Program Harvest International Curruculum

Trimester 3

Penginjilan Dengan Kuasa Sesi 5 dari 5


Topik : Api dari Kuasa Roh Kudus



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Matius 3 : 11 berkata: “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.”


Hakim-Hakim 15 : 4-5 “Lalu, pergilah Simson menangkap tiga ratus anjing hutan. Ia mengambil obor, lalu diikatnya ekor dengan ekor, lalu ditaruhnya obor di tengah-tengah setiap kedua ekor itu. Dinyalakannyalah api obor itu, lalu melepaskan anjing-anjing ke ladang gandum yang belum dituai milik orang-orang Filistin, sehingga membakar tumpukan-tumpukan gandum pada ladang gandum yang belum dituai itu, sampai ke kebun-kebun pohon zaitun.”


Yohanes 4 : 36-38 “Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan

Saat melakukan korban bakaran, darah binatang harus menguduskan dahulu mesbah bakaran sebelum api membakar korban bakaran. Demikian juga darah Yesus harus menguduskan kita sebelum api Roh Kudus dicurahkan yang memampukan kita untuk memberitakan Injil sampai ke seluruh dunia.


Matius 3 : 11 berkata: “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Di ayat ini Yohanes Pembabtis memperkenalkan Yesus sebagai pembaptis lainnya yang tidak membaptis dengan air, tetapi dengan baptisan Roh Kudus. Kata api di sini ada yang menterjemahkan sebagai nubuatan baptisan penghakiman kekal, tetapi juga ada yang menterjemahkannya sebagai nubuatan tentang lidah-lidah nyala api yang turun pada hari Pentakosta. Dalam sesi ini Evangelist Reinhard Bonnke menterjemahkan kata api tersebut sebagai lidah-lidah nyala api dari Roh Kudus. Injil yang kita beritakan adalah Injil yang dipenuhi dengan api Roh Kudus tersebut, dan dengan demikian kita adalah pembawa-pembawa api Roh Kudus tersebut.


1. Pentingnya Memiliki Api Roh Kudus.

Pada suatu saat Simson menikah dengan seorang perempuan Filistin. Tetapi kemudian ayah mertuanya memberikan istri Simson ke pria yang lain. Simson menjadi sangat marah, dan ia lalu membalaskan dendamnya. Hakim-Hakim 15 : 4-5 “Lalu, pergilah Simson menangkap tiga ratus anjing hutan. Ia mengambil obor, lalu diikatnya ekor dengan ekor, lalu ditaruhnya obor di tengah-tengah setiap kedua ekor itu. Dinyalakannyalah api obor itu, lalu melepaskan anjing-anjing ke ladang gandum yang belum dituai milik orang-orang Filistin, sehingga membakar tumpukan-tumpukan gandum pada ladang gandum yang belum dituai itu, sampai ke kebun-kebun pohon zaitun.” Yang kita mau pelajari dari kisah ini adalah, apa yang akan terjadi bila Simson lupa menyalakan api pada obor-obor yang diikat kepada setiap pasang anjing hutan itu? Bila apinya tidak dinyalakan, maka tidak akan terjadi apa-apa pada ladang-ladang orang Filistin.

1.A. Yesus mendatangkan api. Lukas 12 : 49 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” Yesus mengutus murid-muridNya secara berpasangan dan menaruhkan api otorias Ilahi pada mereka untuk mendatangkan kekacauan pada kerajaan kegelapan, sama seperti Simson menyulut api pada obor-obor yang diikat pada anjing-anjing hutan. Kemanapun murid-murid Yesus pergi, rantai belenggu diputuskan, segala sakit penyakit disembuhkan, dan segala beban juga diangkat. Ini adalah hasil dari api Roh Kudus yang didatangkan oleh Yesus.

1.B. Tanpa api Roh Kudus, maka kuasa Tuhan tidak akan terjadi. Sama seperti Simson yang lupa menyalakan api pada obor, maka penginjilan tanpa api Roh Kudus tidak akan membawa dampak. Bila kita berlari-lari tanpa apa Roh Kudus, maka semua jerih payah kita akan menjadi sia-sia belaka. Kita bisa saja bekerja dengan sangat keras, berjuang untuk menginjil, tetapi tanpa api Roh Kudus maka tidak ada hasil yang akan terjadi.


2. Tujuan dari Api Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1 : 8 “ Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

2.A. Definisi dari kata “kuasa.” Kata kuasa ini diterjemahkan dari kata Yunani “dunamis.” Dunamis ini adalah suatu kuasa yang tidak terlihat. Dunamis adalah kuasa yang dalam penyimpanan, dan menunggu waktu yang tepat untuk disalurkan. Kata ini juga menjadi asal kata dari dinamit yang kita ketahui sebagai bahan peledak. Dinamit bentuknya seperti pipa biasa. Bagi orang yang tidak menyadarinya maka dinamit ini hanya sebuah benda yang tidak punya potensi. Tetapi saat dinamit itu meledak, maka kekuatannya itu akan terbukti dahsyat.

2.B. Roh Kudus adalah sumber kuasa tersebut. Roh Kudus itu bukan seperti batere saja, tetapi Roh Kudus itu bisa diibaratkan sebagai sebuah sumber tenaga generator di atas segala generator. Kita mendapatkan kuasa dari Roh Kudus tersebut yang memampukan kita melakukan penginjilan, dan kuasa ini sudah tersedia bagi setiap kita yang rindu untuk menginjil kepada setiap mahluk.

2.C. Tujuan utama dari Pentakosta adalah untuk menginjil. Saat Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, Allah tidak bermaksud agar api Roh Kudus tersebut membuat hidup kita penuh sukacita dan diberkati saja. Tetapi kita harus menggunakan kuasa Roh Kudus untuk mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi.

2.C.1. Kita memiliki tanggung jawab untuk menginjil, khususnya untuk generasi bangsa kita sendiri. Saat api Roh Kudus datang, maka kita memiliki tanggung jawab untuk mewartakan pesan keselamatan dari Tuhan.

2.C.2. Menginjil adalah investasi terbesar yang kita bisa tabur di dunia ini. Banyak hal di dunia ini datang dan pergi, bangsa-bangsa juga datang dan pergi. Tetapi Kerajaan Allah itu kekal selama-lamanya. Investasi penginjilan tidak akan datang dan pergi saja, tetapi akan berdampak kekal selama-lamanya. Pesan Inilah yang kita investasikan di bumi.

2.C.3. Menginjil itu sama dengan mencurahkan kuasa darah Yesus. Iblis tidak menyukai kabar baik Injil, karena kuasa darah Yesus adalah obat bagi kita, tetapi racun yang menghancurkan kuasa-kuasa setan. Darah anak Domba ini bisa diibaratkan seperti sabun yang membasuh dosa manusia. Seseorang tidak otomatis dibasuh dosanya kalau tidak tahu cara menggunakannya. Sebagaimana sabun itu harus membasuh untuk bisa bekerja secara ampuh, demikian juga dengan kuasa darah Yesus kita harus mengambilnya dan menggunakannya untuk membasuh kehidupan kita yang penuh dosa. Orang-orang atheis tidak mempercayai ini. Sesungguhnya atheisme adalah ideologi yang merusak intelektual manusia.


3. Yesus-lah Pemberi Kuasa Api Roh Kudus.

Yohanes Pembaptis telah menyatakan bahwa Yesuslah yang akan membaptis dengan api. Selain Yesus, tidak ada pribadi lain yang bisa mendatangkan api Roh Kudus tersebut.

3.A. Urapan api Roh Kudus itu unik dan segar bagi setiap orang percaya. Kita tidak perlu meniru atau meminta urapan dari seorang hamba Tuhan, karena Pentakosta sudah terjadi dan setiap dari orang percaya menerima porsi urapan api Roh Kudus tersebut. Kita bisa ilustrasikan ini seperti satu teh celup yang dipergunakan untuk 100 cangkir. Pada akhirnya teh celup itu akan sudah hambar dan kehilangan rasanya. Di dunia ini kita tidak pernah menemukan dua obyek seperti kristal, rumput, atau manusia yang serupa, karena setiapnya itu pastilah unik. Demikian juga di dalam Kerajaan Allah, urapan orang percaya itu bukan disalin dari satu kepada yang lain. Tetapi Yesus menganugerahkan setiap orang percaya urapan kuasa api Roh Kudus yang khusus dan pribadi.

3.B. Setiap urapan api Roh Kudus menghubungkan kita kepada semua keluarga Allah. Karena kita menerima urapan dari sumber yang sama, maka setiap dari kita yang menerima urapan itu saling terhubung satu dengan yang lainnya. Apa yang hamba-hamba Tuhan terdahulu kabarkan, maka kitapun juga akan mengabarkan hal yang sama. Yesus yang mereka layani juga adalah Yesus yang sekarang kita layani.

3.C. Kesaksian tentang David Livingstone. David Livingstone hidup dari tahun 1813 hingga 1873, dan ia adalah seorang misionaris yang membangun kota Blantyre di negara Malawi, Afrika. Ia menulis bahwa para misionaris pada jaman beliau adalah seperti pengawal-pengawal yang berjaga-jaga di malam hari. Mereka sudah menginjil, tetapi hasilnya masih sedikit. Tetapi beliau menulis bahwa seratus tahun lagi akan ada orang-orang yang akan menginjil dengan hasil yang jauh lebih besar. Demikianlah sekarang ini kita sedang memetik tuaian penginjilan yang adalah hasil dari pekerjaan penginjilan pendahulu-pendahulu kita yang telah menabur begitu terlebih dahulu dengan kerja keras dan air mata. Kita bukanlah penginjil-penginjil yang lebih baik dari para pendahulu kita. Tetapi kita bisa menginjil dengan sukacita karena jalan-jalan kita sudah dipersiapkan oleh mereka.

3.D. Kita terhubung dengan penginjil-penginjil pendahulu kita. Yohanes 4 : 36-38 “Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." Kita sedang membawa obor api sama dengan obor api yang para penginjil pendahulu telah bawa. Para penginjil terkenal di masa lalu seperti Martin Luther, Charles Fenney, Smith Wigglesworth sudah mati. Mereka bukanlah penginjil besar karena mereka sendiri. Yang membuat mereka besar adalah Yesus yang sama yang sekarang menyertai penginjilan kita.


Penutup

Seperti pelari estafet menyerahkan tongkatnya, maka para penginjil terdahulu sekarang menyerahkan tugas penginjilan kepada kita sekarang ini. Marilah kita sekarang berlari dalam perlombaan yang baik dengan berlari lebih cepat dari sebelumnya. Ibrani 12 : 1 “Karena kita mempunyai banyak saksi yang mengelilingi kita seperti awan, marilah kita meninggalkan semua beban dan dosa yang menjerat kita dan berlari dengan tekun pada perlombaan yang disediakan di hadapan kita.” Para saksi dimaksud pada ayat di atas adalah para pahlawan iman terdahulu, dan mereka seolah-olah memperhatikan semangat iman penginjilan kita dengan mengelilingi kita seperti awan. Seumpama mereka bisa berbicara, maka mereka pastilah berteriak: “ayo, lari lebih cepat lagi, kamu sedang berlari pada putaran yang terakhir! Yesus akan datang segera!”



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Menurut anda, seperti apakah penginjilan yang dilakukan tanpa api Roh Kudus itu? Jelaskan.


2. Apakah sesi Penginjilan dengan Kuasa ini telah menginspirasi anda untuk menginjil? Jelaskan.