Program Harvest International Curriculum


Trimester 4


Mengembangkan Kepemimpinan Sesi 1 dari 5



Topik Sesi 1: Hati Seorang Pemimpin.


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan.

Amsal 4 : 20-23 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”


Yakobus 1 : 21 “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”


Matius 12 : 33-35 “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.”



Bagian 2: Topik Kuliah.


Pendahuluan.

Lima sesi ke depan tentang mengembangkan kepemimpinan ini diajar oleh Pastor Brian Houston, seorang pendiri, gembala senior, dan evangelist dari Gereja Hillsong. Gereja Hillsong berbasis di Sydney, Australia dan memiliki cabang-cabang di seluruh dunia.

Dalam sesi ini kita akan belajar bahwa hati kitalah yang menentukan siapa kita dan janganlah kita memiliki sikap negatif dalam hati kita. Amsal 4 : 20-23 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”


1. Hati Kita Bisa Menentukan Apa yang Terjadi dalam Hidup Kita.

Amsal 4 : 20-23 “Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Ada 4 hal yang kita pelajari dari Amsal 4 : 20-23 yaitu:

1.A. Kehidupan kita tidak ditentukan oleh sekitar kita. Yusuf dianiaya oleh kakak-kakaknya, dijual ke negeri lain, digoda oleh seorang wanita, dan bahkan dikhianati. Yusuf juga melewati masa kelaparan. Tetapi di manapun Yusuf ditempatkan, ia senantiasa keluar sebagai pemenang. Ini membuktikan bahwa hidup kita tidak ditentukan oleh keadaan sekitar kita, melainkan oleh hati kita. Itulah sebabnya dalam ayat 21 dikatakan janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.” Firman Tuhan harus ada di dalam hati dan bukan hanya di pikiran. Apabila kita memiliki pengetahuan Firman Tuhan hanya di pikiran kita saja maka itu tidak akan memberikan dampak bagi kita dan sekitar kita.

1.B. Kita harus memiliki Firman Allah dalam hati kita. Yakobus 1 : 21 berkata Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Firman Tuhan dalam hati kita akan menyelamatkan jiwa kita, mentransformasi hidup kita, dan akan mengubah seluruh hidup kita. Pelayanan kita juga pasti diubahkan, gereja akan bertumbuh, dan usaha pekerjaan kita juga turut bertumbuh.

1.C. Kita harus menjadi pelaku Firman. Yakobus 1 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri.” Tidak cukup apabila kita hanya mendengar tentang kesembuhan bagi orang lain atau kebangkitan rohani di negara lain. Kita harus memilikinya sendiri di hidup kita, di pelayanan kita, di gereja kita dengan menjadi pelaku Firman. Dan jika kita mau menjadi pelaku Firman, kita pertama-tama harus memiliki Firman itu dahulu di dalam hati kita.

1.D. Dari hati akan terpancar kehidupan. Yakobus 1 : 23-24 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.” Biasanya, saat mendengar Firman Tuhan disampaikan, kita tahu apa yang harus kita perbuat. Tetapi apabila Firman tersebut tidak ada dalam hati kita, sesaat setelah kita meninggalkan gereja, kita segera lupa akan pesan Firman tersebut. Oleh sebab itulah, kita perlu menyimpan Firman Tuhan dalam hati kita, karena dari situlah terpancar kehidupan kita.


2. Sikap Negatif Merupakan Cerminan dari Sikap Kekalahan yang Ada di Dalam Hati Kita.

Matius 12 : 33-35 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Dari ayat-ayat ini kita belajar sebagai berikut:

2.A. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari hatinya.

2.B. Orang yang jahat membawa hal-hal yang jahat dari hatinya.

2.C. Orang yang negatif membawa hal negatif dari dalam hatinya.

2.D. Orang yang kalah membawa hal kekalahan dari dalam hatinya.

2.E. Orang yang beriman akan mengeluarkan kata-kata yang penuh iman dari dalam hatinya.

2.F. Orang yang berkemenangan akan mengeluarkan hal-hal yang penuh dengan kemenangan dari dalam hatinya.

2.G. Orang yang memiliki kehidupan dalam hatinya akan membawa kehidupan kepada orang-orang lain.

2.H. Semua itu tergantung dari apa yang ada dalam diri kita.


3. Sikap Negatif selalu Membenarkan Diri Sendiri.

Amsal 16 : 2 berkata “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Kita sering membenarkan cara kita berpikir, bertindak, berbicara menurut pandangan kita sendiri. Bahkan kita juga sering membenarkan kekalahan, keputus-asaan, depresi kita, tetapi sebenarnya Tuhanlah yang menguji hati kita. Apabila kita mendengarkan seorang yang memiliki sikap negatif sedang berbicara, ia selalu membenarkan dirinya. Seorang pemimpin tidak membenarkan dirinya senidiri tetapi seorang pemimpin haruslah mengambil tanggung jawab.


4. Orang yang Negatif akan Memiliki Teman yang Negatif.

Amsal 13 : 20 berkata “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” Kata bebal yang digunakan di sini maksudnya adalah mereka yang bersikap bodoh. Allah belum tentu akan menghancurkan kita karena kebodohohan kita, tetapi kebodohan bisa menghancurkan potensi yang kita miliki. Dalam pandangan Tuhan, sikap negatif merupakan suatu kebodohan yang bisa menyebabkan rencana Allah tidak tergenapi dalam hidup kita. Orang yang negatif akan memiliki teman yang negatif juga. Mereka cenderung mencari teman yang mau mengerti dan menyetujui kesusahan dan masalah mereka. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau mendengarkan nasihat. Bagi mereka bahkan orang-orang yang positif merupakan ancaman.


5. Sikap Negatif Membesarkan Masalah dan Mendistorsi Kebenaran.

Amsal 12 : 25 “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” Kekuatiran dibangun dari sikap negatif dan bisa mengakibatkan depresi. Dan saat kita mengalami depresi, kita tidak bisa berpikir jernih. Hal-hal yang kecil bisa menjadi besar dan kebenaran jadi terdistorsi. Pada akhirnya ini akan sangat berdampak terhadap pengertian akan kebenaran Firman Tuhan. Oleh karena itulah, sikap negatif sangat berbahaya bagi seorang pemimpin yang seharusnya memiliki pengertian yang benar akan Firman Tuhan.


6. Sikap Negatif Membuat Penilaian yang Tidak Adil dan Pernyataan yang Menjatuhkan.

6.A. Orang yang negatif cepat menghakimi orang lain. Raja Daud memiliki istri yang bernama Mikhal. Saat Raja Daud menari, Mikhal sangat malu dan memandang rendah Daud dalam hatinya (1 Tawarikh 15 : 29). Sebenarnya ini bukanlah masalah Daud, tetapi sikap negatif yang ada di dalam hati Mikhal. Seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Matius 7 : 3 “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” Banyak orang-orang yang seperti ini di gereja. Mereka senang menghakimi musiknya, menghakimi jemaat lain, bahkan menghakimi gembalanya.

6.B. Orang negatif hanya mau mendengar apa yang mau mereka dengar saja. Pastor Brian Houston bersaksi ketika beliau sedang mewartakan Firman di Gereja Hillsong. Pada saat itu ada satu kata yang terucapkan yang menyinggung seorang wanita sehingga wanita tersebut keluar meninggalkan gereja. Kemudian wanita tersebut dengan kesal menceritakan hal itu kepada salah satu diaken dan pulang dengan hanya mengingat pada satu kata yang menyinggungnya itu saja. Semua kata baik lainnya yang diucapkan oleh Pastor Brian Houston sepertinya hilang terlupakan dikarenakan oleh satu kata yang menyinggung tersebut. Ini adalah salah satu ciri dari orang yang negatif. Mereka hanya mau mendengar apa yang mau mereka dengar saja.


7. Sikap Negatif Bisa Mencemari Sekitar Kita.

Amsal 22 : 6 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Kita memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita ataupun orang-orang muda di sekitar kita. Kita harus mendidik dan membimbing mereka ke dalam jalan yang benar dengan menjadi teladan. Bila kita bersikap negatif, maka kita bukan saja tidak bisa menjadi teladan, tetapi kita juga akan mencemari kehidupan mereka yang dapat membuat mereka menyimpang dari jalan kebenaran.


8. Sikap Negatif akan Membatasi Kita dan Merusak Masa Depan.

Sikap negatif akan membatasi kita dengan hal-hal yang kita pikir kita tidak mampu. Pastor Brian Houston bersaksi sewaktu ia masih kecil, saat ia berenang bersama dengan abangnya dan teman-temannya. Setiap kali ia hendak melompat dari papan lompat, ia selalu berpikir ia tidak mampu. Tetapi satu kali, abangnya mendorong dia sehingga ia melompat dan ia bisa melakukannya. Ia bahkan dapat melompat dengan baik sekali. Selama kita percaya kita tidak mampu melakukan suatu hal, kita tidak akan bisa. Kita perlu membawa Firman Tuhan masuk dalam hati kita supaya hal-hal yang baik keluar dari hati kita supaya kita bisa hidup dalam berkat Tuhan.


Bagian 3: Diskusi Kelompok.


1. Apakah pendapat anda tentang orang yang negatif? Jelaskan.


2. Bagaimana kita dapat menolong orang yang negatif tanpa menghakimi mereka?