Program Harvest Internasional Curriculum

Trimester 3

Dasar Pelatihan Gereja Sesi 3 dari 3

Topik : Merencanakan Pendidikan Pelayanan di Tempat Anda

Bagian 1 : Daftar Ayat Renungan

2 Timotius 3 :16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Efesus 4 : 11-16 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”

Bagian 2: Topik Kuliah

Pendahuluan.

Kita telah meninjau filosofi pengembangan sebuah pendidikan pelayanan dan pentingnya upaya ini bagi menjangkau jiwa-jiwa. Sesi ini akan meninjau bagaimana cara merencanakan sebuah pendidikan pelayanan itu. 2 timotius 3 : 16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” Karena Firman Tuhan bermanfaat bagi kita, maka Roh Kudus akan turut mengajar kita saat kita mau mempelajari seluruh bagian-bagian alkitab secara sistematis. Roh Kudus mengajar dengan menyatakan kesalahan kita, memberikan arahan baru, dan mendidik kita bagaimana cara hidup dalam kebenaran. Semuanya disediakan oleh Allah bagi kita agar kita berkecukupan, artinya diperlengkapi dalam menghadapi segala keadaan, dan juga diperlengkapi untuk setiap perbuatan yang baik. Demikianlah juga rencana Allah di dalam setiap pendidikan pelayanan. Allah ingin agar setiap pendidikan pelayanan mendatangkan perubahan yang dibutuhkan dalam setiap kehidupan orang percaya hingga ia mencapai kedewasaan yang sempurna

1. Hal-Hal Terutama dalam Merencanakan Sebuah Pendidikan Pelayanan.

1.A. Harus memiliki tempat. Kita tidak perlu mempunyai tempat yang besar seperti sebuah universitas. Ada beberapa opsi lokasi mengenai tempat ini, antara lain:

1.A.1. Kita bisa melatih orang orang di rumah kita atau rumah seseorang yang bisa dipergunakan.

1.A.2. Kita juga bisa melatih di ruangan terbuka.

1.A.3. Kita juga bisa menyewa sebuat tempat.

1.A.4. Kita bisa gunakan bagian dari gedung gereja. Sebab umumnya banyak ruangan di gedung-gedung gereja itu kosong pada hari hari tertentu.

1.B. Harus memiliki tim pengerja. Anggota tim yang tepat adalah:

1.B.1. Orang-orang yang lapar dan haus akan Firman Tuhan.

1.B.2. Orang-orang yang rela mencurahkan waktu dan energi mereka dalam pelayanan.

1.C. Memiliki sebuah Program. Kita harus mempunyai materi yang baik yang akan dipelajari, contohnya kurikulum yang kita pakai sekarang yaitu Harvest International Curriculum (HIC). Sebagai pemimpin, kita harus berdoa terlebih dahulu dan mempertimbangkan materi atau pengajaran apa yang dibutuhkan. Hal ini akan diulas lebih lanjut.

1.D. Memiliki peralatan yang perlu dipertimbangkan.

1.D.1. Tiap orang harus memiliki peralatan tulis atau buku-buku yang dibutuhkan.

1.D.2. Kita meminta dan berdoa agar terbuka jalan hingga semua peralatan yang dapat membantu para murid belajar tersedia.

1.E Memiliki administrasi dan media komunikasi.

1.E.1. Harus ada pengerja yang dapat membuat keputusan-keputusan penting dalam pelaksanaan pendidikan pelayanan.

1.E.2. Harus ada mereka yang tugasnya adalah merencanakan program dan penjadwalannya.

1.E.3. Dapatkan pengerja yang memiliki keterampilan pada bidang-bidang tertentu, misalnya dalam pembuatan video, pengolahan audio, atau hal-hal teknis lainnya.

1.E.4. Percaya bahwa Allah akan memberikan orang orang yang tepat menurut waktuNya.

2. Tentukan Sistem Penyampaian Pelatihannya.

2.A. Pilihlah metode yang tepat untuk mengkomunikasikan materi pengajaran kepada para murid.

2.A.1. Kita bisa gunakan metode mengajar dengan video.

2.A.2. Kita bisa mengajar dengan cara tradisional, seperti metode kuliah oleh guru guru yang cakap dalam mengajar.

2.A.3. Kita bisa gunakan Alkitab dan buku-buku penunjangnya dalam menyampaikan pokok-pokok teologia atau konsep keselamatan. Hal yang tidak kalah penting adalah pengajaran tentang cara mengembangkan karakter Kristen, prinsip-prinsip tentang pernikahan dan keluarga.

2.A.4. Semua sistem penyampaian dalam pendidikan pelayanan harus dikemas dengan cara sistematis dan lengkap.

2.B. Program pendidikan pelayanan bisa dilakukan penuh waktu atau paruh waktu.

2.B.1. Doktor Stan Dekoven bersaksi tentang pelatihan di negara Kamerun, Afrika Barat. Beliau bekerja sama dengan gereja-gereja dan sekolah-sekolah di sana, dengan menggunakan buku-buku pelajaran dari Amerika yang diterjemahkan. Murid-murid yang mendaftar berasal dari seluruh pelosok negara Kamerun, dan mereka tinggal di rumah-rumah jemaat gereja lokal yang bersedia mensponsori mereka. Setiap hari para murid datang jam 7 pagi untuk doa dan makan pagi, sedangkan pelajarannya berdurasi dari jam 7:30 sampai jam 12:30. Seusai belajar, para murid dapat bekerja atau menginjil didaerah sekeliling, di mana sebagian mereka juga aktif dalam pelayanan di gereja lokal. Mereka memberikan berkomitmen belajar selama 1 tahun penuh, dan setelah selesai, mereka akan kembali ke tempat asal mereka untuk memulai suatu pelayanan. Beberapa dari mereka kemudian mengembangkan sekolah-sekolah baru di tempat mereka secara paruh waktu. Mereka mengumpulkan murid-murid baru yang secara berkala dijadwalkan berkumpul bersama-sama dengan semua murid-murid lainnya untuk mendengarkan pengajaran lebih lanjut, yang bisa juga dalam bentuk seminar. Bila ada pengajar khusus yang datang, maka seluruh murid baru berkumpul untuk menghadiri seminar selama 3 hari, kemudian membawa pulang buku-buku pelajaran tambahan dengan catatan-catatan mereka. Secara berkala para murid baru ini kemudian akan diuji untuk untuk menunjukkan seberapa banyak yang mereka ketahui. Ini hanya salah satu metode saja, karena banyak lagi cara atau metode lainnya yang bisa diterapkan dan disesuaikan pada keadaan kita. Yang penting di sini adalah kita memahami Tuhan menghendaki kita untuk melakukannya.

2.B.2. Bila kita sudah memulainya dengan satu cara dan ternyata tidak berhasil, kita harus mengganti metodenya dengan cara yang lain. Yang terpenting bagi kita adalah kita harus terus menerus “mempelajari” metode yang paling efektif.

3. Kita harus mempunyai Kurikulum. Di banyak negara mendapatkan Alkitab maupun bahan bahan pelajaran itu bisa sangat sulit. Kalau toh ada, terkadang bahan-bahan pelajaran itu tidak tepat dengan apa yang kita perlukan. Oleh sebab itu berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan sebuah kurikulum yang benar:

3.A. Pilih kurikulum yang benar dan tepat. Pastikan kurikulum itu benar pengajarannya dan dapat diterapkan dengan tepat pada situasi kita. Kurikulum yang tepat juga dapat diterapkan terus menerus.

3.B. Pilihlah bahan kurikulum yang mudah digandakan atau diterjemahkan.

3.C. Pastikan kurikulum itu memiliki landasan teologi yang kokoh guna menguatkan umat Allah dalam pelayanan yang efektif.

3.D. Kurikulum yang baik itu kelas-kelasnya bisa ditransfer ke perguruan tinggi, dan juga memberikan pengakuan seperti gelar bagi murid yang telah menyelesaikannya.

3.E. Kurikulum juga harus bisa ditunjuang dengan berbagai buku pelajaran tambahan yang dapat membantu mereka yang pengetahuan lebih dalam.

4. Mempunyai Pengajar Tetap.

4.A. Memiliki pengerja yang mempunyai karunia mengajar. Setiap pengajar perlu mendapatkan bahan bahan studi yang penting.

4.B. Cara memilih staf pengajar yang tepat:

4.C.1. Mereka yang merasa terpanggil untuk mengajar. Dalam hal ini mereka tidak selalu harus mempunyai gelar Doktor.

4.C.2. Mereka memiliki urapan untuk mengajar.

4.C.3. Mereka memiliki kemampuan akademis.

4.C.4. Mereka mengakui visi dari pelayanan tersebut, artinya mereka semua adalah orang orang yang membangun kerajaan Allah bersama-sama. Mereka bukan membangun kerajaan mereka sendiri.

4.D. Setiap pengajar harus terus belajar dan memiliki kesempatan untuk maju lebih lagi dalam pelayanan mereka. Setiap pengajar perlu berkesempatan untuk mengikuti program pendidikan lanjutan. Sebagaimana kita hanya bisa membawa para murid sejauh mana kita sendiri sudah pernah capai, maka dengan demikian setiap pengajar atau pemimpin seharusnya tetap menjadi seorang murid dan tidak pernah berhenti bertumbuh dan belajar.

4.E. Setiap pengajar harus berkomitmen pada tujuan.

4.E.1. Mereka harus mengasihi dan terus diperlengkapi oleh Firman Tuhan.

4.E.2. Mereka dengan rela hati membagikan apa yang sudah Allah ajarkan kepadanya.

4.E.3. Mereka haruslah orang yang bergairah

4.E.4 Mereka harus memiliki komitmen jangka panjang. Mereka akan tetap menyertai para murid, mendoakan, dan terus mengajar sampai karakter Kristus terbentuk dalam diri para murid.

5. Kebutuhan Perlengkapan dan Materi.

5.A. Jangan takut untuk memulai dari nol.

5.A.1. Mulai dari apa saja yang kita sudah miliki.  Bila kita kesulitan mengumpulkan semua peralatan yang dibutuhkan, temukan apa yang bisa kita dapatkan dahulu. Misalnya kita tidak punya papan tulis maka kita bisa memakai kertas-kertas bekas. Bila kita tidak memiliki kertas bekas, kita bisa membersihkan tempat tanah kita berpijak dan bisa menuliskan bahan pelajarannya disitu.

5.A.2. Kita memulainya di manapun kita bisa. Yesus mengajar dimanapun Dia berada. Yesus pernah berkata: “perhatikan bunga bakung dipadang.” Sesungguhnya saat berkata demikian Yesus memang sedang berada di luar rumah dan menunjukkan sebuah bunga bakung di luar. Berarti tempat bukanlah suatu masalah yang sangat besar untuk memulai.

5.A.3. Jika tidak ada buku pelajaran, kita bisa memulainya dengan Alkitab. Pelajari Alkitab secara efektif. Kita bisa membacanya dan mulai mengembangkan catatan sendiri. Roh Kudus pasti akan mulai meletakkan sesuatu yang kuat dalam hati anda mengenai pelajaran. Tetapi kita juga perlu diskusikan dengan hamba-hamba Tuhan agar memastikan pengajaran tersebut sudah benar.

5.B. Murid perlu memperlengkapi diri.

5.B.1. Sebaiknya para murid membawa Alkitab sendiri.

5.B.2. Para murid mempunyai alat tulis sendiri.

5.B.3. Sebaiknya para murid memiliki nafkah mandiri dan berkontribusi dalam mengikuti pendidikan mereka, kecuali bila pelayanan kita memang diberkati dengan berlimpah. Jikalau para murid dalam keadaan kekurangan, mereka bisa memberikan waktu atau tenaga mereka dalam berkontribusi. Biasanya bila seorang murid tidak perlu membayar sesuatu maka seringkali si murid meremehkan nilai dari pendidikannya. Tuhan telah membayar penebusan kita dengan harga yang paling mahal, yaitu dengan kehidupan PuteraNya sendiri. Demikianlah, maka para murid juga harus menghargai pendidikan pelayanan yang ia lalui.

5.B.4. Para murid harus harus mendoakan seluruh program pelayanan pendidikan mereka.

5.C Pendukung studi yang bisa sangat berguna.

5.C.1. Kita bisa gunakan berbagai buku yang mendukung penjelasan Alkitab.

5.C.2. Kita bisa gunakan buku Indeks Alkitab atau buku konkordansi.

Penutup.

Allah tidak ingin kita menjadi anggota yang independen dan terpisah dari Tubuh Kristus lainnya. Allah ingin terbentuk adanya saling ketergantungan antara Tubuh Kristus demi kepentingan Kerajaan Allah. Dalam hal ini kita perlu melatih setiap orang percaya ke dalam pelayanan lintas budaya demi membawa umat Tuhan ke dalam kedewasaan sepenuhnya. Firman Tuhan di Efesus 4 : 11-16 membahas tentang persatuan dan kedewasaan yang menjadi tujuan utama dari pendidikan pelayanan ini.

Efesus 4 : 11-16 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh,  —  yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota  —  menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.”

Dalam ayat di atas kita bisa simpulkan:

a. Setiap karunia panggilan Tuhan itu ditujukan untuk menguatkan Tubuh Kristus.

b. Kita harus terus membangun Tubuh Kristus.

c. Tujuan utama pendidikan pelayanan adalah demi membangun persatuan dan kedewasaan Tubuh Kristus.

d. Jangan lagi kita diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang tidak benar.

e. Di dalam pendidikan pelayanan setiap orang percaya berkesempatan untuk menjadi dewasa dalam iman.

Di seluruh dunia ada rasa lapar dan haus akan Firman Allah dan Roh Allah. Kita sedang ada dalam pergerakan di mana Allah mempersiapkan anak-anakNya yang telah dipenuhi dengan semangatNya Allah. Allah telah memberikan beban pada mereka dan pada pemimpin pemimpin generasi mereka untuk dipersiapkan secara penuh demi kebangunan rohani di akhir zaman. Allah sudah mencurahkan Roh Kudusnya, dan kita harus mempertahankan kebangunan rohani itu untuk kita menggenapi Amanat Agung. Kita perlu ratusan ribu orang-orang yang dipenuhi oleh semangat Allah. Melalui pendidikan pelayanan Allah akan berbicara melalui kehidupan kita.

Diskusi Kelompok :

1. Jelaskan mengapa penting seorang pengajar juga adalah seorang murid?

2. Menurut anda, mengapa sulit untuk mendapatkan pengajar yang berkomitmen?

3. Perhatikan materi kuliah ini dengan program yang anda sedang ikuti. Apakah ada kesamaannya? Jelaskan.