Program Harvest Internasional Curriculum

Trimester 3

Kelompok Sel Sesi 2 dari 5


Topik Sesi 2: Menginjil yang Terhilang Melalui Kelompok Sel



Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Amsal 30 : 24-28 “Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”


Yohanes 4 : 34 “Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”



Bagian 2: Topik Kuliah


Pendahuluan.

Di sesi sebelumnya kita sudah belajar bahwa ada 3 utama tujuan gereja, yaitu: 1. Menggembalakan jemaatnya dengan baik, 2. Menginjil mereka yang terhilang, dan 3. Membangkitkan pemimpin-pemimpin baru. Di sesi ini kita akan membahas tujuan kedua gereja, yaitu tujuan menginjil jiwa-jiwa yang terhilang.


1. Menginjil Sangat Efektif Melalui Kelompok Sel.

Banyak metode yang digunakan untuk menginjil. Menginjil melalui kelompok sel sesungguhnya adalah satu metode yang sangat efektif. Yesus juga menginjil melalui kelompok yang kecil ini. Memang pertemuan dalam kelompok besar seperti ibadah raya juga dapat menghasilkan pertobatan jiwa-jiwa baru. Tetapi dalam suatu studi ditemukan bahwa lebih banyak orang diselamatkan melalui hubungan pribadi daripada suatu pertemuan besar. Kita juga bisa temukan ini di kisah-kisah di Perjanjian Baru, di mana seringkali satu orang mengundang teman-temannya untuk bertemu Yesus dalam pertemuan kecil.

1.A. Dalam kelompok sel jiwa-jiwa yang terhilang bisa bersatu dalam keluarga Kristus. Orang-orang yang terhilang seringkali adalah mereka yang kesepian. Kelompok sel dapat berfungsi sebagai keluarga dari mereka. Saat mereka menemukan kasih Kristus dan bersatu dalam kelompok sel ini maka Yesus berkata dunia akan tahu bahwa Allah telah mengutus Dia. Yohanes 17 : 20-21 “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

1.B. Kelompok sel harus miliki visi penginjilan. Kita menerima visi penginjilan dari Firman Tuhan saat Yesus berkata kepada Rasul Paulus dalam penampakan di Kisah Para Rasul 26 : 16-18, “Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.” Seperti Rasul Paulus, kita pun juga dipanggil untuk membuka mata rohani dari orang-orang yang perlu diinjili, agar mereka bisa terima pengampunan dosa. Ini adalah visi dari penginjilan yang menjadi kerinduan Tuhan.

1.C. Contoh gereja di El Savador. Di sebuah gereja besar di El Savador, mereka memiliki 6.000 kelompok sel. Mereka memiliki moto pelayanan sebagai berikut: 1. Saya memiliki tujuan. 2. Tujuan saya adalah memenangkan jiwa. 3. Cara terbaik menggenapi tujuan saya adalah melalui kelompok sel. Mereka menyadari kesempatan terbesar mereka untuk memenangkan jiwa adalah dalam kelompok sel.

2. Kelompok Sel Harus Mulai Menginjil.

Kecenderungan dari kelompok sel biasanya hanya bertemu untuk bersekutu. Tetapi sesungguhnya setiap kelompok sel itu memiliki panggilan untuk menginjil. Begitu suatu kelompok sel berhenti melakukan penginjilan, maka kelompok sel tersebut akan berhenti bertumbuh, dan pada akhirnya akan mati. Hanya dengan penambahan anggota baru, maka anggota-anggota sel yang lama akan bertumbuh dewasa, karena mereka sekarang harus menjadi teladan bagi jiwa-jiwa baru tersebut. Di kitab Amsal 30 : 24-28 kita bisa belajar prinsip penginjilan dari 4 binatang yang Alkitab puji sebagai binatang yang bijak, yakni tentang bagaimana cara mereka bekerja bersama-sama dalam berkelompok.


2.A. Semut. Amsal 30 : 25 “semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.”Semut adalah binatang kecil dan lemah, tetapi mereka sangat fokus pada tujuan hidupnya, mereka bersama-sama berkumpul untuk menyediakan makanan. Ini adalah prinsip pertama dari penginjilan kelompok sel, yaitu setiap kelompok sel harus fokuskan pandangan mereka pada yang terhilang. Semut itu hidup dengan tujuan yang pasti, mereka tidak berjalan kesana-kemari tanpa tujuan. Sebagaimana semut, maka kita pun juga harus paham bahwa waktu kita sangatlah terbatas. Ini harusnya membuat kita giat bersemangat untuk memenangkan jiwa. Setiap anggota kelompok sel adalah seperti seekor semut rohani yang memiliki tujuan hidup menginjil.
Di gereja Pastor Larry Stockstill, para kelompok sel berkumpul dengan suatu perencanaan. Pada pertemuan minggu pertama mereka menuliskan nama-nama yang mereka rindu untuk dimenangkan. Lalu setiap nama didoakan agar Tuhan mendorong hati mereka untuk datang menerima Yesus. Pada pertemuan minggu kedua mereka lalu adakan pertemuan penginjilan, di mana mereka undang semua nama yang telah kita doakan tersebut. Dalam pertemuan minggu kedua ini kita identifikasi semua kebutuhan dari jiwa-jiwa yang baru, didoakan dan dilayani, dan mereka bisa terima keselamatan. Pada minggu ketiga kembali hanya para anggota kelompok sel saja yang bertemu untuk saling mendoakan. Pada minggu keempat jiwa-jiwa yang baru tersebut diundang kembali untuk bersekutu bersama-sama. Dengan demikian, dalam kelompok sel ini setiap 2 minggu sekali ada kegiatan penginjilan.

2.B. Pelanduk. Amsal 30 : 26 “pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu.” Pelanduk juga binatang yang lemah, tetapi pelandung memahami prinsip kedua tentang kelompok sel, yaitu bekerja dalam kemitraan. Bila mereka tinggal sendirian, mereka lemah, tetapi saat mereka membuat rumahnya di bebatuan bersama-sama mereka menjadi kuat. Mungkin kita merasa canggung atau malu-malu bila menginjil sendirian. Tetapi saat kita ada dalam satu grup kelompok sel kita akan lebih merasa mampu untuk memenangkan jiwa. Kemitraan ini bisa juga diilustrasikan pada nelayan yang menjala ikan bersama-sama.

2.C. Belalang. Amsal 30 : 27 “belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur.”Belalang terbang dalam kelompok yang sangat besar, dan saat mereka terbang berkelompok bahkan mereka dapat menghalangi sinar matahari. Dalam kitab Yoel belalang itu digambarkan seperti binatang yang bergerak laksana sekelompok prajurit yang mengambil alih sebuah kota. Belalang menggambarkan prinsip ketiga kelompok sel, yaitu tentang kuasa doa dalam kelompok sel yang menaklukkan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di udara. Saat berdoa bersama maka setiap anggota kelompok sel terlibat dalam peperangan rohani. Pada waktu menginjil mereka yang terhilang kita harus berdoa membuka pintu sorga agar terang Allah bersinar atas umatNya. Tetapi kita juga harus berdoa persiapkan diri masuk ke dalam peperangan rohani agar kita tetap waspada dan kita dapat kalahkan kuasa tipu daya setan.

2.D. Cicak. Amsal 30 : 28 “cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja.”Cicak itu kecil dan dia dapat masuk ke rumah-rumah orang, bahkan sampai ke istana raja. Cicak tidak perlu diundang, dan ia tidak peduli rumah mana yang dimasukinya. Prinsip keempat dalam kelompok sel fokus pada penetrasi. Setiap kelompok sel harus bisa mempenetrasi setiap lokasi di mana jiwa-jiwa berada. Mereka bisa bertemu di rumah-rumah orang yang tidak percaya, atau mereka bisa undang jiwa-jiwa baru ke rumah mereka. Kelompok sel juga bisa mempenetrasi kelompok tertentu, misalnya para profesional, perawat, polisi, guru, murid atau mahasiswa, atau kelompok manapun juga. Demikianlah setiap kelompok sel harus menjadi cicak-cicak-nya Allah. Di Lukas 5 : 2-3 dikatakan bahwa Yesus naik ke perahu milik Simon Petrus untuk duduk dan mengajar di atas perahu. Di sini Yesus masuk ke dunianya Simon Petrus, seorang nelayan, dengan naik ke perahu miliknya. Pada akhir kisah itu, di ayat 8-10 dikatakan Petrus tersungkur di depan Yesus mengakui bahwa dirinya adalah orang berdosa. Bukan saja Petrus, tetapi saat itu Yakobus dan Yohanes juga ikut serta dan menjadi murid-murid Yesus. Kita jangan tunggu orang-orang datang ke gereja kita, tetapi kitalah yang harus pergi menyongsong mereka.


3. Kiat Kelompok Sel Mencapai Tujuannya.

3.A. Kita tidak akan puas sebelum tujuan tercapai.Yohanes 4 : 34 “Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Seperti seekor ikan diciptakan untuk berenang, burung diciptakan untuk terbang, maka kita telah diciptakan untuk memenangkan jiwa. Untuk itulah kita hidup.

3.B. Kita harus bekerja selagi masih ada kesempatan. Yesus mengajarkan ini kepada murid-muridnya di Yohanes 9 : 4 “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Waktu untuk bekerja bagi setiap anak Tuhan adalah sekarang, dan kita harus menyala-nyala dalam mengambil kesempatan melakukan pekerjaan Tuhan ini.


4. Keadaan Dunia Misi Penginjilan.

Dunia misi penginjilan dapat dibagi ke 4 kelompok:

4.A. Kelompok “A” adalah kelompok orang-orang percaya.Jumlah kelompok mereka yang benar-benar percaya di dunia ini adalah sekitar 1 dari 10 orang, berjumlah sekitar 500 juta orang.

4.B. Kelompok “B” adalah kelompok orang-orang yang murtad. Orang murtad adalah mereka yang dulu percaya tetapi sekarang telah meninggalkan Tuhan. Jumlah kelompok ini adalah sekitar 2 dari setiap 10 orang, atau sekitar 1 miliar orang.

4.C. Kelompok “C” adalah kelompok mereka yang tidak percaya meskipun sudah mendengar tentang Injil. Jumlah kelompok ini adalah 3 dari setiap 10 orang, atau sekitar 1,5 miliar orang. Mereka umumnya tinggal di tengah-tengah bangsa yang sudah terjangkau Injil.

4.D. Kelompok “D” adalah kelompok mereka yang belum pernah mendengarkan Injil. Jumlah kelompok ini adalah 4 dari setiap 10 orang, atau sekitar 2 miliar orang. Mereka adalah kelompok yang sama sekali belum terjangkau oleh Injil. Kita harus tekun menjangkau kelompok “D” ini, sebab bukan saja mereka adalah kelompok yang terhilang, tetapi biasanya mereka sangat haus akan Tuhan, dan jumlah mereka itu terbesar dibanding kelompok-kelompok lainnya.


Penutup.

Yohanes 4 : 35b berkata “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” Jika orang-orang kelompok “C” dan “D” berbaris, maka mereka bisa membentuk barisan yang mengelilingi dunia 25 kali. Inilah gambaran begitu banyaknya jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan. Ini adalah tuaian yang Yesus maksudkan. Tanpa kita bertindak dan melakukan penginjilan, maka mereka akan binasa. Kita harus siapkan diri kita untuk tuaian yang besar, tetapi pertanyaannya adalah: apakah kita siap untuk melaksanakannya? Tuaian sedang datang di tempat anda sekarang. Saat tuaian itu terjadi, maka gereja-gereja akan penuh, seperti saat murid-murid Yesus menjala ikan yang begitu banyak setelah mematuhi perintah Yesus. Di suatu gereja besar di Korea Selatan yang memiliki 23.000 kelompok sel, setiap kelompok sel memenangkan satu keluarga setiap tahunnya. Ini artinya mereka menambahkan 150.000 jiwa baru setiap tahunnya pada gereja tersebut. Dan ini dilaksanakan murni dari kegiatan kelompok sel saja. Di gereja pastor Larry Stockstill, biasanya ada 25 jiwa baru yang diselamatkan setiap minggunya melalui kelompok sel. Demikianlah sekarang kita mengerti bahwa kelompok sel juga dimaksudkan oleh Tuhan untuk melakukan tugas penginjilan.



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Apakah kelompok sel anda sekarang ini juga melakukan penginjilan? Bila “ya” harap jelaskan, bila “tidak” juga harap jelaskan mengapa?


2. Perhatikan gereja anda atau gereja yang anda kenali yang jumlah jemaatnya tidak pernah bertambah. Apakah gereja tersebut memiliki kelompok sel yang menginjil? Jelaskan.


3. Bila anda adalah ketua kelompok sel, jelaskan bagaimana caranya anda mulai mengarahkan kelompok sel anda untuk menginjil?