Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Dipimpin oleh Roh Kudus Sesi 2 dari 5


Topik : Bagaimana Allah Memimpin Kita Melalui Roh Kita



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

1 Tesalonika 5 : 23 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”


Yohanes 4 : 24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”


Yohanes 13 : 21 “Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”



Bagian 2: Topik Kuliah

Di dalam pelajaran sebelumnya, kita sudah membahas mengenai bagaimana Allah memimpin kita melalui FirmanNya, melalui integritas kita, melalui damai sejahteraNya, dan melalui nasihat orang lain. Di sesi ini kita akan membahas secara spesifik bagaimana Allah memimpin kita melalui roh di dalam kita.


1. Manusia memiliki roh.

Zakharia 12 : 1 “Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan roh dalam diri manusia. Artinya setiap manusia memiliki roh di dalam dirinya. 1 Tesalonika 5 : 23 “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”Ayat ini juga mengajar bahwa manusia itu terdiri dari tiga bagian, yakni roh, jiwa, dan tubuh.

1.A. Ada perbedaan antara roh dan jiwa manusia. Roh itu adalah siapa jati diri kita sebenarnya, atau manusia asli kita, yang tinggal di dalam tubuh. Jiwa itu berbeda, karena jiwa itu terdiri dari kehendak, pikiran, dan emosi. Sedangkan tubuh adalah rumah tempat tinggal roh manusia itu.

1.B. Allah adalah Bapa segala roh. Ibrani 12 : 9 “Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?”Yesus mengkonfirmasikan bahwa Allah adalah Roh di Yohanes 4 : 24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Di sini kita bisa menyimpulkan bahwa jika Allah itu Roh, dan manusia diciptakan menurut gambaran Allah, (Kejadian 1 : 27), maka manusia ciptaan Allah juga pasti adalah roh. Tubuh manusia itu berbeda, karena dibentuk oleh Allah dari debu tanah. Tetapi tubuh itu sendiri tidak dapat hidup tanpa roh yang ada di dalamnya, sebab Alkitab juga menjelaskan bahwa tubuh tanpa roh itu mati. Yakobus 2 : 26 “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” Agar manusia itu hidup, maka Allah menghembuskan nafasNya pada manusia, Kejadian 1 : 7 “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”

1.C. Roh di dalam manusia mati di taman Eden (Kejadian 2 : 15-17). Pada saat Adam dan Hawa memakan buah terlarang, mereka tidak mati secara jasamani. Alkitab sedang menjelaskan bahwa Adam dan Hawa mengalami suatu kematian rohani. Dosa mereka berdampak pada kerohanian mereka. Mereka saat itu mengalami kematian rohani karena mereka dipisahkan dari Roh Allah (Kejadian 3 : 8-9). Karena Adam dan Hawa merupakan kepala atau sumber dari umat manusia, maka kematian rohani ini diturunkan kepada keturunan mereka. Karena itulah manusia tidak lagi memiliki sifat-sifat atau karakteristik Ilahi dalam dirinya. Bahkan di Efesus 2 : 1-3 dijelaskan bahwa manusia yang mati karena pelanggaran dosa-dosanya menjadi anak-anak yang dimurkai Allah.


2. Rencana Penebusan Allah Mengubah Sifat-Sifat Jasmaniah Manusia.

Yehezkiel 36 : 26-27 “Aku akan memberimu sebuah hati yang baru, dan roh yang baru akan Aku taruh di dalammu; dan Aku akan membuang hati batu dari tubuhmu dan memberimu hati daging. Aku akan menaruh Roh-Ku ke dalammu, dan membuatmu berjalan dalam ketetapan-ketetapan-Ku, dan kamu akan berhati-hati untuk mematuhi peraturan-peraturan-Ku.” Rencana Allah melalui nubuatan Nabi Yehezkiel adalah untuk mengubah manusia agar mereka kembali memiliki sifat-sifat atau karakteristik Ilahinya Allah. Rencana tersebut akhirnya digenapi melalui Yesus Kristus. Manusia yang tadinya sudah terpisahkan dengan Allah dibawa kembali mendekat kepadaNya melalui karya penebusan dari Kristus. Yesus telah mati di kayu salib bagi dosa-dosa umat manusia. Yesus dibangkitkan dari mati agar manusia bisa memiliki hidup yang baru. Saat seseorang bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya maka ia akan dianugerahkan roh yang baru ini.

2.A. Roh baru di dalam diri manusia. Yohanes 3 : 1-8 “Jawab Yesus kepadanya, "Sebenar-benarnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."4 Nikodemus bertanya, "Bagaimana mungkin seseorang dapat dilahirkan kembali kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk lagi ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan kembali?" 5 Jawab Yesus kepadanya, "Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. 7 Janganlah heran karena Aku berkata kepadamu, ‘Kamu harus dilahirkan kembali.’ 8 Angin bertiup ke mana pun ia mau dan kamu mendengar bunyinya, tetapi kamu tidak tahu dari mana asalnya dan ke mana ia akan pergi. Begitu juga dengan setiap orang yang dilahirkan dari Roh." Kita mendapatkan tubuh jasmani kita saat ibu kita melahirkan kita, tetapi roh kita diberikan oleh Allah. Seperti telah dijelaskan di atas, manusia sesudah kejatuhan Adam hidup dalam kematian roh. Satu-satunya cara agar kita supaya kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah jika roh kita dilahirkan kembali. Saat seseorang bertobat dan menerima Yesus dalam hidupnya maka Roh Allah memperbaharui roh orang tersebut sehingga mengubahkan dia. Kita tidak dapat melihat roh ini. Tetapi seperti seperti angin bertiup maka kita bisa rasakan perbedaannya, kita bisa saksikan dampak perubahan kehadiran Roh Allah pada kehidupan seseorang. Ia akan berubah karena sekarang ia akan berbicara dan bertindak dengan cara berbeda. Ia akan dipenuhi kasih, dan ia akan selalu bersaksi tentang Tuhan.

2.B. Kita menghubungi Allah melalui roh kita dan Allah menghubungi kita melalui Roh-Nya. Yohanes 4 : 24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Jika Allah adalah Roh yang membimbing dan memimpin kita, maka Ia melakukannya melalui roh kita. Demikianlah maka tuntunan Allah tidak dapat dirasakan dengan perasaan, pikiran, atau panca indera jasmaniah kita.

2.C. Allah menyinari roh kita. Amsal 20 : 27 “Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.” Dari ayat ini kita mengerti bahwa Allah menuntun kita dengan menerangi roh kita. Roma 8 : 14 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Juga dikatakan di Roma 8 : 16 “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Berarti Roh Kudus itu bersaksi dengan roh kita, bukan dengan tubuh jasmaniah kita. Bahkan segala sesuatu yang berasal dari Tuhan itu hanya bisa dibedakan atau diterima secara rohani. 1 Korintus 2 : 14 “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Allah juga mengungkapkan apa yang telah la persiapkan bagi kita melalui roh kita (1 Korintus 2 : 9-12).

Tetapi janganlah kita melupakan bahwa semua hal rohani yang dibahas di sini harus diawali dengan Firman Allah yang harus menjadi pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita terlebih dahulu. Tanpa Firman tersebut, maka kita pimpinan Roh Tuhan akan goyah dan kita akan mudah disesatkan. Tetapi bila Firman Tuhan sudah berakar dengan baik di dalam hati dan pikiran kita, maka Roh Tuhan akan bekerja dengan leluasa melalui roh kita.


3. Bagaimana Allah Berperkara dengan Roh Kita.

Banyak orang melakukan kesalahan atau salah mengambil keputusan dalam hidup atau dalam pelayanan mereka. Mereka menjadi sedih dan menyalahkan mengapa Tuhan tidak mengingatkan mereka sebelumnya. Tetapi kebenarannya adalah sesungguhnya Tuhan telah berusaha mengingatkan mereka sebelum mereka salah jalan. Tuhan telah memberikan tuntunan dan hikmatNya berkali-kali, tetapi banyak orang mencoba menangkapnya dengan pikiran atau perasaan mereka saja. Pikiran atau perasaan kita tidak diciptakan untuk menerima hikmat dari Tuhan. Sebaliknya kita harus mendengarkan tuntunan Tuhan dengan roh kita. Berikut adalah beberapa cara Allah berperkara dengan roh kita:

3.A. Kita merasakan kesusahan dalam roh. Di Yohanes pasal 13, Yesus bersama murid-muridNya sedang dalam perjamuan makan bersama ketika Iblis membisikkan rencana ke dalam hati Yudas untuk mengkhianati Yesus. Lalu itu Yesus membasuh kaki murid-muridNya. Di Yohanes 13 : 21 dikatakan, “Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Kata terharu ini artinya adalah suatu suasana hati yang susah. Kata yang sama ini dipergunakan juga untuk menjelaskan bagaimana air bergoncang saat malaikat Tuhan turun ke kolam Betesda di Yohanes 5 : 2. Kita bisa simpulkan di sini bahwa bila kita ada di tengah-tengah orang yang memiliki roh Iblis atau sedang merancang suatu motivasi yang tidak benar maka hati kita akan bergumul dan menjadi susah.

3.B. Kita merasa terganggu dalam roh. Kisah Para Rasul 16 : 16-18 mengisahkan seorang perempuan yang memiliki roh tenung yang mengikuti Paulus dan berseru-seru memuji Paulus sebagai hamba Allah. Tetapi Paulus tidak tahan akan gangguan dari perempuan itu dan mengusir roh tenung dari padanya. Saat Paulus tidak tahan akan si perempuan tersebut Paulus sedang merasakan suatu gangguan dalam rohnya karena ada roh jahat yang memotivasi si perempuan itu. Alkitab sedang mengajarkan kepada kita bahwa kita harus waspada akan hal-hal di sekeliling kita, khususnya bila ada kuasa roh jahat yang mencoba mempengaruhi kita. Saat kita berjaga-jaga dalam roh dan mengenali gangguan yang menyerang maka tuntunan Tuhan akan mencegah kita dari berbagai masalah.

3.C. Kita merasakan gelisah dalam roh. 2 Korintus 2 : 12-13 “Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana. Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.” Di sini hati Paulus tidak merasa tenang meskipun Tuhan telah membuka pintu pelayanan baginya di Troas. Di sini bukan berarti Paulus merasa cemas atau khawatir, tetapi ia merasa tidak bebas, seolah-olah ada sesuatu yang mengikat rohnya. Ini bisa juga terjadi bila kita sudah mempersiapkan suatu pesan untuk dibagikan ke jemaat, dan tiba-tiba roh kita merasa gelisah. Bisa saja saat itu Tuhan sedang menuntun kita untuk membagikan pesan yang berbeda sesuai kehendakNya. Jika kita tidak menemukan ketenangan dalam arah yang sedang kita tempuh, maka kita harus berhenti dan nantikan Allah hingga kita menemukan ketenangan dalam roh tersebut.

3.D. Kita merasa kegusaran dalam roh. Kisah Para Rasul 17 : 16 “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” Kata asli bahasa Yunani dari kata sedih di sini adalah “paraxuno” yang berarti situasi hati yang gusar. Di Atena Rasul Paulus mendapati begitu banyak patung-patung berhala sehingga ia gusar hatinya. Hati yang gusar ini menggambarkan suasana di mana hati kita terdesak dan bergejolak. Ini bisa terjadi contohnya saat kita mendapati ada orang-orang yang sangat butuh dilayani, misalnya mereka yang terikat narkoba, anak-anak yatim piatu, orang-orang jalanan, atau keluarga yang hancur. Roh kita lalu akan terdesak dan bergejolak sedemikian rupa sehingga akan membuat kita mau segera bertindak untuk melayani mereka.

3.E. Kita merasa terdorong dalam roh. Di Kisah Para Rasul 18 : 5 Rasul Paulus merasa terdorong dalam roh untuk berbicara. Terkadang kita mendapatkan suatu dorongan untuk berbicara yang begitu kuat. Mungkin Tuhan telah memberikan kepada kita suatu solusi untuk sebuah situasi. Dorongan ini akan semakin kuat pada saat kita lebih lagi meluangkan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan, berdoa, dan juga berbahasa lidah.



Bagian 3: Diskusi kelompok

1. Menurut pengajaran sesi ini, bagaimana caranya anda bisa lebih lagi hidup dipimpin oleh Roh Tuhan?


2. Ceritakan pengalaman anda bila anda pernah mengalami saat Allah berperkara dengan roh anda.