Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Tim Penanaman Gereja Sesi 4 dari 5

Topik Sesi 4: Mengenali Tim Penanam Gereja.



Bagian 1 : Daftar Ayat Renungan.


Efesus 4 : 11-12 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”


1 Timotius 3 : 1-7 “Perkataan ini benar, "Jika seseorang menghendaki jabatan penilik jemaat, ia menginginkan pekerjaan yang baik." 2 Karena itu, penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela, suami dari satu istri, bijaksana, menguasai diri, dihormati, suka memberi tumpangan, dan terampil mengajar, 3 bukan peminum, bukan orang yang kasar melainkan lemah lembut, tidak suka bertengkar, dan bukan orang yang cinta uang. 4 Ia harus dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan baik dan menjaga anak-anaknya untuk taat dengan rasa hormat. 5 Sebab, jika ia tidak tahu bagaimana mengurus rumah tangganya sendiri, bagaimana ia akan mengurus jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang petobat baru supaya ia jangan menjadi sombong dan jatuh ke dalam hukuman iblis. 7 Ditambah lagi, ia haruslah seorang yang memiliki reputasi yang baik di antara orang-orang luar sehingga ia tidak jatuh dalam kehinaan dan jebakan iblis.”


Lukas 10 : 2 “Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”



Bagian 2: Topik Kuliah.


Pendahuluan.

Di sesi ini kita akan membahas bagaimana cara mengidentifikasi orang-orang yang sudah ada di gereja lokal kita sebagai anggota dari tim penanaman gereja. Kita akan memulainya dengan mengidentifikasi gembala dari tim dan kemudian para anggota timnya. Mereka-mereka ini haruslah orang-orang yang telah dipanggil oleh Tuhan untuk dikirim, khususnya si gembala dari tim. Ada banyak gembala-gembala yang baik di dunia ini. Mereka mungkin memang dipanggil untuk menggembalakan gereja-gereja yang sudah berdiri. Tetapi tidak semua gembala memiliki panggilan Tuhan untuk memimpin tim untuk penanaman gereja baru.


1. Pemilihan Calon Gembala dari Tim Penanaman Gereja.

Berikut kita akan mempelajari kriteria-kriteria apa saja yang harus dipenuhi bagi seorang yang harusnya menjadi gembala dari sebuat tim penanaman gereja.

1.A. Kunci utama keberhasilan tim penanaman gereja ada pada panggilannya. Efesus 4 : 11-12 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”

1.A.1. Seorang gembala tim penanaman gereja baiknya berasal dari mereka yang termasuk dalam pelayanan lima jawatan. Rasul Paulus adalah seorang penanam gereja. Ia adalah seorang rasul dan juga seorang pengajar. Sebaliknya, Filipus adalah seorang pewarta injil. Tetapi Filipus dipercaya menjadi tokoh yang menanam gereja di Kaisarea. Dengan demikian seorang gembala dalam tim penanaman gereja bisa saja adalah seorang yang memiliki salah satu posisi dalam lima jawatan. Ia tidak harus menjadi seorang yang terpanggil sebagai seorang gembala.

1.A.2. Tugas seorang gembala tim penanaman gereja adalah merintis, dan bukan hanya memimpin gereja. Tugas menanam sebuah gereja membutuhkan kerja keras yang biasanya cukup berat. Namun bagi seorang yang dipanggil Tuhan pekerjaan berat ini tidak menjadi masalah, sebab kerinduan panggilan Tuhan akan jauh melebihi segala tantangannya. Kisah Para Rasul 13 : 1-3 “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. 2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." 3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.” Pada ayat kedua di atas, Tuhan telah memisahkan Barnabas dan Saulus untuk suatu tugas. Pada ayat ketiga mereka berpuasa dan berdoa lagi untuk mengetahui apa tugas Tuhan secara jelas. Setelah itu barulah mereka mentahbiskan Barnabas dan Saul untuk dikirim keluar. Di sini kita bisa pelajari, ada orang-orang yang ditahbiskan menjadi hamba Tuhan untuk melayani di gereja, tetapi ada juga yang ditahbiskan untuk dikirim keluar. Ini juga bisa lebih jelas bila kita membaca di 1 Korintus 3 : 6 “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.” Tugas menanam dan menyiram itu dilakukan oleh orang-orang yang berbeda, tetapi pada setiap pelayanan hanya Allah yang membuatnya bertumbuh.

1.B. Seorang gembala tim penanaman gereja harus memenuhi kualifikasi Alkitabiah. Kita harus mencari seseorang yang bukan saja bersedia untuk dikirim, tetapi seseorang dengan kualitas paling baik. Gereja Antiokhia di Kisah Para Rasul pasal 13 mengutus Barnabas dan Paulus. Mereka adalah orang-orang terbaiknya dari gereja itu. Tetapi banyak gereja-gereja cenderung untuk mempertahankan orang-orang terbaiknya untuk tetap tinggal di gereja, dan mengirimkan yang kurang baik keluar.

1.C. Kualifikasi menurut Alkitab. Di 1 Timotius 3 : 1-7 dikatakan, “Perkataan ini benar, "Jika seseorang menghendaki jabatan penilik jemaat, ia menginginkan pekerjaan yang baik." 2 Karena itu, penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela, suami dari satu istri, bijaksana, menguasai diri, dihormati, suka memberi tumpangan, dan terampil mengajar, 3 bukan peminum, bukan orang yang kasar melainkan lemah lembut, tidak suka bertengkar, dan bukan orang yang cinta uang. 4 Ia harus dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan baik dan menjaga anak-anaknya untuk taat dengan rasa hormat. 5 Sebab, jika ia tidak tahu bagaimana mengurus rumah tangganya sendiri, bagaimana ia akan mengurus jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang petobat baru supaya ia jangan menjadi sombong dan jatuh ke dalam hukuman iblis. 7 Ditambah lagi, ia haruslah seorang yang memiliki reputasi yang baik di antara orang-orang luar sehingga ia tidak jatuh dalam kehinaan dan jebakan iblis.”

Kualifikasi ini ditegaskan diulang di Titus 1 : 6-9 “Dia haruslah orang yang tidak bercela, suami dari satu istri, mempunyai anak-anak yang percaya, dan tidak dituduh karena hidup yang tidak bermoral atau memberontak. 7 Sebab, seorang penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela sebagai penatalayan Allah, tidak sombong, tidak cepat marah, bukan pemabuk, tidak suka berkelahi, dan tidak serakah dalam mencari keuntungan. 8 Sebaliknya, suka memberi tumpangan, mencintai apa yang baik, bijaksana, adil, saleh, dan dapat menguasai diri. 9 Ia berpegang teguh pada perkataan yang dapat dipercaya, sesuai dengan yang sudah diajarkan, sehingga ia dapat memberi nasihat menurut pengajaran yang sehat* dan menegur mereka yang membantahnya.”

Dari kedua kelompok ayat di atas, kita bisa ambil kesimpulan sebagai berikut:

1.C.1. Seorang gembala tim penanaman gereja harus terlebih dahulu membuktikan kualitas kehidupan yang baik. Ia harus memiliki satu pasangan dan hidup bijak dalam keluarganya di mana ia dapat mengurus rumah tangga termasuk anak-anaknya. Ia sudah dikenal sebagai orang yang bijak, dapat menguasai diri, dihormati, suka memberi tumpangan, dan cakap dalam mengajar.

1.C.2. Gembala tersebut juga harus memiliki karakter yang baik, seperti yang kita dapatkan pada ayat-ayat di atas. Hal ini termasuk tidak memiliki kebiasaan buruk, lemah lembut, tidak suka bertengkar, tidak serakah, dan tidak sombong. Dalam pengalamannya, menurut Pastor Jim Feeney ada beberapa karakter penting lainnya yang harus dimiliki oleh seorang gembala tim penanaman gereja, antara lain:
a. Memiliki visi Tuhan.
b. Orang yang rendah hati.
c. Tidak terintimidasi saat menghadapi pekerjaan berat.
d. Tidak mudah kecil hati, dan tidak mudah menyerah.
e. Memiliki keberanian dan keteguhan hati.
f. Memiliki kepribadian yang dapat mengumpulkan orang banyak.
g. Orang yang bermotivasi dan tidak ragu memulai sesuatu sendiri.
h. Orang yang rohani, bukan duniawi.
i. Seorang pendoa.

1.D. Seorang gembala tim penanaman gereja harus memiliki kualifikasi kompetensi dalam melayani. Ada 4 hal utama yang harus dimiliki orang tersebut:

1.D.1. Ia memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik.

1.D.2. Ia memiliki pengetahuan Firman Tuhan yang menyeluruh dan kuat.

1.D.3. Ia memiliki kemampuan untuk berkhotbah dan mengajar dengan baik.

1.D.4. Memahami dan beroperasi dalam karunia-karunia Roh Kudus.

Cara ideal untuk melatih si calon gembala tim penanaman gereja adalah secara internal di dalam gereja lokal itu sendiri. Program gereja ini bisa dilaksanakan secara sederhana, tetapi dengan efektif. Program ini juga bisa dilakukan dengan cara mengikut sertakan para calon gembala ini untuk melayani bersama-sama dengan gembala utama dan langsung terjun ke lapangan dalam semua kegiatan pelayanan di gereja tersebut seperti Yesus mengajak para murid-muridNya. Saat bersama-sama dengan gembala utama, maka para calon gembala dimentoring dan diberi kesempatan untuk berdoa, melayani yang sakit, berkhotbah, dan seterusnya.


2. Pemilihan Anggota Tim Penanaman Gereja.

Lukas 10 : 2 “Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Saat kita meminta kepada Tuhan sebagai yang empunya tuaian, maka Tuhan sendiri akan mengirimkan pekerja-pekerja tersebut. Di jaman dulu, menanam gereja dilakukan sebagian besar hanya dengan mengirimkan satu orang saja. Tetapi Alkitab mengajar betapa lebih efektif lagi bila penanaman gereja ini dilaksanakan oleh satu tim yang berdedikasi.

2.A. Allah akan memanggil orang-orang atau keluarga-keluarga tertentu, menggerakkan hati mereka untuk bergabung dalam tim penanaman gereja. 1 Samuel 10 : 26 “Saulpun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah.” Di sini Saul sudah dipilih menjadi raja pertama bangsa Israel. Tetapi Allah tidak membiarkan Saul melayani sendirian. Allah menggerakkan hati orang-orang, dan mereka menemani Saul. Pada saat Allah sudah memilih seorang gembala tim penanaman gereja, maka Allah pun juga akan menggugah banyak orang lainnya untuk ikut pergi mendampingi.

2.B. Anggota tim penanaman gereja tidak perlu berasal dari pelayanan lima jawatan. Namun demikian mereka harus memiliki keyakinan panggilan Tuhan yang pasti untuk melayani dengan mengandalkan kekuatan Allah. Dan sama seperti si gembala, maka setiap anggota juga harus memahami bahwa mereka dipanggil untuk merintis gereja baru, suatu tugas yang menuntuk kerja keras.

2.C. Anggota tim penanaman gereja juga harus mereka yang berkualitas dan terlatih secara Alkitabiah. Dalam perumpamaan penabur, Yesus menjelaskan di bagian akhir perumpamaan itu di Matius 13 : 37-38 “Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.” Dalam perumpamaan yang sama, di kitab Lukas benih yang baik itu mewakili Firman Tuhan. Tetapi di kita Matius di atas benih yang baik mewakili anak-anak Kerajaan. Mereka-mereka dianggap sebagai benih yang baik.

2.D. Anggota tim penanaman gereja haruslah mereka yang tunduk dan bersedia dilatih di bawah pelayanan lima jawatan. Kembali lagi tentang ayat lima jawatan di Efesus 4 : 11 dikatakan “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar.”Kemudian di ayat yang ke 12 diteruskan lagi tujuan dari pelayanan lima jawatan, yaitu “Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Berarti pelayanan lima jawatan diciptakan Allah dengan tujuan memperlengkapi orang-orang kudus yang dipersiapkan untuk penanaman gereja. Dengan demikian para anggota tim penanaman gereja harus bersedia dilatih dan tunduk pada pelayanan lima jawatan. Berarti kita jangan pilih mereka yang malas ke gereja, atau malas belajar. Mereka haruslah orang-orang yang memiliki kehausan untuk dilatih.

2.E. Berikut adalah kriteria yang ditambahkan oleh Pastor Jim Feeney tentang anggota tim penanaman gereja sesuai dengan pengalaman-pengalaman beliau saat membentuk tim tersebut. Kriteria yang baik untuk mereka yang menjadi tim penanaman gereja adalah:
a. Memiliki kasih yang sungguh terhadap gembala tim.
b. Haruslah orang yang setia sepenuhnya pada gembala tim.
c. Memiliki hati seorang hamba.
d. Sangat baik bila orang tersebut sudah memiliki kemampuan menginjil.
e. Harus taat dan menghormati kepemimpinan gembala tim.
f. Memiliki integritas terbaik.
g. Haruslah orang rohani, bukan duniawi.
h. Harus bersedia untuk bekerja keras.


Penutup
Setiap pelayan Tuhan yang telah ditunjuk untuk menjadi tim penanaman gereja harus memiliki konsep berkerja sama dengan tim yang kuat. Tidak ada dari kita yang memiliki karunia atau kemampuan yang cukup untuk melakukannya seorang diri. Mungkin setiap kita memiliki satu atau dua hal yang baik yang kita bisa lakukan, tetapi ada lebih banyak lagi hal lainnya yang kita tidak akan mampu. Di gereja lokal kita kita pasti dapat menemukan orang-orang tersebut yang memilik kemampuan yang kita tidak miliki. Dengan demikian, seharusnya mengirimkan tim untuk penanaman gereja bukanlah hal yang terlalu sulit untuk dilakukan setiap gereja lokal.



Bagian 3: Diskusi Kelompok.

1. Dari kualifikasi atau kriteria seorang gembala tim penanaman gereja di atas, manakah yang menurut anda sangat penting? Mengapa?


2. Demikian juga untuk kualifikasi atau kriteria seorang anggota tim penanaman gereja yang telah diulas di atas, manakah menurut anda yang sangat penting? Mengapa?