apa yang dimaksud oleh Allah bahwa mereka akan mati? Kematian Adam dan Hawa ialah kematian rohani. Mereka terputus dari Allah. Itulah arti dari kematian rohani. Roma 5 : 12 “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang , dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” Alkitab berkata dosa telah masuk melalui satu orang, yakni Adam. Dan Alkitab mengatakan bahwa kematian Adam dan Hawa telah menjalar ke seluruh bumi sehingga manusia terpisah dari Allah. Roma 3 : 23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Ayat ini menjelaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Tidak ada yang terkecuali. Semua manusia telah mati di dalam dosa.” Kini manusia terpisah dengan Allah, padahal manusia diciptakan untuk selalu bersekutu dengan Allah. Manusia sejak semula diciptakan untuk selalu berada dalam keluargaNya. Tetapi ada celah besar yang memisahkan manusia dengan Allah, dan Allah mau melakukan sesuatu untuk membawa manusia kembali padaNya.

2.C. Yesus datang kedalam dunia, memberikan hidupNya sebagai korban bagi manusia, sehingga Dia dapat mengembalikan kita kepada Allah. 1 Korintus 15 : 21-22 “Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali j dalam persekutuan dengan Kristus.” Ayat di atas mengatakan bahwa sama seperti oleh satu orang kematian datang pada seluruh manusia, demikian juga oleh satu orang kebangkitan dari maut pun terjadi pada semua orang. Jadi mereka yang ada di dalam Adam memang terpisah dari Allah. Tetapi mereka yang ada di dalam Kristus dipersatukan kembali dalam persekutuan bersama Allah. Alkitab menyebutkan persatuan kembali dengan Allah itu adalah arti dari diselamatkan atau dilahirkan kembali. 2 Korintus 5 : 17-21 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah,yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Allah telah mendamaikan diri-Nya di dalam Yesus Kristus. Sebab Dia yang tidak mengenal dosa, dibuatnya menjadi dosa. Supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Semua orang yang meletakkan imannya pada Yesus telah diperdamaikan dengan Allah. Di atas kayu salib Yesus telah mengambil posisi kita yang seharusnya dihukum, supaya kita dapat kembali menjadi anggota-anggota keluarga Kerajaan Allah.

Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Diskusikan bagaimana Yesus dinyatakan sebagai anak Allah?

2. Apa pendapat anda tentang perkataan Yesus didalam Yohanes 8 : 58 “Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."

3. Jelaskan dengan kata-kata anda sendiri tentang kematian rohani dan dampaknya.