Program Harvest International Curriculum

Trimester 3

Visi Kepemimpinan Sesi 5 dari 5


Topik Sesi 5:  Membiayai Visi dari Tuhan.



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan.

Mazmur 67 : 2-3 “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.”


Habakuk 2 : 2 “Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: ‘Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.’”


Roma 13 : 8 “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.”


Amsal 28 : 27 “Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.”



Bagian 2: Topik Kuliah.


Pendahuluan.

Kejadian 12 : 1 -3 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ‘Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Allah membuat suatu janji dengan Abraham dan keturunannya, di mana Allah akan memberkati Abraham dan keturunannya. Melalui Abraham, kita pun sekarang turut menerima berkat tersebut. Kita diberkati bukan saja karena kita adalah benih dari Abraham secara rohani, tetapi kita juga diberkati agar kita menjadi berkat bagi banyak orang dan keluarga-keluarga di bumi.


1. Doa Berkat Daud.

Mazmur 67 : 2-3 berkata“Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Daud tahu bahwa ia adalah orang yang dipanggil untuk memimpin bangsa pilihan Allah. Dalam doanya di atas, Daud menyatakan kembali perjanjian yang telah dibuat oleh nenek moyangnya. Dalam hal ini Daud mengerti akan janji atau hak yang Allah telah berikan kepadanya melalui Abraham. Tetapi dalam sisi lain Daud juga mengerti bahwa ia juga memiliki tanggung jawab dalam perjanjian Allah tersebut.

1.A. Hak atas berkat Allah. Ayat kedua dalam Mazmur di atas berkata “Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela”. Ini berisi doa Daud yang menyatakan bahwa kita adalah keturunan Abraham sehingga kita pun juga memiliki hak atas berkat Allah.

1.B. Tanggung jawab sebagai benih Abraham. Ayat ketiga dari Mazmur di atas berkata “supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa,” Di ayat ini Daud berdoa meminta berkat agar keselamatan datang pada semua bangsa. Daud mengerti tanggung jawabnya sebagai keturunan Abraham. Banyak orang Kristen mengetahui berkat keturunan Abraham, tetapi mereka tidak mengerti tanggung jawab mereka sebagai keturunan Abraham. Oleh karena itulah kita harus berdoa meminta kepada Tuhan agar kita diberkati sehingga kita juga bisa menjadi berkat.


2. Membiayai Visi yang Tuhan Berikan Kepada Kita.

2.A. Strategi dan waktu Tuhan. Tuhan tidak mungkin memberikan visi kepada kita untuk didiamkan saja tanpa ditindaklanjuti. Tuhan juga tidak mungkin menghalangi kita dalam mencapai visi tersebut. Saat Tuhan memberikan visi dalam hati kita, Ia juga akan memberikan strategi untuk melakukan visi itu. Tuhan bahkan akan menyediakan segala yang diperlukan supaya visi itu terjadi. Bila kita sudah mengetahui apa yang harus dikerjakan bagi Tuhan, maka kita juga harus mengetahui cara dan kapan visi tersebut harus dilaksanakan. Janganlah kita berpikir bahwa kita harus membantu Tuhan mewujudkan visiNya sendiri seperti Abraham yang keliru mengambil strategi dalam mewujudkan visi Tuhan tentang bagaimana ia memperoleh keturunan. Roh Kudus akan menolong kita sehingga kita mengetahui strategi dan waktunya Tuhan. Oleh sebab itu kita sangat perlu memiliki kepekaan terhadap Roh Kudus dalam menjalankan visi Tuhan.

2.B. Penyediaan Tuhan dalam menjalankan visinya. Ibrani 11 : 6a berkata “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Kita adalah alat atau saluran berkatnya Allah. Dan Allah sungguh ingin memberkati kita untuk mendukung visi yang Ia sudah letakkan dalam hati kita sehingga visi tersebut tergenapi. Berikut adalah 10 prinsip yang membuka penyediaan Tuhan sesuai dengan ajaran Alkitab:

2.B.1. Mengampuni. Sebelum kita memberi, kita harus mengampuni terlebih dahulu. Dalam Matius 5 : 23-24 berkata “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Yesus mengajarkan bahwa hubungan adalah salah satu hal penting yang harus diprioritaskan. Sebelum kita menabur benih keuangan atau memberi persembahan kepada Tuhan, kita harus berdamai dulu dengan saudara kita. Kita harus memulihkan hubungan kita dengan siapapun. Ketidak-mampuan untuk mengampuni dapat mematikan suara Roh Kudus dalam diri kita. Dalam Kisah Para Rasul 24 : 16 “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” Salah satu rahasia pelayanan yang efektif terletak pada hati yang murni dan tulus. Seperti juga dikatakan dalam 1 Yohanes 1 : 9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

2.B.2. Menabur dengan Iman. Lukas 6 : 38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Dalam ayat tersebut, perintah pertama adalah berilah dulu, baru kamu akan diberi. Bagaimanapun keadaan kita, kita harus memberi dulu dan baru akan dikembalikan kepada kita. Lalu Galatia 6 : 7 “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” Prinsip ini berlaku bagi semua aspek kehidupan. Allah memiliki data yang tepat mengenai apa yang Anda tabur. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Jadi pastikan kita menabur dengan iman.

2.B.3. Perpuluhan. Maleakhi 3 : 10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Semua harus memberikan perpuluhan pribadi masing-masing, baik jemaat Tuhan maupun para gembala. Gereja Tuhan juga harus memberikan sepuluh persen dari pendapatannya demi kemajuan pemberitaan Injil.

2.B.4. Sikap bersyukur kepada Allah. 2 Korintus 9 : 7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Pemberi yang memberi dengan sukacita adalah pemberi yang berterima kasih kepada Allah, sebab mereka diberikan kesempatan memberi dalam penggenapan Amanat Agung atau memperluas Kerajaan Allah di bumi. Dampak dari pemberian kita adalah akan banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan, gereja gereja yang ditanam, dan banyak orang miskin yang ditolong.

2.B.5. Menangkap kesempatan yang diberikan Allah. Inilah kesempatan kita berjalan bersama Allah sebagai mitra kerja Allah untuk melihat visi ini menjadi kenyataan.

2.B.6. Jangan takut untuk mengambil resiko bagi Allah (bagian ini akan dijelaskan dalam poin ke 3).

2.B.7. Dengarkan arahan Roh Kudus. Matius 10 : 8 dikatakan “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” Roh Kudus akan memberitahukan bagaimana caranya kita memberi, baik secara keuangan dan juga dengan cara kita menabur hidup kita kepada orang lain.

2.B.8. Berikan sedekah kepada fakir miskin, dan lakukanlah secara diam-diam. Amsal 28 : 27a berkata “Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan,” Ini adalah janji Tuhan yang luar biasa. Seperti juga kisah tentang Kornelius di Kisah Para Rasul 10 : 30-31 “Jawab Kornelius: "Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.” Dalam kisah ini, Tuhan bahkan mencatat pemberian yang diberikan oleh Kornelius yang pada saat itu belum mengenal Yesus.

2.B.9. Buatlah rencana untuk membayar hutang. Roma 13 : 8 berkata “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.” Janganlah sampai ada hutang yang masih belum dibayar. Bila kita memiliki hutang, maka kita harus buat rencana untuk membayar semuanya itu.

2.B.10. Bagikan visi anda dengan jelas dan penuh antusias. Habakuk 2 : 2 berkata “Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.” Kita harus bersemangat untuk mengkomunikasikan visi Tuhan. Saat kita melakukannya maka Tuhan pasti akan membuka jalan bagaimana mencari sumber penyediaan demi memenuhi kebutuhan visi tersebut. Tetapi jangan lupa bahwa seorang pemimpin visionaris mengerti bagaimana menghargai keuangan yang ia terima, sehingga ia dapat mengelolanya dengan bijaksana.


3. Belajar dari Kisah Janda yang Putus Asa.

Dalam 2 Raja-raja  4 : 1-7 “Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ‘Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.’ Jawab Elisa kepadanya: ‘Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.’ Berkatalah perempuan itu: ‘Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.’ Lalu berkatalah Elisa: ‘Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!’ Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: ‘Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,’ tetapi jawabnya kepada ibunya: ‘Tidak ada lagi bejana.’ Lalu berhentilah minyak itu mengalir. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ‘Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.’” Ada tujuh prinsip penting yang dapat kita pelajari dari kisah ini, agar kita mengalami terobosan untuk mendanai visi Allah dan melakukan perkara yang besar bagi Allah :

3.A. Janganlah menjadi takut karena keadaan kita. Hal pertama yang Elisa lakukan adalah menghibur dan menguatkan janda tersebut. 2 Timotius 1 : 7 dikatakan “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Iblis seringkali mengintimidasi kita dengan mengatakan bahwa bila kita tidak bisa menyediakan kebutuhan keluarga kita, lalu bagaimana kita bisa memberi untuk visi Tuhan?

3.B. Bersikap spesifik kepada Tuhan. Katakanlah dengan spesifik apa yang kita butuhkan dalam melakukan visi Allah. Matius 16 : 19 berkata “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Dalam kisah janda di atas, Elisa bertanya kepada si janda tentang apa yang ia butuhkan. Tuhan tidak akan terintimidasi dengan segala kebutuhan yang kita perlukan untuk melaksanakan visiNya.

3.C. Menginventaris aset kita. Elisa bertanya kepada janda itu, apa yang si janda miliki di rumah. Catatlah apa yang kita miliki yang belum digunakan untuk kemulian Allah, termasuk talenta kita, ide kita, kreatifitas kita.

3.D. Mulai mengusahakan dengan apa yang kita miliki dahulu, meskipun itu kecil atau sederhana. Allah ingin kita berusaha mulai dari apa yang kita punya walaupun itu kecil atau sederhana.

3.E. Mulailah mencurahkan apa yang kita miliki walau itu sedikit.

3.F. Percayalah kepada Allah untuk sebuah mujizat.

3.G. Sadarilah ada mujizat dalam rumah kita. Allah sudah menyediakan sumber-sumber bagi penggenapan visi yang Allah berikan.



Bagian 3: Diskusi Kelompok.

1. Menurut anda, apa yang anda miliki saat ini yang bisa diinvestasikan dalam visi yang Tuhan berikan?


2. Menurut anda, apa yang sering anda takutkan dalam meraih visi yang Tuhan berikan?


3. Dari 10 prinsip penyediaan Tuhan yang alkitabiah, yang manakah yang belum anda lakukan? Jelaskan.