Program Harvest International Curruculum

Trimester 3

Visi Kepemimpinan Sesi 2 dari 5


Topik : Karakteristik Orang yang Memiliki Visi Tuhan



Bagian 1 : Daftar Ayat Renungan

Yosua 1 : 2-3 "Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”


Filipi 3 : 13b–14 “tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”


Yosua 1 : 5 “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”


Matius 5 : 44 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”


Yosua 1 : 8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Visi dari Allah adalah sesuatu yang teramat penting. Ketika Allah mempercayakan sebuah visi kepada seseorang, ia harus menerimanya sebagai sesuatu yang sangat berharga. Allah-pun bukan saja akan memastikan kesuksesan visiNya, tetapi Ia juga pasti memelihara orang kepada siapa ia percayakan misiNya tersebut.


Visi bisa datang melalui beragam konfirmasi, misalnya dari Firman Allah yang menjadi rhema yang mengarahkan hidup, dari mimpi atau penglihatan, atau melalui perkataan saudara-saudari seiman. Apapun cara yang dipakai Allah untuk mengungkapkan visiNya tersebut, visi itu tidak ternilai harganya. Dan setiap orang yang ditugaskan untuk menjalankan visi itu harus bersedia diajar oleh Roh Kudus sehingga ia bisa melaksanakannya dengan baik. Allah akan mengajar orang tersebut secara pribadi demi merealisasikan visi-Nya


Dalam sesi sebelumnya kita pelajari bahwa setiap orang harus menanam dahulu untuk dapat menuai. Ketika Roh Kudus memberikan visi kedalam diri kita sebenarnya kita sedang menanam dengan iman. Roh Kudus mungkin memberikan visi tentang penanaman gereja baru, penjangkauan ke desa, atau penjangkauan ke suku terpencil. Visi yang Allah berikan ke dalam hati akan mendesak kita untuk mulai menanam dengan iman demi penggenapannya di masa depan. Kita tidak dapat menuai sebuah visi yang belum ditanam. Oleh sebab itulah Allah akan mulai menuntun hati si pembawa visi itu untuk mulai bekerja.


Yosua adalah seorang pembawa visi Allah. Yosua sudah banyak dilatih oleh Musa dan sekarang ia harus mengambil alih kepemimpinan Musa. Tetapi pada bagian awal Kitab Yosua kita membaca bahwa Yosua belum memahami sepenuhnya tentang visi panggilan kepemimpinannya. Demikian juga gereja seringkali mengalami masa peralihan. Mayoritas orang-orang yang memimpin di dalam Tubuh Kristus pasti akan mengalami peralihan atau regenerasi. Penginjil Billy Graham pernah mengungkapkan kesedihannya, karena ia mendapati masih sedikit saja orang yang memiliki visi Tuhan. Tetapi kita percaya bahwa Roh Kudus sekarang ini sedang membangkitkan orang-orang pilihanNya yang telah diberikan visi Tuhan dalam Tubuh Kristus.


Banyak dari orang-orang percaya dipersiapkan Tuhan untuk masa depan. Mereka mungkin telah bekerja di bawah bayang-bayang seseorang pemimpin. Tetapi akan tiba saatnya orang-orang tersebut bangkit dalam sejarah. Yosua menerima visi dari Allah untuk menaklukkan tanah perjanjian agar bangsa Israel dapat menerima warisan dari Allah. Pada hari-hari ini Allah juga membangkitkan pemimpin-pemimpin yang akan membawa umatnya untuk menerima warisan Allah, agar seluruh bangsa datang sujud menyembahNya.

Ada kesamaan antara bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan Yosua dengan bagaimana Allah bekerja dalam kehidupan kita saat ini. Berikut adalah karakteristik-karakteristik orang-orang yang memiliki visi Tuhan seperti Yosua. Di sesi ini kita akan membahas 7 karakteristik tersebut, dan 3 sisanya akan dibahas di sesi selanjutnya.


1. Orang yang Memiliki Visi Allah Mempunyai Pandangan ke Depan. Rasul Paulus berkomitmen untuk hanya memandang ke depan. Filipi 3 : 13b – 14 “tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Kita harus memastikan bahwa kita sekarang sedang melihat ke depan, karena seringkali orang Kristen memiliki titik referensi kehidupan masih di belakang, yaitu bergumul dalam kepedihan atau kekecewaan.

1.A. Ketidak-pengampunan membuat seseorang hidup di masa lalu. Ada orang-orang yang masih tidak mau mengampuni kesalahan masa lalu. Setiap ketidak-pengampunan sesungguhnya menempatkan titik referensi kehidupan seseorang di masa lalu. Ini bagaikan rantai di sekeliling kita yang mencegah kita mengambil bagian dari warisan Allah.

1.B. Ketidak-pengampunan melemahkan pelayanan. Ada 3 hal yang menyebabkan banyak hamba-hamba Tuhan tidak efektif dalam pelayanannya, yaitu penyalahgunaan uang, penyalahgunaan seks, dan penyalahgunaan kuasa. Ketiga hal ini telah banyak menjatuhkan banyak pemimpin kristen. Tetapi ada pembunuh ke empat dalam pelayanan yang diam-diam sering menjatuhkan lebih banyak lagi pemimpin-pemimpin Kristen. Nama pembunuh diam-diam itu adalah ketidak-pengampunan.

1.C. Ketidak-pengampunan menghasilkan akar pahit.Ketidak-pengampunan yang tidak diselesaikan dengan cepat akan berubah menjadi kemarahan. Dan kemarahan jika tidak segera dibereskan akan berbalik masuk ke dalam batin dan menjadi kepahitan. Kita harus berhati-hati karena akar kepahitan yang tumbuh akan merusak banyak orang. Solusinya ada pada pengampunan, karena pengampunanlah yang melepaskan Anda kedalam warisan Allah

1.D. Cara mengampuni yang efektif.  Yesus memberikan empat langkah cara mengampuni dalam kotbahNya di atas bukit di Matius 5 : 44, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Berdasarkan ayat tersebut dan ayat-ayat selanjutnya Yesus mengajar cara mengampuni sebagai berikut: 1. Kita harus mengasihi musuh kita; 2. Kita harus memberkati mereka yang menganiaya kita; 3. Kita harus berbuat baik bagi mereka yang mengambil keuntungan atas kita; 4. Kita doakan mereka. Inilah cara yang Yesus telah ajarkan untuk membebaskan kita dari ketidakmampuan mengampuni. Saat kita mengasihi musuh kita, ini tidak berarti bahwa kita harus melakukannya dalam suatu pengalaman emosional. Saat mengasihi musuh, kita melepaskan dan membebaskan dia dari tanggung jawab atas kehidupan kerohanian kita, dan kita benar-benar menginginkan hal terbaik dari Tuhan bagi mereka yang telah menyakiti kita.

1.E. Hanya anda yang bisa mengesampingkan Kehendak Allah dari hidup anda sendiri. Dalam kesaksiannya, suatu hari Roh Kudus berbicara kepada Pastor David Shibley dan mengatakan, “Engkau adalah satu-satunya orang di bumi ini yang dapat melemparkan engkau keluar dari kehendak Allah. Bukan perkataan-perkataan orang lain, dan bukan perbuatan-perbuatan orang lain. Perbuatan-perbuatan itu tidak memiliki otoritas untuk melemparkan engkau keluar dari kehendak Allah, karena tidak ada orang yang memiliki kuasa yang begitu besar. Perbuatan-perbuatan yang ditujukan kepadamu pada akhirnya tidak berkuasa untuk menyakiti engkau. Sebaliknya, hanya reaksimu kepada apa yang terjadi itulah yang dapat menyakiti dirimu sendiri.”

1.F. Pelepasan pengampunan mendatangkan pembebasan rohani. Bila kita telah memutuskan untuk mengasihi musuh kita, maka kita dapat menggunakan mulut kita untuk memperkatakan berkat bagi dia. Ini adalah sesuatu yang sangat membebaskan rohani kita. Allah lalu akan menuntun agar kita juga dapat melakukan perbuatan baik bagi musuh kita tersebut. Roh kudus akan menunjukkan hal yang khusus cara memulihkan hubungan kita dengan saudara tersebut.

1.G. Roh Kudus mendatangkan rekonsiliasi. Roh kudus saat saat ini sedang menyuarakan suatu pesan yang spesifik untuk Tubuh Kristus di manapun mereka berada. Dan kata tersebut adalah “rekonsiliasi”. Rekonsiliasi artinya adalah perbuatan yang memulihkan hubungan persahabatan ke keadaan semula, atau perbuatan yang menyelesaikan perbedaan. Rekonsiliasi diperlukan di mana ada saling melukai di masa lampau.

1.H. Pengampunan sejati. Yusuf mengajarkan pengampunan saat ia mengampuni saudara saudaranya di Kitab Kejadian pasal 45.

1.H.1. Di Kejadian 45 : 1, Sebelum Yusuf menyatakan rahasia siapa dirinya kepada kakak-kakaknya ia minta orang-orang mesir di tempat itu untuk meninggalkan ruangan. Tindakan ini adalah tindakan Yusuf yang sedang melindungi reputasi dari saudara-saudaranya mengenai hal buruk yang telah dilakukannya mereka. Dalam hal ini kita belajar bahwa seseorang yang telah mengampuni pasti berani melindungi reputasinya musuh-musuhnya.

1.H.2. Di Kejadian 45 : 4 Yusuf minta saudara-saudaranya untuk mendekat. Artinya, seseorang yang telah mengampuni dengan benar tidak akan membuat jarak dengan musuhnya lagi.

1.H.3. Di Kejadian 45 : 5 Yusuf berkata kepada kakak-kakaknya agar mereka jangan menyesali diri karena telah menjual Yusuf. Bila kita sudah mengampuni maka kita tidak ingin musuh kita itu mengalami penderitaan secara emosi.

1.H.4. Di Kejadian 50 : 20 Yusuf menyatakan kepada kakak-kakaknya bahwa memang mereka telah melakukan kejahatan, tetapi Allah telah menggunakannya untuk kebaikan. Karena kejadian ini Yusuf dipersiapkan Allah agar ia dapat memelihara kakaka-kakaknya dan ayahnya di kemudian hari. Jadi seseorang telah mengampuni dengan benar kalau ia dapat melihat tangan penyediaan Tuhan menyertainya. Demikianlah, bila dalam hati kita masih berisi konflik-konflik yang belum terselesaikan, maka mulailah berdoa kepada Tuhan untuk minta penyelesaian. Kita harus memiliki pandangan ke depan agar Allah bisa gunakan kita sebagai visionarisnya Dia.


2. Orang yang Memiliki Visi Tuhan Merebut Warisannya.
Yosua 1 : 2-3 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.”  Seorang hamba Tuhan bernama Doktor Bill Bright pernah memberikan pernyataan sebagai berikut :”Seluruh kehidupan Kekristenan kita bisa dikerucutkan pada warisan apa saja yang kita telah terima dan hidupi”

Ada suatu daerah atau teritori pengurapan yang Allah telah berikan kepada kita dan seharusnya menjadi milik kita. Tetapi dikuatirkan banyak orang menghidupi teritori area yang kecil karena ia tidak menyadari betapa besar sebenarnya area teritori yang telah diberikan kepadanya. Allah memanggil generasi pemimpin yang baru pada jaman ini untuk mengembangkan diri mereka sampai pada seluruh daerah teritori yang Tuhan berikan. Kita harus terus menjalani bagaimana potensi dari penggenapan Amanat Agung itu dibuktikan. Harus ada orang-orang yang bangkit muncul ke permukaan dengan pemikiran Tuhan yang besar. Mereka yang berpikir dengan lebih besar adalah mereka yang melatih iman mereka dengan lebih besar, dan juga mengharapkan hal-hal yang lebih besar lagi dari Tuhan. Seorang misionaris modern bernama William Carey pernah membuat penyataan, “Berusahalah melakukan yang besar bagi Allah, dan harapkan hal yang besar dariNya. Inilah perkataan dari surga untuk kita. Allah memanggil engkau untuk melakukan hal yang besar bagi Tuhan dan mengharapkan hal yang besar dari tanganNya.”


3. Orang yang Memiliki Visi Tuhan Berani Menghadapi Perlawanan.

Yosua 1 : 5 berkata “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Apakah perlawanan itu? Bila kita telah mengalami aniaya karena iman kita kepada Kristus Yesus maka kita adalah orang terhormat. Akan ada banyak saksi-saksi mengetahui apa yang terjadi pada hidup kita juga. Penganiayaan karena iman sesungguhnya adalah suatu warisan, janji yang Allah berikan untuk kita. Seperti Allah katakan kepada Yesaya bahwa tidak akan ada senjata apapun yang akan dapat melawan dia, ini juga adalah warisan Tuhan bagi hamba-hambaNya.


4. Orang yang Memiliki Visi Tuhan Paham bahwa Allah Menyertai Dia.

Kita mendapatkan ketenangan dalam keyakinan bahwa Yesus Kristus ada dipihak kita. Kita juga yakin juga bahwa perjalanan sejarah juga ada di pihak kita. Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa sejarah itu sedang berjalan menuju suatu tujuan, di mana setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku Yesus adalah Tuhan. Ini adalah tujuan ke mana sejarah sedang berjalan dan tidak dapat diubah. Tidak ada suatu keputusan pemerintah yang dapat memberhentikannya, tidak ada kesalahan atau dosa dari pemimpin gereja dapat menghentikannya. Yesus akan memerintah atas bangsa-bangsa. Tetapi akan ada harga yang harus dibayar atas ketaatan kepada Kristus sampai mati. Yesus mau kita menjadi setia sampai kepada kematian, dan Dia akan memberikan mahkota kehidupanNya.

Salah seorang pemimpin gereja mula-mula bernama Tertullian mengatakan bahwa darah martir adalah benih gereja. Rasul Paulus berkata bahwa jika kita hidup, kita hidup bagi Allah, dan jika mati kita mati bagi Allah, maka baik kita hidup ataupun mati kita menjadi milik Allah. Dengan demikian kita harus mempunyai keyakinan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat berdiri melawan kita karena kita ada pada pihak yang menang. Ditahun 1989 ada sebuah gempa bumi besar yang terjadi di negara Armenia. Pada waktu gempa terjadi, seorang bapak dan istrinya sedang menikmati makan siangnya. Tiba tiba tembok rumahnya bergoyang beserta tanah tempat mereka berpijak. Rumah itu mulai runtuh. Mereka kemudian bersembunyi di bawah meja dan berpegangan satu sama lain sampai gempa bumi itu berhenti. Walaupun rumah mereka hancur tetapi mereka selamat. Mereka lalu mengingat anak mereka yang ada di sekolah. Lalu ayahnya segera bergegas menuju sekolah dan menemukan sekolah itu sudah runtuh. Dengan suatu perasaan emosi, kesedihan dan kekhawatiran, ia berlari menuju kelas di mana anak itu seharusnya berada dan ia itu mulai mengangkat reruntuhan dan mencari anaknya. Tetapi si ayah belum dapat menemukannya. Seorang polisi yang berada disana berusaha menghentikan upaya si ayah, namun si ayah ini terus menggali reruntuhan itu selama 12 jam penuh. Para anggota polisi dan pemadam kebakaran meminta dia untuk meninggalkan sekolah itu, tetapi sang ayah tetap menolak. Setelah 36 jam mencari di antara reruntuhan ia mendengar suara rintihan yang tidak begitu jelas. Si Ayah memanggil, dan rintihan itu berkata, “Ayah aku tahu engkau akan datang. Aku ingat janjimu bahwa kalau aku dalam masalah engkau akan ada bersama dengan aku.” Saat ayahnya berteriak kepada anaknya, anak itu menjawab, “Ya ayah, aku baik baik saja. Di sini ada sembilan anak lagi yang bersama sama dengan aku. Aku telah katakan kepada anak-anak ini bahwa ayahku berjanji tidak akan meninggalkan aku.” Saat ayahnya berusaha mengeluarkan si anak, anaknya malah berkata, “Ayah, keluarkan dulu yang lain. Saya tahu ayah pasti akan mengambilku kembali.”

Ada suatu janji yang Bapa di sorga telah buat untuk kita. Ia telah berjanji bahwa dalam keadaan apapun Dia tidak akan pernah meninggalkan dan melupakan kita. Kita dapat mengambil keberanian dalam pernyataan itu bahwa dalam keadaan apapun Bapa selalu menyertai kita.


5. Orang yang Memiliki Visi Tuhan Berteguh Hati untuk Memimpin.

Yosua 1 : 7 berkata, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.” Kita tidak bisa menjadi seorang pemimpin dan juga seorang pengecut. Kepemimpinan menuntut suatu keberanian. Kita perlu miliki keberanian saat menerima panggilan Allah.


6. Orang yang Memiliki Visi Tuhan Tekun Memelihara Firman.

Yosua 1 : 8 berkata, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

Bangsa demi bangsa hidup tanpa memiliki kebenaran yang pasti. Tetapi bagi orang percaya ada suatu kebenaran yang pasti, yakni Firman Allah yang hidup dan kekal. Allah berkata kepada nabi Yeremia bahwa FirmanNya itu seperti api dan seperti palu yang memecahkan batu. Kita harus mengutamakan Firman Tuhan dalam hidup kita dan dan dalam pelayanan kita.


7. Orang yang Memiliki Visi Allah Menyebrangi “Sungai Yordan” Pribadinya.

Allah ingin mengangkat kita ke dalam hidup penuh mujizat. Yosua 1 : 5 mengisahkan transisi yang dialami Yosua. Allah mengatakan kepada Yosua bahwa sama seperti Dia menyertai Musa maka demikian juga Allah menyertai Yosua. Seperti Musa dan bangsa Israel dapat menyeberang Laut Merah dengan intervensi mujizat Allah maka demikian juga Yosua dengan intervensi Allah dapat membawa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan. Allah yang mengangkat Yosua juga akan mengangkat hidup kita penuh dengan mujizat-mujizatNya.



Diskusi Kelompok :

1. Karakeristik mana dari ketujuh karakteristik di atas yang menurut anda paling penting? Jelaskan.


2. Jelaskan kembali langkah-langkah pengampunan yang diajarkan Yesus.