Program Harvest Internasional Curriculum

Trimester 3

Kelompok Sel Sesi 1 dari 5

Topik Sesi 1: Tujuan Kelompok Sel


Bagian 1: Daftar Ayat Renungan

Kisah Para Rasul 2 : 46-47 berkata, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”


Bilangan 11 : 16-17 “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.”


Yohanes 13 : 4-5 dikatakan, “Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.”


Informasi pengajar kuliah ini:

Kuliah ini diajarkan oleh Pastor Larry Stockstill. Ia memulai pelayanannya di sebagai misionaris di Afrika Selatan selama 5 tahun sebelum memulai karir pelayanannya di Bethany World Prayer Center di Amerika Serikat. Gereja tersebut bertumbuh hingga jemaatnya berjumlah lebih dari 7.500 orang dan gereja itu juga telah membantu memulai sekitar 25.000 gereja-gereja di seluruh dunia. Gereja tersebut juga memulai struktur pengajaran grup kecil di tahun 1993 yang kemudian menjadi model kelompok sel nasional. Buku pertamanya ditulis pada tahun 1995 yang ditulis bertitelkan “The Cell Church.” Dengan menggunakan metode pelayanan grup kecil, para pastor di gereja ini sudah memiliki sekitar 85.000 jemaat yang berkumpul setiap akhir pekan. Sekarang beliau fokus pada pendirian “Pastors University” yang memberikan pendidikan dan pelatihan bagi generasi pastor yang akan datang.


Pendahuluan.

Kisah Para Rasul 2 : 46-47 berkata, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Prinsip pertemuan di Bait Allah dan dari rumah ke rumah adalah fondasi utama dari gereja mula-mula. Ayat ini diteguhkan kembali di Kisah Para Rasul 5 : 42 “Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.”


Memang penting untuk orang percaya berkumpul di tempat umum yang besar karena dalam pertemuan besar dunia bisa melihat persatuan kita. Tetapi kita juga harus berkumpul dari rumah ke rumah. Kisah Para Rasul 20 : 20 berkata, “Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.” Di sini Rasul Paulus mengajar bahwa ia mengajar bukan saja di tempat umum, tetapi juga di rumah-rumah orang percaya. Pelayanan rumah ke rumah ini adalah akar dari gereja Tuhan. Yesus sendiri melakukan lebih dari 15 mujizat dalam pertemuan di dalam rumah. Demikianlah, bahwa sebuah pelayanan rumah itu bisa menjadi sebuah duplikat pelayanan gereja yang kecil.



Bagian 2: Topik Kuliah

1. Prinsip Perjanjian Lama tentang Kelompok Sel.

1.A. Masalah penggembalaan Musa. Gereja pertama di padang belantara terbentuk atas nasihat Yitro kepada Musa. Yitro, bapak mertua Musa, mengubah cara pelayanan Musa. Sebelumnya Musa melakukan semua pelayanan bagi bangsa Israel seorang diri, termasuk konseling, mengajar, dan menjadi hakim bagi mereka. Di Kitab Keluaran pasal 18, Yitro memperhatikan bagaimana Musa sangat kelelahan dan begitu banyaknya orang-orang yang harus antri untuk dilayani oleh Musa. Hal serupa bisa terjadi dalam sebuah gereja, di mana si gembala melakukan segala sesuatunya dalam pelayanan sehingga ia kelelahan dan banyak jemaat tidak terlayani dengan baik.

1.B. Nasihat Yitro. Yitro memberi nasihat kepada Musa untuk pertama-tama mencari orang-orang yang cakap, orang yang takut akan Allah, yang dapat dipercayai, dan juga yang membenci suap. Lalu orang-orang ini ditempatkan sebagai pemimpin atas seribu orang, seratus orang, lima puluh orang, dan sepuluh orang. Mereka yang berjumlah 10 orang inilah yang menjadi inti dari gereja di padang belantara tersebut. Orang Israel pada saat diperkirakan berjumlah lebih dari 3 juta orang. Tetapi seluruh jumlah mereka itu bisa digembalakan dalam kelompok-kelompok yang berjumlah 10 orang saja. Menurut nasihat Yitro, pemimpin 10 orang ini yang harus menjadi hakim bagi orang-orang. Hanya masalah yang besar-besar sajalah yang tetap menjadi tanggung jawab dari Musa. Yitro berkata kepada Musa di Keluaran 18 : 23 “Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya." Demikianlah konsep kelompok sel ini adalah konsep dari Allah sendiri yang sangat penting dipraktekkan di gereja-gereja Tuhan.

1.C. Pentingnya penggembalaan dalam gerjea.Pada saat penulisan kuliah ini, Pastor Larry Stockstill bersaksi bahwa jemaat di gerejanya berjumlah lebih dari 6.000 orang. Tidak mungkin beliau menggembalakan seluruh jemaatnya sendirian. Pastor Larry Stockstill lalu menemukan prinsip dari kelompok sel, di mana beliau melatih para pemimpin-pemipin yang membantu dalam penggembalaan jemaat. Sebenarnya ada 3 tujuan penting setiap gereja:

1.C.1. Gereja harus dapat menggembalakan jemaatnya dengan baik.

1.C.2. Gereja harus dapat menginjil mereka yang terhilang.

1.C.3. Gereja harus dapat membangkitkan pemimpin-pemimpin baru.
Dari ke tiga tujuan di atas maka tujuan pertama itu haruslah diperhatikan terlebih dahulu. Seorang gembala tidak dapat menggembalakan jemaatnya dengan baik bila semua tuntutan pelayanan jatuh di pundaknya.


2. Solusi dari Penggembalan yang Efektif ada di Kelompok Sel.

Efesus 4 : 11-12 berkata, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”

2.A. Setiap gereja harus memiliki kelompok sel. Berdasarkan Firman di atas, maka pastor Larry Stockstill memulai kelompok sel di gerejanya dengan membagi seluruh jemaat dalam grup berisikan 10 - 12 orang. Ia memulainya dengan total 50 kelompok sel. Dalam kelompok sel ini mereka belajar untuk saling melayani. Sedangkan pastor Larry Stockstill terus melatih para pemimpin dari setiap kelompok sel ini menjadi pemimpin-pemimpin yang takut akan Allah dan mulai membantu dalam penggembalaan jemaat.

2.B. Para pemimpin kelompok sel menerima urapan Allah. Dalam kisah Musa, para pemimpin-pemimpin ini adalah mereka yang menerima urapan dari Allah melalui Musa. Bilangan 11 : 16-17 “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau. Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.”

2.C. Para gembala harus bersedia mendelegasikan tugas penggembalaannya. Setiap gembala perlu memiliki kerelaan hati melepaskan tugas-tugasnya dan mempercayakannya kepada para pemimpin-pemimpin baru dalam kelompok-kelompok sel tersebut.

2.D. Kelompok sel itu membentuk barisan tentara. Tanpa adanya kelompok sel, maka seluruh perhatian gereja hanya akan hanya tertuju pada si gembala. Sekarang dengan adanya kelompok sel, perhatian gereja sekarang berfokus pada satu bala tentara Tuhan.


3. Mengapa Yesus Memulai PelayananNya dengan Kelompok Kecil.

Yesus pada awalnya membentuk kelompok berisikan 12 murid, dan murid-murid ini ikut bepergian bersama Yesus ke mana-mana. Tetapi di Yohanes 13 : 4-5 dikatakan, “Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.” Berikut kita akan mempelajari ada 5 hal penting dalam pelayanan kelompok sel.

3.A. Dalam kelompok sel kita menjadi rekan sekerja Yesus. Saat Petrus menolak dibasuh kakinya oleh Yesus, Yesus menjawab Petrus di ayat ke 8, katanya kepada Petrus “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." Lalu di ayat ke 14 Yesus menambahkan “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu.” Ini berarti tidak ada yang dari kita yang bisa menjadi mitra kerja Yesus kalau kita tidak saling melayani. Dalam kelompok sel, anak-anak Tuhan berkesempatan untuk saling melayani.

3.B. Dalam kelompok sel kita dapat saling menguatkan. Yohanes 14 : 1 "Janganlah hatimu menjadi gelisah; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Setiap anak Tuhan memerlukan penguatan dan dorongan. Dalam kelompok yang kecil setiap anggota dapat menerima pelayanan ini dan terhiburkan. Karena kelompok ini sering bertemu, mereka bisa memahami masalah dari setiap anggotanya dan juga turut mendoakan.

3.C. Kelompok sel menghasilkan buah. Yohanes 15 : 1-2 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Kalau anak Tuhan hidup dalam kesendirian maka mereka tidak dapat berbuah. Yesus mengutus murid-muridnya dengan berpasangan karena dalam satu kelompok pelayanan mereka akan jauh lebih produktif.

3.D. Kelompok sel memberikan perlindungan. Yohanes 16 : 1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.” Di sini Yesus prihatin bahwa akan adanya godaan iblis pada orang percaya. Dalam kelompok sel maka setiap anak Tuhan bisa mempraktekkan akuntabilitas, yaitu saling memberikan pertanggungan jawab diri, sehingga tidak mudah jatuh dalam godaan setan. Kelompok sel membantu anak Tuhan agar bisa lebih waspada rohani.

3.E. Anak Tuhan dapat berdoa lebih baik di dalam kelompok sel. Matius 18 : 19-20 “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Dalam kelompok sel maka anak-anak Tuhan dapat berdoa dalam kesepakatan di mana Yesus ada di tengah-tengah mereka.


4. Ilustrasi Kelompok Sel Seperti Angsa yang Terbang Bersama.

Angsa itu terbang jauh melawan angin yang kuat, dan mereka terbang bersama-sama dalam formasi huruf V.

4.A. Ada rotasi tugas yang baik. Terbang bersama-sama membuat mereka sanggup mengimbangi angin lebih baik. Mereka bergantian mengambil posisi yang paling depan karena yang paling depan harus menghadapi angin paling berat. Demikianlah di gereja harus ada rotasi tugas yang baik oleh setiap kelompok sel agar pelayanan lebih ringan dipikul.

4.A.1. Contoh pembangunan kembali tembok Yerusalem oleh Nehemia. Saat orang Israel kembali dari Babel, Nehemia membangun kembali tembok Yerusalem yang runtuh. Dalam pembangunan kembali ini, Nehemia menempatkan setiap keluarga untuk bertanggung jawab membangun satu porsi dari tembok. Setiap orang ikut melayani. Demikian juga dalam kelompok sel maka setiap anggota memiliki andil dalam pelayanan.

4.A.2. Contoh pembagian tugas oleh Raja Salomo. 1 Raja-Raja 4: 7 “Salomo mempunyai dua belas orang kepala daerah atas seluruh Israel yang harus menjamin makanan raja dan seisi istananya: adalah tanggungan tiap-tiap kepala daerah untuk menjamin makanan selama sebulan dalam setahun.” Salomo memastikan tugas penyediaan makanan di istana dilakukan merata oleh ke 12 kepala daerah.

4.A.3. Contoh rotasi pelayanan di gereja Pastor Larry Stockstill. Gereja Bethany Prayer Center memiliki 7 distrik di mana setiap distrik dibagi dalam 14 wilayah. Setiap kebaktian hari Minggu, satu wilayah diberikan beban melayani, baik dari kepengurusan parkiran, menjadi usher, menjadi pendoa syafaat, melaksanakan pelayanan anak-anak, dan lain sebagainya. Setelah itu mereka yang melayani bisa beristirahat di minggu-minggu selanjutnya.

4.B. Memotivasi yang lemah. Angsa-angsa juga bersuara saat mereka terbang jauh, suara yang dikeluarkan ditujukan untuk menguatkan angsa lain yang kelelahan saat terbang. Kita bisa dapatkan hal ini juga diterapkan dalam kelompok sel, sehingga bila ada anggota yang kelelahan ia dapat dikuatkan oleh anggota lainnya.

4.C. Kuat dalam kebersamaan. Dalam penelitian, dengan terbang bersama-sama, angsa menghemat 71% tenaga dibanding bila mereka terbang sendiri-sendiri. Dengan bersama-sama, angsa-angsa bisa terbang dengan energi yang lebih sedikit, terbang lebih cepat, dan juga menjelajah lebih jauh. Demikian juga satu kelompok sel dapat melakukan pelayanan yang lebih efektif bersama-sama.

4.D. Ada perlindungan bagi setiap anggota. Bila ada salah satu angsa yang terbang tiba-tiba sakit, atau tertembak oleh pemburu, maka biasanya akan ada 2 anggota angsa lainnya yang akan meninggalkan formasi kelompok besarnya untuk ikut turun mendarat guna memeriksa angsa yang jatuh tersebut. Bila angsa yang jatuh itu selamat dan sembuh, maka ketiganya akan terbang bersama-sama untuk bergabung dalam formasi kelompok besar angsa berikutnya. Ini adalah bentuk suatu perlindungan yang juga terjadi dalam kelompok sel. Setiap anak Tuhan perlu perlindungan, dan dalam kelompok sel mereka mendapatkan kepastian perlindungan tersebut.


5. Cara Memulai Kelompok Sel.

Berikut adalah kesaksian pastor Larry Stockstill tentang cara beliau membentuk kelompok sel di gerejanya:

5.A. Temukan kelompok inti dalam gereja. Adakan pertemuan-pertemuan persekutuan doa dahulu. Biasanya orang-orang yang setia hadir dalam pertemuan doa adalah kelompok inti dari gereja. Kelompok inti tersebut inlah biasanya adalah mereka yang bisa dijadikan calon pemimpin-pemimpin sejati. Di gerejanya, pastor Larry Stockstill mulai melatih ada 500 calon pemimpin-pemimpin tersebut, khususnya dalam prinsip-prinsip doa dan peperangan rohani.

5.B. Mulai bentuk kelompok-kelompok sel. Dari 500 orang tersebut pastor Larry Stockstill membaginya dalam sekitar 52 kelompok, masing-masing beranggotakan 10 orang.

5.C. Ijinkan kelompok sel bertumbuh. Setelah 6 bulan, setiap kelompok sel yang tadinya berjumlah 10 orang bertambah menjadi sekitar 20 orang. Sekarang saatnya kelompok tersebut dipecah, karena idealnya dalam satu kelompok sel tidak boleh beranggotakan lebih dari 15 orang. Dalam kesaksian pastor Larry, sekarang jumlah kelompok sel yang tadinya berjumlah 52 bertambah menjadi 104 kelompok sel. Setahun kemudian jumlah ini bertambah menjadi 108 kelompok sel. Selang 5 tahun kemudian jumlahnya menjadi 609 kelompok sel. Kemuliaan bagi Tuhan! Sekarang setiap jemaat dapat terlayani dengan baik. Mereka tetap berkumpul dalam ibadah raya hari Minggu, dan mereka juga ada pertemuan kelompok sel di tengah-tengah minggu.  

Pola kelompok sel ini telah diaplikasikan di seluruh dunia. Kita bisa memulainya sendiri dengan 12 orang, di mana kita melatih mereka selama setahun. Setelah itu ke-12 orang tersebut bisa bermultiplikasi sehingga dalam beberapa tahun kita akan memiliki ratusan kelompok sel. Di gereja besar di Manila, Filipina, ada gereja yang memiliki 2.000 kelompok sel. Di Bogota, Kolombia, ada gereja yang memiliki 13.000 kelompok sel. Di San Salvador, El Savador, juga ada gereja yang memiliki 6.000 kelompok sel. Sedangkan di Seoul, Korea Selatan, di gereja terbesar di dunia tersebut memiliki 23.000 kelompok sel dan lebih dari 700.000 anggota gereja. Kita bisa bayangkan tidaklah mungkin gembala gereja-gereja tersebut bisa melayani jemaatnya sendirian.

Penting ditekankan, bahwa kita tidak bisa menciptakan terlalu banyak program gereja bila kita mau kelompok-kelompok sel ini bertumbuh. Kita harus pahami program gereja dan kelompok sel tidak bisa dipaksakan untuk diutamakan bersama-sama, karena program gereja dan pembentukan kelompok sel akan saling berkompetisi dalam mengambil perhatian dan sumber daya gereja. Di Nairobi Kenya, ada gereja beranggotakan 4.000 jemaat yang hanya mendedikasikan program mereka dalam pengembangan kelompok sel, sehingga terbentuklah 500 kelompok sel. Di Ivory Cost, Afrika Barat, juga ada gereja beranggotakan 80.000 anggota yang fokus pada pengembangan kelompok sel saja, sehingga mereka bisa memiliki 6.000 kelompok sel.


Penutup.

Banyak program gereja yang membuat jemaat dan pengerja gereja keletihan. Kita harus memastikan bahwa pembentukan kelompok sel harus diprioritaskan di atas program gereja. Kelompok sel adalah pola yang sangat Alkitabiah dalam pengembangan gereja. Mereka yang terhubung dalam kelompok sel adalah orang orang yang lebih bersuka cita, lebih produktif, lebih memiliki kuasa Tuhan dalam doa-doa mereka



Bagian 3: Diskusi Kelompok

1. Jelaskan kembali dengan kata-kata anda, mengapa membentuk kelompok sel itu lebih penting daripada memiliki banyak program gereja?


2. Apakah anda melihat kesamaan metode kelompok sel dengan program yang sekarang ini anda sedang ikuti? Jelaskan.


3. Bagaimana anda melihat kesiapan diri anda untuk menjadi pemimpin-pemimin kelompok di masa datang?