Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Tim Penanaman Gereja Sesi 5 dari 5


Topik sesi 5: Mempersiapkan dan Mengutus Tim Penanaman Gereja dari Gereja Lokal.



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan.

Markus 16 : 15Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.


2 Timotius 2 : 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai , yang juga cakap mengajar orang lain”.


Matius 13 : 37-38 “Ia menjawab, kata-Nya: ‘Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.’”


Galatia 2 : 9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;”



Bagian 2: Topik Kuliah.


Pendahuluan.

Dalam sesi yang terakhir ini, kita akan belajar bagaimana caranya kita mempersiapkan dan mengirim tim penanaman gereja dari suatu gereja lokal.


1. Gambaran Secara Umum Mengenai Cara Penanaman Gereja yang Dilakukan dengan Metode Tim.

1.A. Dimulai dari gereja lokal yang kuat dan stabil. Tanpa sebuah gereja yang kuat, sulit untuk dapat memiliki visi untuk menanam gereja yang baru.

1.B. Pemimpin gereja harus menanamkan visi kepada jemaat untuk pergi menjangkau. Dalam Markus 16 : 15 “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’” Dengan demikian diharapkan para gembala gereja lokal untuk melatih dan mengajarkan mengenai topik ini dalam gereja. Letakkan visi ini dalam hati jemaat, sehingga jemaat mempunyai visi untuk menjangkau keluar, supaya beberapa dari mereka tergerak keluar untuk menanam gereja.

1.C. Pemimpin gereja harus melatih dan mengajar para jemaat dengan Firman Tuhan. Seperti yang diajarkan dalam 2 Timotius 2 : 2 “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”

1.D. Pemimpin gereja harus melihat setiap jemaat sebagai potensi benih yang baik. Seperti yang Tuhan Yesus ajarkan dalam perumpamaan di Matius 13 : 37-38 “Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.” Sebagai pemimpin, kita harus memiliki visi untuk membangkitkan jemaat sebagai benih yang baik. Apabila kita menanam benih yang baik, maka kita akan menuai tuaian yang baik pula.

1.E. Pemimpin gereja harus menolong jemaat untuk mengetahui karunia Allah atau panggilan mereka. Pemimpin gereja harus mengenal setiap jemaat secara pribadi karena setiap jemaat itu berbeda. Pemimpin gereja juga harus memperhatikan bagaimana para jemaat melayani Tuhan, sehingga bisa mengidentifikasi karunia Allah dalam hidup mereka.

1.F. Pemimpin gereja harus memberikan konseling kepada jemaat. Si pemimpin harus bicara kepada jemaat tentang kerinduan mereka dalam melayani Tuhan dan memastikan mereka memiliki kehidupan yang baik secara jasmani dan rohani. Dengan demikian para pemimpin gereja dapat mengidentifikasi panggilan jemaat yang potensial untuk pergi menggembalakan sebuah tim.

1.G. Pemimpin gereja harus memastikan adanya keharmonisan dan kesatuan di dalam tim penanaman gereja. Dalam 1 Korintus 1 : 10 “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” Pemimpin gereja harus memastikan tidak ada perpecahan, tetapi hubungan saling mengasihi, antara para istri dan anak-anak dalam sebuah tim yang diutus untuk menanam gereja. Seringkali perpecahan tidak terjadi saat tim belum diutus tetapi kemudian perpecahan terjadi di lokasi gereja baru.

1.H. Bagi si calon gembala tim penanaman gereja, ia harus terus mendengarkan nasihat dari pemimpin gereja, staff pelayanan di gereja, dan keluarganya. Amsal 15 : 22 “Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”Jadi banyaknya nasihat itu akan menolong meneguhkan panggilan orang itu dalam hidupnya.


2. Pengutusan Tim Penanaman Gereja.

Setelah semua persiapan selesai, maka para penatua gereja lokal harus mentahbiskan gembala tim dan menumpangkan tangan kepada kepada setiap anggota tim. Ini adalah pengutusan resmi kepada mereka untuk pergi menanam gereja. Kisah Para Rasul 13 : 3 “Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.” Berikut adalah beberapa hal praktis yang harus dilakukan berdasarkan pengalaman Doktor Jim Feeney:

2.A. Pentingnya mengadakan pertemuan yang intens antara gembala tim dan anggota tim sebelum diutus.

2.A.1. Supaya gembala tim mengenal timnya lebih baik. Sangatlah penting untuk tim yang baru ini mengadakan pertemuan yang sering sebelum mereka pergi. Hal ini akan memberikan waktu cukup kepada gembala tim untuk mengenal anggota timnya dengan sangat baik dan juga membantu anggota timnya untuk menilai apakah mereka setuju dengan visi dari gembalanya.

2.A.2. Supaya ada kesepakatan antara gembala tim dan anggota tim secara bulat. Amos 3 : 3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Bagaimana dapat berjalan bersama-sama jika tidak memiliki suatu kesepakatan? Gembala tim dan anggota tim yang diutus harus mengembangkan suatu hubungan yang kuat antara satu dengan yang lain. Harus saling mengenal dan belajar tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing. Pertemuan dapat dilakukan di dalam rumah atau mengadakan ibadah sendiri di rumah sesering mungkin. Dengan cara ini mereka bisa belajar untuk menyembah bersama-sama, berdoa bersama-sama, dan beroperasi dalam karunia-karunia Roh.

2.B. Meninjau lokasi yang baru sebelum tim diutus. Apabila memungkinkan, gembala tim dan pasangannya disarankan untuk meninjau lokasi dahulu selama beberapa minggu agar dapat melihat bagaimana tempat itu sesungguhnya dan juga bisa mengumpulkan informasi-informasi penting seperti:

2.B.1. Bertemu dengan gembala-gembala yang sudah ada di daerah tersebut kalau memang ada.

2.B.2. Mencari tahu apakah ada hukum-hukum atau peraturan tertentu yang mungkin bisa mempengaruhi pelayanan di sana nantinya. Sebagai contoh: di beberapa negara apabila orang-orang selain penduduk setempat mengadakan kebaktian dianggap suatu perbuatan ilegal. Juga di beberapa negara ada agama resmi pemerintah. Oleh karena itu gembala harus mencari tahu apakah hukum-hukum yang berlaku di negara itu. Kita menyadari bahwa hukum Allah lebih tinggi daripada hukum-hukum negara tersebut, tetapi kita juga ingin memakai pengertian dan hikmat dalam hal-hal seperti ini agar tidak berdampak yang kurang baik nantinya.

2.B.3. Mendapatkan informasi tentang perumahan seperti apa yang ada di lokasi, jenis pekerjaan yang cocok untuk anggota-anggota timnya, sekolah yang ada untuk anak-anak yang ikut serta.

2.B.4. Mendapat informasi tentang tempat-tempat yang tersedia untuk bisa mengadakan pertemuan atau mencari gedung-gedung yang bisa disewa yang bisa berguna di kemudian hari.

2.C. Hari pengutusan tim penanaman gereja. Pada hari H di mana waktunya gembala tim dan anggota tim beserta keluarga siap untuk berangkat, beberapa hal yang harus dilakukan adalah:

2.C.1 Gembala tim harus memperkenalkan seluruh anggota timnya kepada gereja dalam suatu kebaktian khusus.

2.C.2. Sebaiknya juga gembala tim menjelaskan visinya kepada jemaat.

2.C.3. Penatua menumpangkan tangan di atas mereka semua dan secara resmi mengirim mereka dengan berkat Allah.

2.C.4. Doktor Jim Feeney menganjurkan untuk mengumpulkan persembahan yang kemudian diberikan kepada tim penanaman gereja ini sehingga jemaat juga merasa berkontribusi terhadap gereja baru yang akan ditanam.


3. Mengunjungi Gereja yang Baru Ditanam.

Penting sekali sebagai gereja yang mengutus untuk menindak-lanjuti gereja yang baru ditanam seperti yang kita pelajari dari penanaman gereja di Perjanjian Baru.

3.A. Menindak-lanjuti dan mengutus pelayan yang sudah dewasa untuk memperkuat gereja yang baru. Salah satu kesalahan yang dibuat banyak gereja adalah mengirimkan tim penanaman gereja dan kemudian melupakannya begitu saja. Di Alkitab ketika tim penanaman gereja dikirim, maka gembala gereja tersebut akan melakukan pengecekan kembali. Juga penting untuk pelayan-pelayan lainnya yang telah dewasa datang mengunjungi gereja yang baru ditanam itu. Saat penanaman gereja di Antiokhia dalam Kisah Para Rasul 11 para pemimpin gereja di Yerusalem mengirimkan beberapa orang untuk melakukan pengecekan di sana. Mereka mengutus Barnabas ke Antiokhia untuk menguatkan gereja di situ. Dan kemudian Barnabas juga mengajak Paulus untuk turut serta ke Antiokhia.

3.B. Pelayan-pelayan yang sudah dewasa membantu gembala mengidentifikasi masalah yang timbul dalam gereja yang baru. Kisah Para Rasul 15 : 36 “Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: ‘Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.’” Seperti yang dikatakan Paulus, penting bagi pelayan-pelayan yang sudah dewasa untuk datang mengunjungi gereja yang baru ditanam. Paulus tahu bahwa mereka telah memulai banyak gereja baru dan seringkali dipimpin oleh gembala yang masih muda. Gembala yang masih muda tidak memiliki banyak pengalaman seperti para gembala yang sudah lebih senior. Jika para gembala yang lebih senior tidak bisa datang secara pribadi, maka mereka dapat mengirimkan surat untuk membantu membetulkan masalah-masalah tertentu. Tetapi sekarang ini kita bisa membantu mereka dengan cara yang lebih mudah misalnya lewat media sosial atau telpon. Yang terpenting di sini adalah gereja yang baru haruslah didukung lebih lanjut.


4. Belajar dari Kitab Kisah Para Rasul.

Seperti tanaman yang perlu disiram, dicangkul, diberi pupuk dan dipelihara terus menerus, begitu juga dengan gereja. Apabila tidak dipelihara, gereja akan mati. Kita belajar dari Alkitab adanya tim para pelayan dari gereja yang mengutus melakukan pemeriksaan kembali kepada gereja yang baru.

4.A. Kisah Para Rasul 8.Tim daripada Petrus dan Yohanes melakukan pemeriksaan kembali di gereja Samaria.

4.B. Kisah Para Rasul 14 dan 15.Paulus dan Barnabas melakukan pemeriksaan kembali atas gereja-gereja yang telah mereka tanam.

4.C. Kisah Para Rasul 15.Paulus dan Silas, Yudas dan Silas, mereka pergi mengunjungi gereja-gereja di Antiokhia dan Siria.

4.D. Kisah Para Rasul 11.Agabus melayani gereja di Antiokhia.

Jadi hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kembali tim penanaman gereja yang diutus.


Penutup.

Di dalam dunia ini ada milyaran orang yang belum diselamatkan. Mereka benar-benar dikasihi oleh penyelamat kita Yesus Kristus, sama seperti Yesus mengasihi kita. Tanpa Yesus mereka akan terhilang. Puji Tuhan, ada para penginjil yang menjangkau mereka di luar sana dan ribuan orang diselamatkan. Tetapi yang menyedihkan adalah ribuan dari mereka diselamatkan tapi ditinggalkan tanpa gereja. Bagi para gembala, para pemimpin gereja, dan kita semua, inilah pekerjaan dan panggilan kita. Allah telah menaruh kemampuan di dalam gereja kita masing-masing untuk menghasilkan dan mereproduksi gereja. Kebutuhan untuk gereja sangatlah besar. Yesus mengatakan tuaian banyak tetapi pekerja sedikit. Doktor Peter Wagner, seorang misionaris, membuat suatu pernyataan unik. Beliau berkata: “menanam gereja baru adalah metode penginjilan yang paling efektif yang dikenal di bawah langit ini”. Demikian juga pernyataan Doktor Donald McGavran, seorang misionaris, “tugas yang paling utama hari ini adalah pelipat gandaan gereja secara efektif.” Hal ini berlaku bagi setiap kebudayaan, bahasa, dan setiap benua di dunia ini.



Bagian 3: Diskusi kelompok.

1. Anggaplah gereja anda mengutus anda sebagai gembala yang akan dikirim ke daerah baru untuk menanam sebuah gereja. Persiapan apakah yang akan anda sarankan bagi setiap anggota tim secara rohani dan jasmani?


2. Bagaimana gembala tim bisa mengembangkan persatuan dan hubungan baik di dalam tim? Usulkan beberapa cara.


3. Jelaskan kembali, apa saja peranan gereja yang mengutus tim penanaman gereja setelah pengutusan?