Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Dipimpin oleh Roh Kudus Sesi 1 dari 5


Topik : Cara Allah Memimpin UmatNya.



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Ulangan 4 : 5-6 “Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah  itu dengan setia sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”


Mazmur 119 : 105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”


Yohanes 16 : 13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”


Amsal 11 : 3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”


Kolose 3 : 15 “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”



Bagian 2: Topik Kuliah

Pendahuluan

Sesi ini diajarkan oleh Pastor Bayless Conely, seorang hamba Tuhan, gembala, dan pendiri dari gereja non-denominasi Cottonwood di dekat Los Angeles, Amerika Serikat. Beliau telah mengajarkan Injil lewat siaran TV sejak 1984 dalam program “Answers with Bayless Conley.” Beliau juga adalah penulis banyak sekali buku-buku rohani.


Dalam sesi ini kita akan membahas tentang bagaimana caranya dipimpin Roh Allah. Dalam pelayanan seringkali kita menemukan diri kita ada dalam satu situasi di mana kita tidak tahu apa yang akan kita lakukan. Tetapi sebenarnya Allah memiliki jawaban tersebut bagi kita. Oleh sebab itulah setiap pempimpin dalam pelayanan Tubuh Kristus tidak dirancang untuk mengandalkan kedagingan atau kemampuan intelektual dia sendiri. Allah merancang agar setiap pemimpin pelayanan itu dipimpin oleh RohNya. Terlebih lagi jika kita ingin mendapatkan buah-buah Roh dalam suatu pelayanan, maka pelayanan itu mutlak harus ada dalm pimpinan dan kuasa Roh Kudus. Sangatlah sulit bila kita melayani tetapi kita sendiri tidak tahu bagaimana caranya dipimpin oleh Roh Allah.


Allah telah memberikan kepada kita RohNya untuk menolong kita membuat keputusan yang tepat dan benar. Roh Allah akan memimpin kita saat kita harus berhadapan dengan orang-orang yang sulit dan suka memberontak didalam Gereja. Roh Allah juga memimpin kita ketika kita menghadapi aniaya, serangan rohani, atau ketika kita dalam suatu tekanan yang besar. Kita membutuhkan Roh Allah ketika kita ingin membeli tanah untuk pembangunan sesuatu gedung untuk gereja, dalam memilih pemimpin gereja, saat berkhotbah, atau saat menolong orang lain.


Sebagai seorang pemimpin kita memiliki tanggung jawab yang besar, sebab keputusan yang kita ambil akan mempengaruhi banyak kehidupan orang lain. Gereja harus diatur sedemikian rupa sehingga gereja dapat menemukan dan menjangkau orang-orang yang terhilang. Seorang pimpin harus bisa membedakan manakah kuasa supernatural yang benar dan manakah yang palsu. Untuk melakukan semua ini kita tidak dapat bertopang pada kemampuan intelektual manusia. Allah telah memberikan RohNya agar kita dapat membuat keputusan yang baik dan benar. Oleh sebab itu kita harus tahu bagaimana caranya mendengarkan RohNya. Sesi ini akan membahas ada beberapa cara Allah memimpin umatnya.


1. Allah Memimpin UmatNya Melalui FirmanNya yang Tertulis.

Ulangan 4 : 5-6 “Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”

1.A. Perkataan Firman Allah yang tertulis adalah hikmat Allah. Allah mengatakan dalam ayat di atas bahwa Ia telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepada kita. Ia telah memberikan FirmanNya kepada kita, dan Firman ini adalah hikmat Allah sendiri. Lukas 11 : 49 “Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya.” Ayat dia atas menyatakan bahwa perkataan yang tertulis di Alkitab itu adalah hikmat Allah. Apakah kita sedang membutuhkan hikmat Allah sekarang ini? Bila ya, maka Firman Tuhan adalah tempat pertama yang kita harus baca untuk mendapatkannya. Firman Allah akan beritahukan apa saja yang harus kita kerjakan atau lakukan, kemanapun kita pergi.

1.B. Firman Allah memastikan keberhasilan dalam pelayanan. Kitab Yosua pasal 1 mengisahkan waktu di mana Yosua mengambil alih kepemimpinan bangsa Israel dari Musa. Ini merupakan satu tugas yang cukup berat untuk dipikul. Dan Allah memberikan suatu instruksi petunjuk kepada Yosua bagaimana pelayanannya dapat berjalan lancar dan berhasil. Yosua 1 : 7-8 “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam,supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” Tugas Yosua untuk memimpin bangsa Israel memiliki banyak tantangan. Dia harus menaklukkan Tanah Perjanjian dengan melawan musuh. Dengan merenungkan Firman Allah siang dan malam maka Yosua akan tahu apa yang harus dilakukannya sehingga dia dapat berhasil masuk ke Tanah Perjanjian. Demikian juga ini berlaku bagi para gembala. Jika mereka mau berhasil maka mereka harus merenungkan Firman Allah siang dan malam, mencari jawaban dari Firman Allah tersebut. Allah akan berbicara kepada setiap hati kita melalui FirmanNya.

1.C. Firman Allah menerangi jalan kita. Mazmur 119 : 105 “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Firman Allah akan memberikan terang dalam perjalanan kita. Allah memimpin melalui FirmanNya dan menunjukkan langkah yang harus diambil. Di sebuah artikel, di situ dijelaskan bahwa pada jaman dulu ketika orang Israel berjalan melalui suatu daerah pegunungan gelap dan berbahaya mereka akan menaruh suatu lampu minyak di kakinya. Lampu minyak di kaki inilah yang membantu mereka berjalan, karena lampu ini memberikan terang sehingga menghindari mereka terjatuh dalam kegelapan. Mazmur 119 : 128 “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.” Ayat ini menekankan bahwa semua petunjuk dari Firman Allah itu benar adanya. Firman merupakan petunjuk bagi kita dalam pelayanan, keluarga, teman-teman, keuangan dan bagaimana menghadapi musuh-musuh. Yesaya 8 : 20 ”’Carilah pengajaran dan kesaksian!’ Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.” Jika seseorang mengatakan sesuatu tidak sesuai Firman maka tidak ada satu terang dalam dirinya, dan Allah tidak akan memimpin orang itu.

1.D. Roh Kudus memimpin kedalam seluruh kebenaran melalui Firman Allah. Yohanes 16 : 13 “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Yesus menjelaskan ketika Roh Kudus itu datang maka Dia akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran.
Yohanes 17 : 17 “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Firman Allah adalah kebenaran. Jika Roh Kudus memimpin kita kepada seluruh kebenaran, dan jika Firman Allah adalah kebenaran, maka Roh Kudus memimpin kita kepada Firman Tuhan. Para gembala dan para pemimpin gereja harus memahami bahwa Firman Tuhan berisikan tuntunan dan petunjuk sebelum mereka membuat keputusan. Demikianlah Alkitab itu adalah buku panduan bagi pelayanan.


2. Allah Memimpin Kita Melalui Integritas kita.

Amsal 11 : 3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”

Ayat ini menegaskan bagaimana ketulusan seseorang yang jujur akan memimpinnya. Ini menggambarkan suatu integritas, dan kita harus memiliki integritas ini.

2.A. Integritas berarti karakter yang tulus atau kejujuran. Ayub pasal 27 memberi gambaran tentang integritas. Ayub 27 : 3-6 “selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya. Aku sama sekali tidak membenarkan kamu! Sampai binasa aku tetap mempertahankan bahwa aku tidak bersalah. Kebenaranku kupegang teguh dan tidak kulepaskan; hatiku tidak mencela seharipun dari pada umurku.” Di sini Ayub mengatakan bahwa ia tidak akan menyetujui sesuatu yang ia ketahui dalam hatinya bahwa itu tidak benar. Ia tidak mau berbohong dan merusakkan hati nuraninya. Ayub tidak mau melakukan sesuatu yang hatinya sendiri akan mengutukinya di kemudian hari. Ia lebih baik mati daripada menyingkirkan integritasnya. Mazmur pasal 26 juga menjelaskan bagaimana Raja Daud berkata bahwa ia akan berjalan dalam integritasnya. Sesungguhnya ketika kita mengambil keputusan untuk berjalan dalam integritas, maka tiga-per-empat dari keputusan dalam hidup kita sudah kita buat. Dengan demikian jika kita memiliki integritas maka hidup akan menjadi lebih mudah.

2.B. Pemimpin harus dipimpin oleh integritas. Mazmur 78 : 70-72 “dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri. Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.” Daud menggembalakan umat Tuhan dengan integritas. Kita harus mengijinkan integritas menuntun kita dalam pelayanan. Ada beberapa hal penting tentang integritas dari seorang pemimpin Tubuh Kristus:

2.B.1. Posisi kepemimpinan di dalam gereja tidak dapat dibeli dengan uang.

2.B.2. Prinsip integritas akan hancur bila orang yang bukan pilihan Allah diberikan posisi kepemimpinan.

2.B.3. Integritas menentang cara yang tidak benar untuk mengumpulkan dana.

2.B.4. Setiap gembala mutlak harus melayani dengan integritas.

2.B.5. Jujurlah ketika berbicara.

2.B.6. Jangan menentang hati nurani kita.

2.B.7. Saat kita mulai kompromi dengan kebenaran, maka pada akhirnya kita akan kehilangan kebenaran itu.

Setiap gembala dan pemimpin gereja haruslah melaksanakan pelayanannya dengan integritas. Kita harus menjadi orang yang memberitakan kebenaran dan menepati janjinya. Kita juga harus bijaksana dan jujur dalam berurusan dengan orang.


3. Allah Memimpin Kita Melalui Damai SejahteraNya.

Kolose 3 :15 “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”

3.A. Biarkan damai sejahtera Allah memutuskan dan menyelesaikan semua pertanyaan yang timbul didalam pikiran kita. Sementara kita berdoa untuk melakukan sesuatu kita harus menanyakan apakah ada damai sejahtera dalam hati kita. Damai sejahtera itu harus menuntun kita. Ada satu terjemahan Alkitab yang mengatakan bahwa damai sejahtera itu adalah wasit dalam hati kita masing-masing. Wasit ini turut membantu memutuskan dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikiran kita.

3.B. Berjalan di jalan penuh hikmat membawa damai sejahtera. Amsal 3 : 13 “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian.” Ayat-ayat berikut ini berbicara mengenai hikmat dan bagaimana pentingnya kita untuk menemukan hikmat Allah. Amsal 3 : 17 “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.”Dikatakan bahwa jalannya jalan penuh Bahagia. Kata Bahagia dalam bahasa Ibrani artinya untuk digosok menjadi mulus dan lembut untuk disentuh. Hal yang paling penting disaat kita membuat keputusan-keputusan adalah kita harus dapat dipimpin oleh damai sejahtera Allah. Sementara kita berdoa untuk melakukan suatu hal, kita harus bertanya dalam hati apa yang hendak Tuhan nyatakan kepada kita. Tuhan Yesus adalah Raja Damai buat kita.


4. Allah Memimpin Kita Melalui Nasihat Orang Lain.

Amsal 20 : 18 “Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.” Amsal 24 : 6 ”Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.”

4.A. Allah telah memberikan Tubuh Kristus untuk menolong kita. Tidak ada seorangpun bisa hidup sendiri. Kita semua memerlukan orang lain dalam hidup kita. Saudara-saudari seiman dapat berperan menolong kita melihat sisi yang berbeda, menunjukkan bagian hal-hal yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Mereka juga dapat menolong kita untuk mengkoreksi kita. Tentunya bila nasihat mereka berbeda dengan apa yang Allah tempatkan dalam hati kita maka kita harus mengambil waktu untuk mendoakannya. Tapi pada akhirnya kita harus memahami bahwa kita harus pertanggung-jawabkan setiap keputusan yang kita ambil di hadapan Tuhan.

4.B. Kita harus terbuka terhadap nasihat orang lain. Amsal 18 : 1 “Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.” Kita harus terbuka terhadap orang-orang yang mengasihi kita. Jika kita menyendiri tidak mau mendengarkan nasehat orang-orang lain dikatakan Firman Tuhan amarahmu akan meledak terhadap setiap pertimbangan. Kadang-kadang orang bisa menolong kita dengan sangat baik, ini tidak berarti kita harus melakukan apa yang orang lain katakan, tetapi haruslah mendoakannya. jika kita bisa melihat dari nasehat mereka itu bahwa kita salah, kita harus berubah dan bersyukur bahwa mereka telah berbicara kepada kita. Kita harus terbuka terhadap nasehat-nasehat. Karena ada banyak hal yang dapat dibagikan sehingga bagaimana kita dapat dipilih oleh Allah dan ingat sebagai pemimpin dalam Tubuh Kristus keputusan yang kita buat akan mempengaruhi banyak orang. Kita harus melihat Firman Tuhan, percaya didalam integritas dan harus mendengarkan kepada Wahyu itu yaitu damai sejahtera Allah dalam hati kita.



Bagian 3: Diskusi kelompok

1. Bagaimanakah kita bisa membedakan jika Roh Kudus atau roh-roh lain yang sedang memimpin kita?


2. Ketika kita merasa bahwa apa yang kita dengar dari Roh Kudus itu tidak didukung dari orang-orang disekitar kita, apa yang harus kita perbuat?


3. Apa arti integritas bagi anda secara pribadi?